Membaguskan Suara = Melanggamkan Al Quran ? Bagaimana Aturannya

Membaguskan Suara = Melanggamkan Al Quran ? Bagaimana Aturannya

Alih Bahasa : Reza Ervani

Tentang hal tersebut, kami kutipkan apa yang dituliskan oleh Imam Nawawi dalam At Tibyan fii Adabi Hamalatil Quran sebagai berikut :

— awal kutipan —

وحديث البراء – رضي الله عنه – قال: سمعت رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قرأ في العشاء بالتين والزيتون، فما سمعت أحدا أحسن صوتا منه رواه البخاري ومسلم

Juga terdapat hadits Bara’ radhiyallahu anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa salam membaca saat sholat Isya Surah At Tiin dan aku tidak pernah mendengar seseorang yang lebih bagus suaranya daripada beliau (Riwayat Bukhari dan Muslim).

قال العلماء – رحمهم الله -: فيستحب تحسين الصوت بالقراءة، وترتيلها ما لم يخرج عن حد القراءة بالتمطيط، فإن أفرط حتى زاد حرفا أو أخفاه فهو حرام.

Para ulama – rahimahullah – berkata : Dianjurkan membaguskan suara ketika membaca Al Quran, dan melagukannya selama tidak sampai memanjang-manjangkan qiroaah. Jika ia berlebihan hingga menambah kadar satu huruf atau mengurangi kadarnya maka hal tersebut adalah haram.

 وأما القراءة بالألحان فقد قال الشافعي – رحمه الله – في موضع: أكرهها.

Sementara itu pembacaan Al Quran yang menggunakan irama, Imam Syafi’i – rahimahullah – mengatakan dalam satu kondisi : Aku memakruhkannya

قال أصحابنا: ليست على قولين، بل فيه تفصيل، إن أفرط في التمطيط فجاوز الحد فهو الذي كرهه، وإن لم يجاوز فهو الذي لم يكرهه.

Para ulama mengatakan : Bukan berarti ada dua pendapat, akan tetapi padanya ada rinciannya, yakni jika ia memanjangkannya hingga berlebihan dan melampaui batas maka hal itu dimakruhkan. Jika tidak berlebihan itu tidak dimakruhkan.

وقال أقضى القضاة الماوردي في كتابه الحاوي:

Imam Al Qadhi Al-Mawardi mengatakan dalam kitabnya Al Haawi :

القراءة بالألحان الموضوعة إن أخرجت لفظ القرآن عن صيغته بإدخال حركات فيه، أو إخراج حركات منه، أو قصر ممدود، أو مد مقصور، أو تمطيط يخفي به بعض اللفظ، ويتلبس المعنى – فهو حرام، يفسق به القارئ [ ص: 112 ] ويأثم به المستمع؛ لأنه عدل به عن نهجه القويم إلى الاعوجاج، والله تعالى يقول: قرآنا عربيا غير ذي عوج

Pembacaan dengan irama jika keluar dari shighat pelafazhan Al Quran dengan menambahkan harokat padanya, atau menghilangkan harakat yang ada, atau memendekkan mad, atau memanjangkan yang seharusnya pendek, atau menambahkan hingga ada lafazh yang hilang, sehingga terjadi penyimpangan makna, maka hal tersebut adalah haram, dan qari yang membacanya fasiq, yang mendengarkan berdosa karena seharusnya dia dapat meluruskan hal tersebut tapi tidak melakukannya. Allah Ta’ala berfirman :

قرآنا عربيا غير ذي عوج

“Al Quran dalam Bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya)” (Az Zumar ayat 28)

قال: وإن لم يخرجه اللحن عن لفظه وقراءته على ترتيله كان مباحا؛ لأنه زاد على ألحانه في تحسينه، هذا كلام أقضى القضاة.

Beliau mengatakan : Jika irama tersebut tidak keluar dari lafazh maka hal tersebut dibolehkan, karena dengan irama bertambahlah keindahannya. Demikian perkataan Imam Al Qadhi Al Mawardi

وهذا القسم الأول من القراءة بالألحان المحرمة مصيبة ابتلي بها بعض الجهلة الطغام الغشمة، الذين يقرؤون على الجنائز وبعض المحافل، وهذه بدعة محرمة ظاهرة، يأثم كل مستمع لها، كما قاله أقضى القضاة الماوردي ، ويأثم كل قادر على إزالتها أو على النهي عنها إذا لم يفعل ذلك، وقد بذلت فيها بعض قدرتي، وأرجو من فضل الله الكريم أن يوفق لإزالتها من هو أهل لذلك، وأن يجعله في عافية.

Inilah awal dari pembacaan dengan irama yang diharamkan, kerusakan yang dilakukan oleh sebagian awam yang tidak paham dan memiliki motif yang salah, yang membacakannya pada jenazah dan sebagian acara yang lain, dan ini adalah bid’ah yang jelas keharamannya, maka ikut tersalahlah semua yang ikut mendengarkannya, seperti yang disampaikan oleh Al Qadhi Imam Mawardi, berdosa orang yang memiliki kemampuan untuk menghilangkannya atau mencegahnya akan tetapi tidak melakukan pencegahan itu. Sungguh aku telah mengerahkan sebagian kemampuanku, dan aku mengharapkan karunia Allah Yang Maha Mulia untuk memberikan taufiq kepada orang yang mampu menghilangkan kebiasaan tersebut, dan semoga Allah menjadikannya senantiasa dalam kondisi yang baik.


Versi Web yang lebih nyaman dibaca dan dilengkap mufrodat : http://rumahilmu.or.id/u/96

Izin gabung ke grup WA Maktabah Rumah Ilmu : http://rumahilmu.or.id/u/izingabung

Donasi : http://rumahilmu.com/donasi


المفردات

تمطيط: (اسم)

تمطيط : مصدر مَطَّطَ

مَطَّطَ: (فعل)

مطَّطَ يمطِّط ، تمطيطًا ، فهو مُمطِّط ، والمفعول مُمطَّط

مَطَّطَ الشَّيْءَ : وَسَّعَهُ ، مَطَّهُ

مَطَّطَ الوَلَدَ : شَتَمَهُ

extend – offer or give something, or make something longer or larger

 ( اسم ): نَصّ

text ; version ; wording

– enunciated
– pronounced clearly and carefully
– the original words of an author or document.
– wording or a ccount of an event, from the point of view of one person

 ( اسم ): لَحْن مُوسِيقِيّ بَطِيء

tune – a melody with or without harmony .

 ( اسم ):

be afflicted with ; be experience ; be hit by ; be smitten by ; be sorely tried by ; be stricken by ; be suffer ; be sustain ; be undergo

 ( اسم ):

accident ; cataclysm ; damage ; discomfort ; harm ; inconvenience ; injury ; misadventure ; mishap ; tragedy

 ( فعل ): ظَلَمَ

to be unfair
– keep in subservience by coercion, govern or treat harshly
– to have a bad opinion without good reasons
– be prejudiced against
– to make a voluntary wrongful act against the person or property of another, esp. unlawful entry to a person’s land or property .
– to use power over someone cruelly or unfairly .
– treat unjustly; do wrong to; mistakenly attribute bad motives to; discredit

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.