من يؤدي الزكاة ناقصة متوعَد بالويل، ومانعها أعظم جرما
Orang yang Membayar Zakat dengan Kurang Diancam dengan Celaka, dan yang Menolaknya Lebih Besar Dosanya
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Orang yang Membayar Zakat dengan Kurang Diancam dengan Celaka, dan yang Menolaknya Lebih Besar Dosanya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Zakat
السؤال:
Pertanyaan:
ماحكم من يدفع زكاة ماله ناقصة وما الفرق بينه وبين من لا يدفع نهائياً ؟ شكرا.
Apa hukum orang yang membayar zakat hartanya dengan kurang, dan apa perbedaan antara dirinya dengan orang yang tidak membayar zakat sama sekali? Terima kasih.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
ففي الحديث الصحيح الذي رواه البخاري وغيره والذي كتبه أبو بكر الصديق إلى عمّاله على الصدقة، يقول فيه:
Terdapat dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan lainnya, yang ditulis oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq kepada para pegawainya (amil) yang mengurusi sedekah (zakat), ia berkata di dalamnya:
إِنَّ هَذِهِ فَرَائِضُ الصَّدَقَةِ الَّتِي فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ الَّتِي أَمَرَ اللَّهُ بِهَا وَرَسُولُهُ، فَمَنْ سُئِلَهَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى وَجْهِهَا فَلْيُعْطِهَا، وَمَنْ سُئِلَ فَوْقَ ذَلِكَ فَلَا يُعْطِهِ… لَا يُجْمَعُ بَيْنَ مُفْتَرِقٍ، وَلَا يُفَرَّقُ بَيْنَ مُجْتَمِعٍ، خَشْيَةَ الصَّدَقَةِ
“Sesungguhnya ini adalah kewajiban sedekah (zakat) yang telah diwajibkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atas kaum muslimin, yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Maka barangsiapa dari kaum muslimin yang diminta zakatnya sesuai ketentuannya, hendaklah ia memberikannya. Dan barangsiapa yang diminta melebihi ketentuan tersebut, maka janganlah ia memberikannya… Janganlah dikumpulkan harta yang terpisah, dan jangan pula dipisahkan harta yang terkumpul, karena takut (kewajiban) zakat.” (HR. Al-Bukhari)
ففي هذا الحديث النهي عن النقص عن الزكاة المحددة من جهة صاحب المال والنهي عن الزيادة عليها من جهة العامل على جمعها، والنهي عن التلاعب والاحتيال لإسقاط شيء منها. وهذا معنى “لايجمع بين مفترق ولايفرق بين مجتمع خشية الصدقة”.
Di dalam hadits ini terdapat larangan untuk mengurangi zakat yang telah ditentukan dari pihak pemilik harta (shohibul maal), larangan untuk menambahinya dari pihak amil yang mengumpulkannya, serta larangan untuk mempermainkan atau melakukan tipu daya (hiyal) guna menggugurkan sebagian kewajiban zakat tersebut. Inilah makna dari “Janganlah dikumpulkan harta yang terpisah, dan jangan pula dipisahkan harta yang terkumpul, karena takut zakat.”
فإخراج الزكاة ناقصة أمر محرم، وهو من التطفيف الذي توعد الله أهله بالويل والعذاب: لقوله سبحانه وتعالى:
Maka mengeluarkan zakat dengan jumlah yang kurang adalah perkara yang haram, dan hal itu termasuk dalam kategori tatfif (kecurangan dalam takaran/hak) yang telah Allah ancam pelakunya dengan celaka (wail) dan azab, sebagaimana firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala:
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ [المطففين: ١]
“Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang).” [Al-Muthaffifin: 1]
قال علماؤنا: التطفيف في كل شيء في الصلاة والوضوء والكيل والميزان، وهو خيانة لله وللمؤمنين، وأبو بكر رضي الله عنه يقول: (والله لو منعوني عقالاً كانوا يؤدونه إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم لقاتلتهم عليه).
Para ulama kita berkata: Tatfif itu bisa terjadi dalam segala hal; dalam shalat, wudhu, takaran, maupun timbangan. Hal itu merupakan pengkhianatan kepada Allah dan kaum mukminin. Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: “Demi Allah, seandainya mereka menolak memberikan kepadaku seutas tali pengikat unta (‘iqal) yang dahulu mereka berikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya aku akan memerangi mereka karenanya.”
أما ما الفرق بينه وبين من لا يدفعها نهائياً، فلا شك أن من لا يدفعها نهائياً أعظم جُرماً وأخس قدراً عند الله ممن يدفعها ناقصة، ولقد توعده الله بأشد العذاب قال تعالى:
Adapun perbedaan antara dirinya dengan orang yang tidak membayar zakat sama sekali, maka tidak diragukan lagi bahwa orang yang tidak membayarnya sama sekali jauh lebih besar dosanya dan lebih rendah kedudukannya di sisi Allah dibandingkan orang yang membayarnya dengan kurang. Allah telah mengancamnya dengan azab yang sangat pedih, Allah Ta’ala berfirman:
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَّهُم ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ [آل عمران: ١٨٠]
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.” [Ali ‘Imran: 180]
وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ صَاحِبِ كَنْزٍ لَا يُؤَدِّي زَكَاتَهُ إِلَّا أُحْمِيَ عَلَيْهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ، فَيُجْعَلُ صَفَائِحَ فَتُكْوَى بِهَا جَنْبَاهُ وَجَبِينُهُ حَتَّى يَحْكُمَ اللَّهُ بَيْنَ عِبَادِهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ، ثُمَّ يَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ
“Tidaklah seorang pemilik harta simpanan yang tidak menunaikan zakatnya melainkan harta itu akan dipanaskan di dalam neraka Jahannam, lalu dijadikan kepingan-kepingan logam yang kemudian disetrikakan ke lambung dan dahi mereka, hingga Allah memutuskan perkara di antara hamba-hamba-Nya pada suatu hari yang lamanya setara dengan lima puluh ribu tahun. Kemudian ia akan melihat jalannya, apakah ke surga atau ke neraka.” (HR. Muslim)
وإذا كان هناك حاكم مسلم فإنه يجب عليه أخذ الزكاة منه قسراً وتعزيره. وإن كان الممتنعون عن دفعها فئة ذات شوكة فإن إمام المسلمين يقاتلهم حتى يدفعوها، كما قاتل أبو بكر والصحابة مانعي الزكاة.
Apabila terdapat penguasa muslim, maka ia wajib mengambil zakat darinya secara paksa dan memberikannya hukuman (ta’zir). Dan jika mereka yang menolak membayar zakat adalah kelompok yang memiliki kekuatan/senjata, maka imam kaum muslimin harus memerangi mereka sampai mereka mau membayarnya, sebagaimana Abu Bakar dan para sahabat memerangi orang-orang yang enggan membayar zakat.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply