Anjuran untuk Menjaga Sholat Subuh dan Membaca Al-Quran



الترغيب في المحافظة على صلاة الفجر وتلاوة القرآن

Anjuran untuk Menjaga Sholat Subuh dan Membaca Al-Quran

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Anjuran untuk Menjaga Sholat Subuh dan Membaca Al-Quran ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Shalat

السؤال:

Pertanyaan:

عاجل عاجل: إنني لا أنهض لصلاة الفجر كثيرا، فأريد منكم – بارك الله فيكم- أن تعطوني نصائح وبشارات لكي أنهض وأتشجع للصلاة في المسجد.

Penting, penting: Sesungguhnya saya sering tidak bangun untuk mengerjakan sholat subuh. Maka saya memohon kepada Anda —semoga Allah memberkahi Anda— agar memberikan nasihat-nasihat dan kabar gembira kepada saya supaya saya bisa bangun dan bersemangat untuk sholat di masjid.

ولكي أتلو القرآن كثيرا, وآتي إلى الصلوات الخمس مبكرا في المسجد, لأنني دائما تفوتني ركعة أو اثنتان.

Serta agar saya bisa banyak membaca Al-Quran, dan mendatangi sholat lima waktu lebih awal di masjid, karena saya selalu tertinggal satu atau dua raka’at.

وأحيانا أنام عن صلاة العصر والمغرب ولا أقوم إلا بعد صلاة العشاء. فأرجوكم بعد الله أن تعينوني والله يجزيكم خيرا إن شاء الله.

Dan terkadang saya tertidur sehingga melewatkan sholat ‘ashar dan maghrib, dan tidak bangun kecuali setelah sholat ‘isya. Maka saya memohon kepada Anda setelah memohon kepada Allah agar membantu saya, dan semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan, insya Allah.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shohabah-nya. Amma ba’du:

فالنصيحة المبذولة لك أيها الأخ الكريم هي أن تعلم وتوقن أن طاعة الله سبب الفوز والفلاح في الدنيا والآخرة، وأن التخاذل عن طاعته والتقرب منه لا يضر به العبد إلا نفسه.

Maka nasihat yang diberikan kepada Anda wahai saudara yang mulia adalah hendaknya Anda mengetahui dan meyakini bahwa ketaatan kepada Allah adalah sebab keberuntungan dan kesuksesan di dunia dan akhirat. Dan sesungguhnya sikap malas dari ketaatan kepada-Nya serta menjauh dari kedekatan dengan-Nya tidaklah membahayakan kecuali bagi diri hamba itu sendiri.

كما قال الله جل اسمه في الحديث القدسي:

Sebagaimana firman Allah Jalla Ismuhu dalam hadits qudsi:

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي وَلَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّي فَتَضُرُّونِي. يَا عِبَادِي إِنَّمَا هي أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوفِّيكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ، وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak akan mampu mendatangkan manfaat bagi-Ku sehingga kalian memberi manfaat kepada-Ku, dan kalian tidak akan mampu mendatangkan mudharat bagi-Ku sehingga kalian memberi mudharat kepada-Ku. Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya itu adalah amal-amal kalian yang Aku catat untuk kalian, kemudian Aku sempurnakan balasannya bagi kalian. Maka barangsiapa mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji Allah. Dan barangsiapa mendapati selain itu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.” (HR. Muslim)

وقد بين الله تعالى أن طاعته وابتغاء مرضاته هو سبيل نيل الحياة الطيبة في دور العبد الثلاث في الدنيا وفي البرزخ وفي الآخرة، قال عز وجل:

Dan sungguh Allah Ta‘ala telah menjelaskan bahwa ketaatan kepada-Nya dan mencari keridhaan-Nya adalah jalan untuk meraih kehidupan yang baik di tiga alam hamba: di dunia, di alam barzakh, dan di akhirat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [النحل: ٩٧]

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [An-Nahl: 97]

