يزكى المال مع ربحه
Zakat Harta Beserta Keuntungannya
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Zakat Harta Beserta Keuntungannya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Zakat
السؤال:
Pertanyaan:
أعطيت أحد الأقارب مبلغا ماليّا ليشتغل به في التّجارة .علما وأنّ لي نصيبا من الربح ما هي الطريقة التي يزكى بها هذا المال؟ مع الشكر سلفا
Saya memberikan sejumlah uang kepada salah seorang kerabat untuk dikelola dalam perdagangan, dengan ketentuan bahwa saya mendapatkan bagian dari keuntungan. Bagaimanakah cara menunaikan zakat atas harta ini? Terima kasih sebelumnya.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فإن كنت أعطيت له هذا المال قرضاً فلا يجوز لك أخذ أي نسبة من الربح أصلاً، لأن كل قرض جر نفعاً فهو رباً، أما إن كنت أعطيته المال للتجارة مع الاشتراك معه في الربح فهذه مضاربة مشروعة، ويجوز لك فيها أخذ جزء من الربح على حسب الاتفاق السابق بينك وبينه.
Jika Anda memberikan uang tersebut kepadanya sebagai pinjaman (qardh), maka Anda sama sekali tidak diperbolehkan mengambil persentase apa pun dari keuntungan, karena setiap pinjaman yang menarik manfaat (bagi pemberi pinjaman) adalah riba. Adapun jika Anda memberikan uang tersebut untuk diperdagangkan dengan sistem bagi hasil keuntungan, maka ini adalah mudharabah yang disyariatkan, dan Anda diperbolehkan mengambil bagian dari keuntungan sesuai dengan kesepakatan awal antara Anda dan dia.
والفرق بين الحالتين أن ضمان رأس المال في الأولى عليه، وفي الثانية عليك. وأن القرض يراد منه غالباً الإرفاق والإحسان، أما المضاربة فهي معاملة تجارية.
Perbedaan antara kedua kondisi tersebut adalah: pada kondisi pertama (pinjaman), tanggung jawab jaminan modal berada di tangan peminjam, sedangkan pada kondisi kedua (mudharabah), risiko modal berada di tangan Anda (pemilik modal). Selain itu, pinjaman biasanya ditujukan untuk bantuan (irfaq) dan kebaikan, sementara mudharabah adalah transaksi komersial.
والزكاة في الحالة الأولى تجب عليك في رأس المال فقط، وينطبق عليها حكم زكاة الدين فإن كان على ملئ غير مماطل عليك إخراج الزكاة فيه بعد حولان الحول، وإن كان على غير ملئ وعلى مماطل، أخرجت زكاته عند استلامه من قريبك، ولا زكاة في المبلغ الزائد لأنه ربا محرم يجب عليك رده إلى قريبك.
Zakat pada kondisi pertama (pinjaman) hanya wajib atas modal pokok saja, dan berlaku padanya hukum zakat piutang. Jika piutang tersebut berada pada orang yang berkecukupan dan tidak menunda-nunda pembayaran (mali’ ghairu mumathil), Anda wajib mengeluarkan zakatnya setiap tahun setelah berlalu masa haul. Namun jika berada pada orang yang kesulitan atau sering menunda pembayaran, Anda mengeluarkan zakatnya saat uang tersebut telah Anda terima kembali dari kerabat Anda. Tidak ada zakat pada jumlah yang berlebih (bunga) karena itu adalah riba yang diharamkan yang wajib bagi Anda untuk mengembalikannya kepada kerabat Anda.
أما في الحالة الثانية فيجب عليك إخراج الزكاة على كل رأس المال مع نصيبك من الربح، ولمعرفة كيفية إخراج زكاة عروض التجارة راجع الفتوى الأخرى هنا، ولمعرفة القراض الصحيح (المضاربة) راجع الفتوى الأخرى هنا.
Sedangkan pada kondisi kedua (mudharabah), Anda wajib mengeluarkan zakat atas seluruh modal pokok beserta bagian keuntungan milik Anda. Untuk mengetahui cara mengeluarkan zakat barang dagangan (‘urudh at-tijarah), silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini, dan untuk mengetahui tentang qiradh (mudharabah) yang benar, silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini :
- Perbedaan Antara Zakat Harta dan Zakat Perdagangan
- Hukum Mensyaratkan Jaminan Modal dalam Mudharabah
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply