Hikmah Penghapusan Tilawah Ayat Rajam dengan Tetapnya Hukum



الحكمة من نسخ تلاوة آية الرجم مع بقاء الحكم

Hikmah Penghapusan Tilawah Ayat Rajam dengan Tetapnya Hukum

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Hikmah Penghapusan Tilawah Ayat Rajam dengan Tetapnya Hukum ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab al Quran

السؤال:

Pertanyaan:

ما قصة آية الرجم الواردة في الصحيح؟ وهل هي منسوخة؟ وما الحكمة من النسخ مع بقاء الحكم؟

Bagaimana kisah Ayat Rajm yang disebutkan dalam kitab Shahih? Apakah ayat tersebut telah di-nasakh (dihapus)? Dan apa hikmah dari penghapusan (redaksi) sementara hukumnya tetap berlaku?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فقد ثبت في صحيح السنة أن الله سبحانه وتعالى أنزل آية الرجم للزاني الثيب على رسول الله صلى الله عليه وسلم، وكانت قرآناً تتلى فترة في حياة رسول الله صلى الله عليه وسلم حتى نسخ الله لفظها وبقي حكمها، وانظر تفصيل ذلك في الفتوى الأخرى هنا

Telah tsabit dalam As-Sunnah yang shahih bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan Ayat Rajm bagi pezina tsayyib (yang sudah menikah) kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ayat tersebut merupakan bagian dari Al-Qur’an yang dibaca selama beberapa waktu pada masa hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga Allah menghapus (nasakh) lafaznya namun menetapkan hukumnya. Lihat rincian hal tersebut pada fatwa lainnya di sini,

أما الحكمة من نسخ التلاوة مع بقاء الحكم فهي الابتلاء والاختبار لقوة إيمان هذه الأمة ومسارعتها إلى طاعة ربها، كما ذكر ذلك السيوطي في الإتقان، والزركشي في البرهان.

Adapun hikmah dari penghapusan tilawah (bacaan) sementara hukumnya tetap ada adalah sebagai bentuk ibtila’ (cobaan) dan ujian bagi kekuatan iman umat ini serta kecepatan mereka dalam menaati Rabb-nya, sebagaimana hal itu disebutkan oleh As-Suyuthi dalam al-Itqan, dan Az-Zarkasyi dalam al-Burhan.

حيث نقلا أن ذلك ليظهر به مقدار طاعة هذه الأمة في المسارعة إلى بذل النفس بطريق الظن من غير استفصال لطلب طريق مقطوع به، فيسرعون بأيسر شيء كما سارع الخليل إلى ذبح ولده بمنام، والمنام أدنى طريق الوحي. انتهى

Di mana keduanya menukilkan bahwa hal itu bertujuan untuk menampakkan kadar ketaatan umat ini dalam bersegera mengorbankan diri melalui jalan yang bersifat zhann (dugaan kuat karena redaksinya tidak ada lagi dalam mushaf) tanpa mencari-cari detail untuk menuntut jalan yang pasti (tertulis), sehingga mereka bersegera dengan perkara yang paling ringan sekalipun, sebagaimana Al-Khalil (Ibrahim) bersegera menyembelih putranya karena sebuah mimpi (manām), padahal mimpi adalah jalan wahyu (wahy) yang paling rendah. Selesai kutipan.

ويؤيد ما ذكراه خشية عمر رضي الله تعالى عنه من أن يترك الناس العمل بهذه الآية التي نسخ لفظها، وبقي حكمها، كما سبق في الفتوى المحال إليها رقم: الفتوى الأخرى هنا.

Dan apa yang keduanya sebutkan ini didukung oleh kekhawatiran ‘Umar radhiyallahu Ta’ala ‘anhu jangan sampai orang-orang meninggalkan pengamalan ayat ini yang telah dihapus lafaznya namun tetap berlaku hukumnya, sebagaimana yang telah disebutkan dalam fatwa yang dirujuk pada fatwa lainnya di sini.

وقد أجاب الزركشي عن الحكمة في بقاء التلاوة مع نسخ الحكم بقوله: والجواب من وجهين أحدهما: أن القرآن كما يتلى ليعرف الحكم منه والعمل به فيتلى لكونه كلام الله تعالى فيثاب عليه، فتركت التلاوة لهذه الحكمة.

Az-Zarkasyi telah menjawab mengenai hikmah tetap adanya tilawah ketika hukumnya dihapus (kasus sebaliknya) dengan perkataannya: Jawaban dari dua sisi, pertama: Bahwa Al-Qur’an sebagaimana dibaca agar hukumnya diketahui dan diamalkan, ia juga dibaca karena merupakan Kalamullah Ta’ala sehingga pembacanya mendapatkan pahala, maka tilawah tersebut ditinggalkan (tetap ada) karena hikmah ini.

وثانيهما: أن النسخ غالباً يكون للتخفيف، فأبقيت التلاوة تذكيراً بالنعمة ورفع المشقة.

Kedua: Bahwa nasakh biasanya terjadi untuk memberikan keringanan (takhfif), maka tilawah tersebut dibiarkan tetap ada sebagai pengingat akan ni’mah (nikmat) dan diangkatnya masyaqqah (kesulitan).

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.