Mengusap Khuff Dibolehkan Jika Memenuhi Syarat



المسح على الخفين جائز إذا استوفى الشروط

Mengusap Khuff Dibolehkan Jika Memenuhi Syarat

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Mengusap Khuff Dibolehkan Jika Memenuhi Syarat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Thaharah

السؤال:

Pertanyaan:

ما هي شروط المسح على الخفين والجوربين وما حكم ذلك؟

Apa saja syarat-syarat mengusap di atas dua khuff (kaus kaki kulit) dan dua jawrab (kaus kaki), serta bagaimana hukumnya?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فالمسح على الخفين والجوربين ثابت عن النبي صلى الله عليه وسلم من فعله وقوله، وعليه العمل عند كافة أهل العلم من أهل السنة.

Mengusap di atas dua khuff dan dua jawrab adalah tsabit (tetap/pasti) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baik dari perbuatan maupun perkataan beliau, dan hal ini diamalkan di sisi seluruh ahli ilmu dari kalangan Ahlus Sunnah.

فقد ثبت في الصحيحين عن جرير أنه بال، ثم توضأ ومسح على خفيه، فقيل له: تفعل هكذا؟ قال: نعم، رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم صنع مثل هذا.

Telah tsabit dalam Ash-Shahihain dari Jarir bahwasanya ia buang air kecil, kemudian berwudhu dan mengusap di atas kedua khuff-nya. Lalu dikatakan kepadanya: “Apakah engkau melakukan hal ini?” Ia menjawab: “Ya, aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal seperti ini.”

إِنِّي أَدْخَلْتُهُمَا طَاهِرَتَيْنِ، فَمَسَحَ عَلَيْهِمَا

“Sesungguhnya aku memasukkan keduanya (kaki) dalam keadaan suci, maka beliau mengusap di atas keduanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

وبالجملة فالمسح على الخفين رخصة من رخص شريعة الله الغراء التي تجسد سماحتها ويسرها وملاءمتها لكل حالٍ ولكل زمان ومكانٍ. ويشترط لجواز المسح على الخفين والجوربين شروط:

Secara garis besar, mengusap di atas khuff merupakan salah satu rukhshah (keringanan) dari keringanan-keringanan syariat Allah yang mulia, yang mencerminkan kelapangan, kemudahan, dan kesesuaiannya untuk setiap keadaan, zaman, dan tempat. Namun, disyaratkan untuk kebolehan mengusap di atas khuff dan jawrab beberapa syarat:

١- أن يلبسهما على طهارة كاملة.

1- Memakainya dalam keadaan suci (thaharah) yang sempurna.

٢- أن يسترا محل الفرض وهو كل القدمين إلى الكعبين.

2- Menutupi bagian yang wajib (dibasuh saat wudhu), yaitu seluruh kedua kaki hingga kedua mata kaki (ka’bain).

٣- أن يمكن تتابع المشي بهما عادة، بأن يكونا ثابتين على القدمين.

3- Memungkinkan untuk digunakan berjalan secara terus-menerus menurut kebiasaan, yakni posisinya tetap/kokoh pada kaki.

٤- أن يكونا مباحين، فلا يصح المسح على المغصوب، ولا على ما كان غالبه حريراً بالنسبة للرجال.

4- Keduanya harus merupakan barang yang mubah (halal digunakan), maka tidak sah mengusap di atas barang ghashab (hasil curian/paksaan), tidak pula pada bahan yang didominasi sutra bagi laki-laki.

٥- أن يكونا طاهرين عيناً.

5- Keduanya harus suci secara zat bendanya (bukan najis).

٦- أن يكونا صفيقين، لا ترى بشرة القدم من تحتهما، وهذا قول عامة الفقهاء.

6- Keduanya harus tebal (shafiq), sehingga kulit kaki tidak terlihat dari baliknya. Ini adalah pendapat mayoritas ahli fikih (fuqaha).

فإذا توفرت هذه الشروط، مسح المقيم يوماً وليلة، والمسافر ثلاثة أيامٍ بلياليهن. وكيفية المسح هي أن يمسح على ظهر الخفين أو الجوربين مسحاً خفيفاً، ولا يمسح على باطنهما مما يلي الأرض.

Apabila syarat-syarat ini telah terpenuhi, maka orang yang mukim (menetap) boleh mengusap selama sehari semalam, dan orang yang musafir (bepergian) selama tiga hari tiga malam. Adapun tata cara mengusapnya adalah dengan mengusap bagian punggung (atas) khuff atau jawrab dengan usapan yang ringan, dan tidak mengusap bagian bawahnya yang menyentuh tanah.

لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْيِ، لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلَاهُ. لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ

“Seandainya agama itu dengan logika (semata), niscaya bagian bawah khuff lebih utama untuk diusap daripada bagian atasnya. Sungguh aku telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap di atas bagian punggung kedua khuff-nya.” (HR. Abu Dawud)

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.