لماذا نقع في فخ مشاهدة المواقع الإباحية على الإنترنت وماذا نفعل تجاهها؟
Mengapa Kita Terjebak dalam Jeratan Menonton Situs Porno di Internet dan Apa yang Harus Kita Lakukan Terhadapnya?
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Mengapa Kita Terjebak dalam Jeratan Menonton Situs Porno di Internet dan Apa yang Harus Kita Lakukan Terhadapnya? ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Keluarga
السؤال:
Pertanyaan:
ما حكم وكفارة مشاهدة المواقع الاباحية على الانترنت؟ و كيف يمكن التخلص من هذه العادة؟ وما حكم المتزوج أو غير المتزوج الذي يفعل ذلك ثم يقوم بممارسة العادة السرية بعد ذلك؟ مع العلم أن هذا الداء قد انتشر بشدة بين أبناء المسلمين خاصة في عصر الفحش الذي نعيش فيه؟ أغيثونا بالله عليكم.
Apa hukum dan kaffarah dari menonton situs-situs porno di internet? Dan bagaimana cara agar bisa terlepas dari kebiasaan ini? Serta apa hukumnya bagi orang yang sudah menikah maupun yang belum menikah yang melakukan hal tersebut kemudian melakukan kebiasaan rahasia (istimna’) setelahnya? Perlu diketahui bahwa penyakit ini telah menyebar luas di kalangan anak-anak kaum muslimin, terutama di zaman kekejian tempat kita hidup sekarang ini. Tolonglah kami demi Allah.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shohabah-nya. Amma ba’du:
فنسأل الله تعالى أن يحفظ على المسلمين أعراضهم، وأن يرزقهم طاعته ومراقبته في السر والعلن، والواجب على المسلمين أن يحسنوا استخدام هذه التقنية، وأن يحرصوا على ما ينفعهم منها من علم نافع، وبحث مفيد وسريع في شتى مجالات المعرفة.
Maka kami memohon kepada Allah Ta‘ala agar menjaga kehormatan kaum muslimin, serta menganugerahi mereka ketaatan kepada-Nya dan perasaan diawasi (muraqabah) oleh-Nya baik dalam keadaan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Wajib bagi kaum muslimin untuk mempergunakan teknologi ini dengan baik, serta bersemangat dalam mengambil manfaat darinya berupa ilmu yang bermanfaat, penelitian yang berguna dan cepat di berbagai bidang pengetahuan.
فقد قال صلى الله عليه وسلم:
Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ
“Bersungguh-sungguhlah pada apa yang bermanfaat bagimu.” (HR. Muslim)
والانترنت وسيلة من الوسائل التي قد تستخدم في النافع وقد تستخدم في الضار، فلا يجوز مطالعة المواقع الإباحية، ولا النظر إلى صور النساء، لأن هذا من المحرمات الواجب على العبد أن يزدجر عنها ويتركها امتثالاً لأمر الله جل وعلا.
Internet adalah salah satu sarana yang terkadang digunakan untuk hal yang bermanfaat dan terkadang digunakan untuk hal yang membahayakan. Maka tidak diperbolehkan melihat situs-situs porno, tidak pula melihat gambar-gambar wanita, karena hal ini termasuk keharaman yang wajib bagi seorang hamba untuk menjauhinya dan meninggalkannya sebagai bentuk kepatuhan terhadap perintah Allah Jalla wa ‘Ala.
قال تعالى:
Allah Ta‘ala berfirman:
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ [الأعراف: ١٥٧]
“Dan Dia menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” [Al-A’raf: 157]
وقال تعالى:
Dan Allah Ta‘ala berfirman:
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ [النور: ٣٠]
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya’.” [An-Nur: 30]
ومن نظر إلى هذه الصور وداوم على مطالعة هذه المواقع قاده ذلك إلى الوقوع فيما هو أعظم من ذلك: كالزنا واللواط، أو الاستغناء بهذا عن الزواج المباح، أو التقصير في حق زوجته فيقودها ذلك إلى الانحراف، أو النفرة منه، وبالتالي الفرقة المستحكمة.
