الحكمة من الصلاة وتوزيع أوقاتها
Hikmah Shalat dan Pembagian Waktunya
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Hikmah Shalat dan Pembagian Waktunya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Shalat
السؤال:
Pertanyaan:
أود السؤال عن حكمة فرض خمس صلوات باليوم والليلة، والحكمة من ترتيبها بهذه الأوقات، فأرجو الإجابة بشيء من البيان لأن هذا السؤال يطرحة الكثير من المسلمين الجدد ونحن نعلم بأن ليس كل حكم علينا أن نسأل عنه وإنما أُمرنا بالتسليم لذك “وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُّبِينًا}، ولكن للفائدة؟ وجزاكم الله كل خير.
Saya ingin bertanya tentang hikmah diwajibkannya shalat lima waktu dalam sehari semalam, serta hikmah penyusunannya pada waktu-waktu tersebut. Saya mohon jawaban dengan penjelasan karena pertanyaan ini sering diajukan oleh banyak mualaf, sementara kita tahu bahwa tidak semua hukum harus kita tanyakan alasannya, melainkan kita diperintahkan untuk berserah diri (taslim) karena: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” Namun, ini untuk menambah faedah? Semoga Allah membalas Anda dengan segala kebaikan.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فالأصل في العبادات أنها توقيفية شرعها الله تعالى اختباراً لعباده هل يستسلموا لأمره أم لا؟ مع عجز عقولهم عن إدراك الحكمة من مثل هذه التعبدات، وفرض الصلوات الخمس في اليوم والليلة وفي أوقاتها المحددة شرعاً لا يخرج عن هذا الأمر، وإن كانت بعض العبادات قد تدرك بعض الحكم منها، وللفائدة حول موضوع الحكمة في أوقات الصلاة راجع الفتوى الأخرى هنا.
Hukum asal dalam ‘ibadah adalah bersifat tauqifiyyah (berdasarkan dalil semata), yang disyariatkan Allah Ta’ala sebagai ujian bagi hamba-hamba-Nya, apakah mereka berserah diri kepada perintah-Nya atau tidak? Di tengah keterbatasan akal mereka untuk menangkap hikmah dari peribadahan semacam ini. Maka, kewajiban shalat lima waktu dalam sehari semalam pada waktu-waktu yang ditentukan secara syara‘ tidaklah keluar dari prinsip ini, meskipun pada sebagian ‘ibadah mungkin dapat ditangkap sebagian hikmahnya. Untuk faedah mengenai tema hikmah waktu-waktu shalat, silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini :
وفي إحياء علوم الدين للغزالي منبهاً على الحكمة من بعض أعمال الحج: ولذلك وظف عليهم فيها أعمالاً لا تأنس بها النفوس ولا تهتدي إلى معانيها العقول كرمي الجمار بالأحجار والتردد بين الصفا والمروة على سبيل التكرار وبمثل هذه الأعمال يظهر كمال الرق والعبودية.
Dalam kitab Ihya ‘Ulumiddin, Al-Ghazali memberikan peringatan mengenai hikmah dari sebagian amalan haji: “Oleh karena itu, Allah membebankan kepada mereka amalan-amalan yang tidak membuat jiwa merasa terbiasa dan akal tidak mampu menemukan maknanya, seperti melempar jamarat dengan batu dan bolak-balik antara Shafa dan Marwah secara berulang kali. Dengan amalan-amalan semacam inilah tampak kesempurnaan penghambaan (riqq) dan ‘ubudiyyah.”
فإن الزكاة إرفاق ووجهه مفهوم وللعقل إليه ميل، والصوم كسر للشهوة التي هي آلة عدو الله وتفرغ للعبادة بالكف عن الشواغل، والركوع والسجود في الصلاة تواضع لله عز وجل بأفعال هي هيئة التواضع وللنفوس أنس بتعظيم الله عز وجل.
Sebab zakat adalah bentuk santunan yang maknanya dapat dipahami dan akal cenderung kepadanya. Puasa adalah upaya mematahkan syahwat yang merupakan alat musuh Allah, serta pengosongan diri untuk ‘ibadah dengan menahan diri dari berbagai kesibukan. Sedangkan rukuk dan sujud dalam shalat adalah bentuk ketawadhuan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan perbuatan yang secara fisik memang menunjukkan sikap tawadhu, sehingga jiwa merasa akrab dengan pengagungan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
فأما ترددات السعي ورمي الجمار وأمثال هذه الأعمال فلا حظ للنفوس ولا أنس فيها ولا اهتداء للعقل إلى معانيها فلا يكون في الإقدام عليها باعث إلا الأمر المجرد وقصد الامتثال للأمر من حيث إنه أمر واجب الاتباع فقط، وفيه عزل للعقل عن تصرفه وصرف النفس والطبع عن محل أنسه.
Adapun bolak-balik saat sa‘i, melempar jamarat, dan amalan-amalan semacam itu, tidak ada bagian bagi keinginan jiwa di dalamnya, tidak ada keakraban padanya, dan akal pun tidak mendapat petunjuk akan maknanya. Maka, tidak ada pendorong untuk melakukannya melainkan semata-mata karena perintah dan maksud mengikuti perintah tersebut dari sisi bahwa itu adalah perintah yang wajib diikuti saja. Di dalamnya terdapat upaya menonaktifkan akal dari kendalinya, serta memalingkan jiwa dan tabiat (thaba‘) dari hal-hal yang biasanya membuat mereka merasa nyaman.
وإذا اقتضت حكمة الله سبحانه وتعالى ربط نجاة الخلق بأن تكون أعمالهم على خلاف هوى طباعهم وأن يكون زمامها بيد الشرع فيترددون في أعمالهم على سنن الانقياد وعلى مقتضى الاستعباد كان ما لا يهتدى إلى معانيه أبلغ أنواع التعبدات في تزكية النفوس وصرفها عن مقتضى الطباع والأخلاق مقتضى الاسترقاق.
Apabila hikmah Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki untuk mengaitkan keselamatan makhluk dengan keharusan amal-amal mereka bertentangan dengan hawa nafsu tabiat mereka, serta kendalinya berada di tangan syara‘—sehingga mereka berbolak-balik dalam amal mereka di atas jalan kepatuhan dan tuntutan penghambaan—maka apa-apa yang maknanya tidak terjangkau (oleh akal) menjadi jenis peribadahan yang paling dalam pengaruhnya dalam menyucikan jiwa dan memalingkannya dari tuntutan tabiat menuju tuntutan penghambaan (istriqāq).
وإذا تفطنت لهذا فهمت أن تعجب النفوس من هذه الأفعال العجيبة مصدره الذهول عن أسرار التعبدات، وهذا القدر كاف في تفهم أصل الحج إن شاء الله تعالى. انتهى.
Jika Anda menyadari hal ini, maka Anda akan memahami bahwa keheranan jiwa terhadap perbuatan-perbuatan “anej” tersebut bersumber dari kelalaian akan rahasia-rahasia peribadahan. Kadar ini sudah mencukupi dalam memahami landasan haji, insya Allah Ta’ala. Selesai kutipan.
وللمزيد راجع الفتوى الأخرى هنا
Untuk tambahan, silakan rujuk fatwa lainnya di sini
- Hikmah dalam Ibadah dan Syariat sesuai Sifat yang Diperintahkan
- Hikmah di Balik Shalat Jum’at Menjadi Dua Raka’at
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply