Imam Khalil ibn Ahmad Al Farahidi juga seorang Matematikawan

Imam Khalil ibn Ahmad Al Farahidi juga seorang Matematikawan

Catatan Oleh : Reza Ervani

Bismilahirrahmanirrahiim

Orang mungkin mengenal Imam Khalil ibn Ahmad Al Farahidi (Wafat antara 161 – 170 H) sebagai pakar Bahasa Arab, Qiroaat dan Sastra tapi banyak yang tidak memperhatikan bahwa beliau juga adalah seorang matematikawan.

Roshdi Rashed dalam makalahnya “Combinatorial analysis, numerical analysis, diophantine analysis and number theory” yang dikumpulkan dalam Encylopedia of the History of Arabic Science menyebutkan bahwa upaya beliau merasionalisasi praktek empirik dalam leksikografi di kitab beliau “Al Ayn”, menghasilkan teori dan kalkulasi yang memberikan pengaruh besar dalam kriptografi dan kriptoanalisis.

Bahkan Imam Dzahabi dalam Tarikh Al Islam meriwayatkan beliau wafat setelah terjatuh menabrak tiang masjid saat sedang memikirkan suatu metode matematika agar lebih mudah dipahami oleh orang awam.

وَيُقَالُ: كَانَ سَبَبُ مَوْتِ الْخَلِيلِ أَنَّهُ قَالَ: أُرِيدُ أَنْ أَعْمَلَ نَوْعًا مِنَ الْحِسَابِ تمضي به الجارية إلى الفامي فلا يمنكه أَنْ يَظْلِمَهَا، فَدَخَلَ الْمَسْجِدَ وَهُوَ يُعْمِلُ فِكْرَهُ، فَصَدَمَتْهُ سَارِيَةٌ وَهُوَ غَافِلٌ فَانْصَرَعَ، فَمَاتَ مِنْ ذلك

—–
Penguasaan multidisiplin ilmu ini banyak sekali kita dapati pada ulama terdahulu, sekaligus menjadi penegas bahwa dikotomi keilmuan seharusnya tidak terjadi pada pendidikan Islam. Selama itu bermanfaat bagi masyarakat dan mengantarkan mereka kepada penghambaan kepada Allah Ta’ala, maka yang paling berhak dan paling berkewajiban mempelajarinya adalah mu’minin.

Allahu Ta’ala ‘A’lam

Print Friendly, PDF & Email

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.