الدليل من القرآن على أوقات الصلوات الخمس
Dalil dari Al-Qur’an tentang Waktu Shalat Lima Waktu
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Dalil dari Al-Qur’an tentang Waktu Shalat Lima Waktu ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Shalat
السؤال:
Pertanyaan:
أرجو إفادتي بالآية الكريمة التي تلزمنا بالصلوات الخمس، لأنه لي صديقة من الشيعة ترفض أن تصلي خمس مرات، وتقول إنه لا يوجد بالمصحف ما يلزم بخمس صلوات، وإنه فقط ٣ صلوات، وهذا يؤلمني لأني أحب لها الخير وقيام الصلة بالله، وشكرا.
Mohon informasikan kepada saya ayat Al-Qur’an yang mewajibkan kita shalat lima waktu, karena saya memiliki teman seorang Syiah yang menolak shalat lima kali, ia berkata bahwa di dalam mushaf tidak ada yang mewajibkan lima kali shalat, melainkan hanya 3 kali shalat saja. Hal ini menyedihkan saya karena saya menginginkan kebaikan untuknya dan tegaknya hubungan dengan Allah, terima kasih.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فقد أجمع المسلمون قاطبة على أن الله عز وجل فرض على عباده خمس صلوات في اليوم والليلة، وهذا من المعلوم من الدين بالضرورة، فمن أنكر ذلك فهو كافر خارج من ملة الإسلام، يستتاب ثلاثة أيام، فإن تاب، وإلا، قتل ردة من قبل السلطان.
Sungguh umat Islam telah bersepakat secara bulat (ijma’) bahwa Allah ‘Azza wa Jalla mewajibkan atas hamba-hamba-Nya lima shalat dalam sehari semalam. Hal ini termasuk perkara yang sudah diketahui secara pasti sebagai bagian dari agama (ma’lum minad dini bid dharurah). Barangsiapa yang mengingkari hal tersebut maka ia kafir dan keluar dari agama Islam; ia diminta bertaubat selama tiga hari, jika ia bertaubat (maka diterima), namun jika tidak, maka ia dihukum mati karena murtad oleh penguasa.
وقد دل كتاب الله عز وجل على أوقات الصلوات الخمس، فقال تعالى:
Dan sungguh Kitabullah ‘Azza wa Jalla telah menunjukkan waktu-waktu shalat lima waktu. Allah Ta’ala berfirman:
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا [الإسراء: ٧٨]
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat).” [Al-Isra: 78]
فقوله: “لدلوك الشمس” أي زوالها. وقوله: “إلى غسق الليل” أي ظلامه. فهذا نص على إقامة الصلاة من الزوال إلى ظلام الليل، وهذا يشمل الظهر والعصر والمغرب والعشاء. ثم قال: “وقرآن الفجر” يعني صلاة الفجر. فهذه خمسة أوقات للصلوات التي أمر الله عز وجل بها.
Firman-Nya: “Duluki asy-syams” maknanya adalah tergelincirnya matahari (zawal). Dan firman-Nya: “Ila ghasaqi al-layl” maknanya adalah hingga gelapnya malam. Maka ini adalah teks tentang penegakan shalat dari sejak tergelincirnya matahari hingga gelapnya malam, yang mencakup shalat Dzuhur, ‘Ashar, Maghrib, dan ‘Isya. Kemudian Dia berfirman: “wa Qur’ana al-fajr” yakni shalat Fajr (Shubuh). Maka ini adalah lima waktu untuk shalat-shalat yang diperintahkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla.
وقول صاحبتك هذه التي لا خير في صحبتها “لا يوجد بالمصحف ما يلزم بخمس صلوات..” إلى آخر هذا الهراء. نقول لها: وهل وجد في القرآن النص pada ثلاث صلوات فقط؟!
Adapun perkataan temanmu itu—yang tidak ada kebaikan dalam bersahabat dengannya—bahwa “tidak ada di dalam mushaf yang mewajibkan lima shalat…” dan seterusnya dari omong kosong ini; kita katakan kepadanya: “Apakah ada di dalam Al-Qur’an teks yang menyatakan hanya tiga shalat saja?!”
ونلفت نظر السائلة الكريمة إلى أنه ينبغي على المسلم أن يجتهد في اختيار الصديق، بل عليه أن يتحرى الرفقة الصالحة التي تعينه على الخير وتدله عليه. وليحذر مصادقة مرتكبي البدع الخارجين من نهج أهل السنة والجماعة، لئلا يفسدوا عليه دينه ودنياه.
Kami menarik perhatian penanya yang mulia bahwa seyogianya bagi seorang muslim untuk bersungguh-sungguh dalam memilih teman, bahkan ia harus mencari teman yang saleh yang dapat menolongnya di atas kebaikan dan menunjukinya kepada kebaikan tersebut. Hendaklah ia berhati-hati dari berteman dengan para pelaku bida‘ah yang keluar dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jama‘ah, agar mereka tidak merusak agama dan dunianya.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply