Fiqh Muyassar 019 : Buang Hajat dan Adabnya (3) : Sunnah Ketika Masuk Tempat Buang Hajat

[الباب الثالث: في قضاء الحاجة وآدابها، وفيه عدة مسائل]

Bab Ketiga : Dalam Permasalahan Buang Hajat dan Adab-adabnya

padanya ada beberapa pembahasan

[المسألة الثالثة: ما يسن فعله لداخل الخلاء]

Permasalahan Ketiga : Apa yang Disunnahkan untuk Dikerjakan Saat Masuk Tempat Buang Hajat

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

w

يسن لداخل الخلاء قول: 

Disunnahkan saat masuk ke tempat buang hajat untuk menyebut :

“بسم الله اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث”

Bismilahi Allahumma inni A’udzubika minal khubutsi wal khabaa-its –

Dengan nama Allah. Ya Allah sungguh aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan.

. وعند الانتهاء والخروج:

Dan ketika selesai dan keluar mengatakan :

 “غفرانك”.

Ghufronaka

(Aku Mohon) ampunanMu (Ya Allah)

وتقديم رجله اليسرى عند الدخول واليمنى عند الخروج، وأن لا يكشف عورته حتى يدنو من الأرض.

Mendahulukan kaki kiri ketika masuk dan mendahulukan kaki kanan ketika keluar, serta tidak menyingkap aurat sehingga telah dekat dengan tanah.

وإذا كان في الفضاء يستحب له الإبعاد والاستتار حتى لا يُرى. وأدلة ذلك كله: حديث جابر – رضي الله عنه – قال:

Bila dilakukan di tempat terbuka, maka disukai untuk menjauh dan menutupi diri sehingga tidak terlihat. Yang mendasari semua itu adalah hadits yang diriwayatkan Jaabir radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata :

خرجنا مع رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – في سفر وكان رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – لا يأتي البراز حتى يتغيب فلا يُرى

Kami pernah keluar bersama Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dalam sebuah safar. Dan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam tidaklah mendatangi tanah (tempat buang hajat) sehingga beliau menghilang dan tidak terlihat. 1

وحديث علي – رضي الله عنه – قال:

Dan hadits yang diriwayatkan oleh ‘Ali radhiyallahu anhu, beliau berkata :

 قال رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (ستر ما بين الجن وعورات بني آدم إذا دخل الخلاء، أن يقول: بسم الله) 

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda : “Penghalang antara Jin dan aurat Bani Adam jika dia masuk ke tempat buang hajat adalah ucapan “Bismilah” 2

وحديث أنس – رضي الله عنه -: كان النبي – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – إذا دخل الخلاء قال: (اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث) (5).

Dan Hadits yang diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu anhu : Bahwa Nabi shalallahu alaihi wa salam jika masuk ke dalam tempat buang hajat berdoa : Allahumma inni A’udzubika minal khubutsi wal khabaa-its 3

وحديث عاثشة رضي الله عنها: (كان – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – إذا خرج من الخلاء قال: غفرانك) 

Dan Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu anha : Rasulullah shalallahu alaihi wa salam jika keluar dari tempat buat hajat berdoa : Ghufronaka 4

وحديث ابن عمر رضي الله عنهما: (أن النبي – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كان إذا أراد الحاجة لا يرفع ثوبه حتى يدنو من الأرض) (2).

Dan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu anhuma : Bahwa Nabi shalallahu alaihi wa salam jika hendak buang hajat, maka beliau tidak mengangkat pakaiannya sampai benar-benar dekat dari tanah (agar tidak terlihat auratnya)” 5

Allahu Ta’ala ‘A’lam

Print Friendly, PDF & Email

Footnotes

  1. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud hadits Nomor 2, Imam Ibnu Majah hadits Nomor 335 dan ini adalah lafazh dari beliau, sanadnya shahih
  2. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah No. 297, Imam At Tirmidzi hadits nomor 606, dishahihkan oleh Ahmad Syakir dalam Haasyiyah At Tirmidzi
  3. Muttafaq alaihi, diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari Hadit nomor 142 dan Imam Muslim hadits nomor 375
  4. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud hadits Nomor 17,  Imam At Tirmidzi hadits nomor 7, beliau mengatakan “Hasan Gharib”
  5. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud hadits nomor 14 dan Imam At Tirmidzi hadits nomor 14

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.