القرآن كله مأمور بتلاوته
Seluruh Al-Qur’an Diperintahkan untuk Dibaca
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Seluruh Al-Qur’an Diperintahkan untuk Dibaca ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Shalat
السؤال:
Pertanyaan:
هل ورد في الآثار أي نهي أو كراهة في صلاة المرء بسورة المسد (تبت يدا)؟ أفيدونا مأجورين؟
Apakah terdapat dalam riwayat-riwayat (athar) suatu larangan atau kemakruhan (dibenci) mengenai shalat seseorang dengan membaca Surah Al-Masad (Tabbat Yada)? Mohon beri kami penjelasan, semoga Anda diberi pahala?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فإن الإدلة من الكتاب والسنة بعمومها تدل على فضل تلاوة القرآن كله من غير استثناء، قال الله تعالى حاكياً عن رسوله محمد صلى الله عليه وسلم:
Sesungguhnya dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah secara umum menunjukkan keutamaan membaca Al-Qur’an secara keseluruhan tanpa pengecualian. Allah Ta’ala berfirman menceritakan tentang Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَنْ أَتْلُوَ الْقُرْآنَ [النمل: ٩١-٩٢]
“Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. Dan supaya aku membacakan Al-Qur’an.” [An-Naml: 91-92]
وقال الله تعالى:
Dan Allah Ta’ala berfirman:
فَاقْرَأُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ [المزمل: ٢٠]
“Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an.” [Al-Muzzammil: 20]
وقال النبي صلى الله عليه وسلم: من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها، لا أقول ألم حرف، ولكن ألف حرف ولام حرف وميم حرف. رواه الترمذي والطبراني وغيرهما.
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan ‘Alif Lam Mim’ itu satu huruf, melainkan Alif itu satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi, Ath-Thabrani, dan selainnya).
وفي صحيح مسلم من حديث أبي أمامة الباهلي قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول:
Dalam Shahih Muslim dari hadits Abu Umamah al-Bahili, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اقْرَأُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)
فهذه النصوص وغيرها تدل على أنه لا فرق بين سورة وسورة، فإن القرآن كله مأمور بتلاوته، ولم نعثر على أثر يدل على النهي عن قراءة سورة المسد، ولعله غير موجود.
Maka teks-teks ini dan yang lainnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara satu surah dengan surah lainnya, karena sesungguhnya seluruh Al-Qur’an diperintahkan untuk dibaca. Dan kami tidak menemukan adanya riwayat yang menunjukkan larangan membaca Surah Al-Masad, dan barangkali (riwayat tersebut) memang tidak ada.
فكيف ينهى صلى الله عليه وسلم عن قراءة سورة من كتاب الله تعالى تشتمل على الوعيد الشديد الذي أعده الله تعالى لمن يسعى في الصد عن سبيله ويكون مثالاً للكافر المعاند.
Sebab bagaimana mungkin beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membaca sebuah surah dari Kitabullah Ta’ala yang mengandung ancaman keras yang Allah Ta’ala siapkan bagi siapa saja yang berusaha menghalangi jalan-Nya, serta menjadi tamsil bagi orang kafir yang membangkang.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply