معاهدة بين بريطانيا وإمارة شرق الأردن
Timeline Palestina: Perjanjian Antara Britania Raya dan Keamiran Transyordania
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Perjanjian Antara Britania Raya dan Keamiran Transyordania ini termasuk dalam Kategori Tarikh Islam
TIMELINE PALESTINA LENGKAP dapat anda akses di https://rezaervani.com/timeline/
| Tahun | 20 Februari 1928 |
|---|---|
| Pihak yang Terlibat | Pemerintah Britania Raya, Pemerintah Transyordania |
| Lokasi | Yordania, Britania Raya |
تعترف المعاهدة (التي وعدت بريطانيا بعقدها في نيسان/ أيريل 1923) بالوضع المستقل لحكومة شرق الأردن تحت حكم أميرها، بما يتماشى مع الانتداب على فلسطين الذي منحته عصبة الأمم لبريطانيا. وتنص الاتفاقية على أن الاتصالات التي ستجري بين الحكومة الأردنية من جهة والحكومة البريطانية والدول الأجنبية من جهة أُخرى، ستتم من خلال المعتمد البريطاني المقيم في عمّان والمندوب السامي لشرق الأردن (الذي كان وسيظل حتى سنة 1946 الشخص ذاته الذي يتولى منصب المندوب السامي لفلسطين المقيم في القدس ). ترسم المعاهدة الحدود بين شرق الأردن وفلسطين وتؤكد في الوقت ذاته عدم وجود حاجز جمركي بين الإقليمين. وتمنح الأمير سلطات تشريعية وتنفيذية لكنها تضيف أن الأمير يوافق على عدم اعتماد أو سنّ “أية قوانين أو أوامر أو أنظمة يمكن أن تعرقل” التزامات بريطانيا بصفتها سلطة منتدبة. كما أن المعاهدة تبقي سياسة شرق الأردن الخارجية والمالية ومنح الامتيازات تحت السيطرة البريطانية، وتخوّل بريطانيا سلطة الاحتفاظ بقوات في البلاد وفرض الأحكام العرفية عندما يعلنها الأمير بناء على “نصيحة” بريطانية. في حزيران/ يونيو 1934، سيجري تعديل للمعاهدة يسمح بموجبه لشرق الأردن إقامة تمثيل قنصلي في الدول العربية.
Perjanjian ini (yang dijanjikan Britania untuk disepakati pada April 1923) mengakui status independen pemerintah Transyordania di bawah pemerintahan Amirnya, sejalan dengan Mandat atas Palestina yang diberikan oleh Liga Bangsa-Bangsa kepada Britania. Perjanjian tersebut menetapkan bahwa komunikasi antara Pemerintah Yordania di satu sisi dengan Pemerintah Britania dan negara-negara asing di sisi lain akan dilakukan melalui Residen Britania yang berkedudukan di Amman dan Komisaris Tinggi untuk Transyordania (yang hingga tahun 1946 menjabat posisi yang sama dengan Komisaris Tinggi untuk Palestina yang berkedudukan di Yerusalem). Perjanjian ini menetapkan batas wilayah antara Transyordania dan Palestina, sekaligus menegaskan tidak adanya hambatan bea cukai di antara kedua wilayah tersebut. Perjanjian ini memberikan wewenang legislatif dan eksekutif kepada Amir, tetapi menambahkan bahwa Amir menyetujui untuk tidak mengadopsi atau mengesahkan “hukum, perintah, atau peraturan apa pun yang dapat menghambat” kewajiban Britania sebagai otoritas mandat. Selain itu, perjanjian tersebut tetap menempatkan kebijakan luar negeri, keuangan, dan pemberian konsesi Transyordania di bawah kendali Britania, serta memberi wewenang kepada Britania untuk menempatkan pasukannya di wilayah tersebut dan memfasilitasi pemberlakuan darurat militer ketika diumumkan oleh Amir berdasarkan “nasihat” Britania. Pada Juni 1934, perjanjian ini mengalami amandemen yang mengizinkan Transyordania membuka perwakilan konsuler di negara-negara Arab.
Sumber : PalQuest
Leave a Reply