Barangsiapa yang melihat gambar-gambar ini dan terus-menerus melihat situs-situs tersebut, maka hal itu akan menyeretnya terjerumus ke dalam apa yang lebih besar dari itu: seperti zina dan liwath (sodomi), atau merasa cukup dengan hal ini sehingga meninggalkan pernikahan yang mubah, atau lalai dalam menunaikan hak istrinya sehingga hal itu menyeret sang istri menuju penyimpangan, atau menimbulkan kebencian istri kepadanya, yang pada akhirnya mengakibatkan perpisahan yang mendalam.
فالذي ينبغي هو أن يقلع عن هذا الذنب فوراً، وأن يسارع إلى التوبة، ويقلع عن هذه المعصية التي توجب مقت الله، وفساد القلب وقسوته وانطفاء نوره.
Maka yang seharusnya dilakukan adalah segera berhenti dari dosa ini, bersegera menuju taubat, dan meninggalkan kemaksiatan ini yang mengakibatkan kemurkaan Allah, serta merusak hati, mengeraskannya, dan memadamkan cahayanya.
ومما يعين على التوبة ألا يسمح لنفسه بفتح المواقع الإباحية، أو الرسائل التي تتضمن صوراً إباحية مهما كانت الظروف، وليخرج فوراً، ويغلق الجهاز ويخرج، أو ينصرف إلى عمل أخر إذا لزم الأمر.
Di antara hal yang membantu dalam bertaubat adalah tidak membiarkan diri sendiri membuka situs-situs porno, atau pesan-pesan yang mengandung gambar-gambar porno bagaimanapun kondisinya. Hendaklah ia segera keluar, menutup perangkatnya, atau beralih ke pekerjaan lain jika diperlukan.
ومما يعين أيضاً ألا يتصفح الإنترنت إلا ومعه غيره من أهل الصلاح ممن لا يعينه على هذا الفعل القبيح.
Di antara hal yang membantu juga adalah tidak berselancar di internet kecuali bersamanya ada orang lain dari kalangan orang-orang saleh yang tidak akan membantunya melakukan perbuatan buruk tersebut.
وقيامه بالاستمناء أو ممارسة العادة السرية ـ كما يعرف ـ هو نتيجة طبيعية لمثل هذا الفعل المحرم، لأنه يثير غرائزه ويهيج شهوته، فيحتاج بعد ذلك إلى تفريغ شهوته، فيصل الفعل المحرم ـ وهو النظر ـ بفعل محرم آخر وهو: الاستمناء.
Dan tindakannya melakukan istimna’ atau melakukan kebiasaan rahasia (al-‘adah as-sirriyyah)—sebagaimana yang dikenal—adalah akibat alami dari perbuatan haram tersebut. Karena hal itu membangkitkan instingnya dan mengobarkan syahwatnya, sehingga setelah itu ia butuh untuk menyalurkan syahwatnya, maka ia menyambung perbuatan haram—yaitu pandangan mata—dengan perbuatan haram lainnya yaitu: istimna’.
قال تعالى:
Allah Ta‘ala berfirman:
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ [المؤمنون: ٥-٧]
“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [Al-Mu’minun: 5-7]
وفعله ذلك محرم، سواء كان متزوجاً أم غير متزوج، لأنه يهيج شهوته بنفسه، ويصل إلى المحرم بإرادته، وكونه متزوجاً مع هذا الفعل أشد حرمة.
Perbuatannya tersebut adalah haram, baik ia sudah menikah maupun belum menikah, karena ia membangkitkan syahwatnya sendiri dan menempuh jalan yang haram dengan kehendaknya. Dan statusnya yang sudah menikah menjadikan perbuatan tersebut lebih berat tingkat keharamannya.
فعلى المسلمين أن يتقوا الله جل وعلا، وأن يراقبوا مولاهم، وأن يعلموا أن الله مطلع عليهم في سرهم وعلنهم، والله أسأل أن يصلح أبناء المسلمين، وأن يعصمهم من الزلل.
Maka wajib bagi kaum muslimin untuk bertakwa kepada Allah Jalla wa ‘Ala, merasakan pengawasan dari Pemimpin mereka (Allah), dan mengetahui bahwa Allah Maha Melihat mereka baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Kepada Allah kami memohon agar memperbaiki anak-anak kaum muslimin dan menjaga mereka dari ketergelinciran.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply