Hukum Masturbasi dan Cara Menghentikannya



حكم العادة السرية، والوسائل المعينة على تركها

Hukum Masturbasi dan Cara Menghentikannya

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Hukum Masturbasi dan Cara Menghentikannya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Keluarga

السؤال:

Pertanyaan:

هل العادة السرية حرام؟ وما السبيل لإيقافها؟

Apakah kebiasaan rahasia (istimna’) itu haram? Dan bagaimanakah jalan untuk menghentikannya?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shohabah-nya. Amma ba’du:

فاستعمال العادة السرية، وهي الاستمناء باليد أو بغير ذلك موجب للغسل، وهو محرم بالكتاب والسنة والنظر الصحيح.

Melakukan kebiasaan rahasia (al-‘adah as-sirriyyah), yaitu istimna’ dengan tangan atau selainnya, mewajibkan ghusl (mandi wajib), dan hukumnya adalah haram berdasarkan Al-Kitab, as-Sunnah, dan tinjauan nalar yang benar.

قال الله جل وعلا:

Allah Jalla wa ‘Ala berfirman:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ۝ إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ۝ فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذٰلِكَ فَأُولٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ [المؤمنون: ٥-٧]

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [Al-Mu’minun: 5-7]

فالاستمناء باليد من الاعتداء المذكور في الآية، فهو داخل فيما وراء ذلك. وقال الرسول صلى الله عليه وسلم:

Maka istimna’ dengan tangan termasuk bentuk melampaui batas (i‘tida’) yang disebutkan dalam ayat tersebut, karena ia termasuk dalam kategori “apa yang di balik itu”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ؛ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian yang telah mampu untuk menikah maka hendaklah ia menikah, karena hal itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah perisai baginya.” (Muttafaqun ‘Alaih)

فلم يجعل له من سبيل إلا التزوج أو الصوم. وأما النظر الصحيح، فإنه يترتب على هذا الفعل مضار كثيرة ذكرها أهل الطب، منها ما يعود على البدن، ومنها ما يعود على الغريزة الجنسية نفسها، وعلى الفكر والتدبير كذلك.

Maka beliau tidak menjadikan jalan keluar baginya kecuali dengan menikah atau berpuasa. Adapun tinjauan nalar yang benar, sesungguhnya perbuatan ini berakibat pada banyak kemudharatan yang telah disebutkan oleh para ahli medis, di antaranya ada yang berdampak pada badan, ada yang berdampak pada insting seksual itu sendiri, serta berdampak pula pada pikiran dan kemampuan mengatur urusan.

والذي ننصحك به أن تكثر من الصوم، كما ذكر النبي صلى الله عليه وسلم، وأن تكثر من الطاعات والأذكار، وأن تبتعد عن المثيرات والمهيجات؛ كالصور والأفلام الجنسية والأغاني.

Hal yang kami nasihatkan kepada Anda adalah agar Anda memperbanyak puasa, sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, memperbanyak ketaatan dan dzikir-dzikir, serta menjauh dari hal-hal yang membangkitkan dan merangsang syahwat; seperti gambar-gambar, film-film seksual, dan nyanyian.

وأن تشتغل بما يملأ عليك وقتك من مطالعة أو تجارة أو أي مهنة نافعة مباحة، وأن تلتزم رفقة طيبة صالحة، تقضي معهم أكثر قدر ممكن من الوقت، لأن الخلوة من أعظم الأسباب المهيجة للتفكير وما يترتب عليه.

Serta hendaknya Anda menyibukkan diri dengan hal-hal yang mengisi waktu Anda, baik berupa kegiatan membaca, perniagaan, atau profesi apa pun yang bermanfaat dan mubah. Berkomitmenlah untuk bergaul dengan teman-teman yang baik dan saleh, habiskanlah waktu sebanyak mungkin bersama mereka, karena menyendiri (khalwah) adalah salah satu sebab terbesar yang membangkitkan pikiran-pikiran (negatif) dan apa yang diakibatkannya.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.