وأما صلاة الفجر فالمحافظة عليها من أجل القربات، وحسبك ما في الصحيح من قوله صلى الله عليه وسلم:

Adapun sholat subuh, maka menjaganya termasuk ibadah yang paling mulia. Cukuplah bagi Anda apa yang ada dalam ash-shohih dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang mengerjakan sholat al-bardain (yaitu sholat subuh dan ashar), maka ia masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

وحسبك أن المحافظة عليها في وقتها من علامات المؤمنين، فإن صلاة العشاء وصلاة الصبح هما أثقل صلاتين على المنافقين.

Dan cukuplah bagi Anda bahwa menjaganya pada waktunya termasuk tanda-tanda orang beriman, karena sesungguhnya sholat ‘isya dan sholat subuh adalah dua sholat yang paling berat bagi orang-orang munafik.

وأما تلاوة القرآن ففضلها عظيم كما نطقت بذلك الآيات والأحاديث الكثيرة، قال الله عز وجل:

Adapun membaca Al-Quran, maka keutamaannya sangat agung sebagaimana yang dinyatakan oleh banyak ayat dan hadits. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ [فاطر: ٢٩]

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” [Fathir: 29]

وأما التبكير للصلاة وانتظارها في المسجد فهو من الرباط؛ كما قال النبي صلى الله عليه وسلم:

Adapun berangkat lebih awal untuk sholat dan menunggunya di masjid, maka hal itu termasuk ribath (menjaga perbatasan); sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ… إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ. فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang sesuatu yang dengannya Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajat?… menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang sulit, memperbanyak langkah menuju masjid, dan menunggu sholat setelah sholat. Itulah yang dinamakan ribath, itulah yang dinamakan ribath.” (HR. Muslim)

وأما نومك عن الصلاة فإن كنت تتخذ الأسباب المعينة على الاستيقاظ ثم لا تستيقظ فلا إثم عليك في ذلك، وإن كنت تترك الأخذ بأسباب الاستيقاظ فيخشى عليك أن تكون آثما كما ذهب إلى ذلك بعض العلماء، وانظر الفتوى الأخرى هنا.

Adapun tidur Anda sehingga melewatkan sholat, jika Anda telah melakukan sebab-sebab yang membantu untuk bangun namun kemudian tidak terbangun juga, maka tidak ada dosa atas Anda dalam hal itu. Akan tetapi jika Anda meninggalkan upaya mengambil sebab-sebab untuk bangun, maka dikhawatirkan Anda berdosa sebagaimana pendapat sebagian ulama; silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini.

ومما يعينك على القيام بهذه الوظائف الشريفة استحضار فضائلها وعظيم ما وعد الله عليها من الأجر.

Di antara hal yang membantu Anda untuk melaksanakan tugas-tugas yang mulia ini adalah dengan menghadirkan keutamaan-keutamaannya serta besarnya pahala yang dijanjikan Allah atasnya.

ومما يعينك على ذلك أيضا استحضار حقارة الدنيا وهوانها على الله تعالى وأنها سريعة الزوال فلا تستحق أن يؤثرها العبد على الباقي النافع. قال الله:

Dan di antara yang membantunya juga adalah menghadirkan perasaan tentang rendahnya dunia dan hinanya ia di sisi Allah Ta‘ala, serta sesungguhnya dunia itu cepat sirna sehingga tidak layak bagi seorang hamba untuk lebih mendahulukannya daripada sesuatu yang kekal dan bermanfaat (akhirat). Allah berfirman:

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ۝ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى [الأعلى: ١٦-١٧]

“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” [Al-A’la: 16-17]

ومما يعينك على ذلك أيضا الاجتهاد في دعاء الله تعالى فإن القلوب بين إصبعين من أصابعه تعالى يقلبها كيف يشاء، ومن يهد الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، فأكثر من دعاء الله تعالى أن يلهمك رشدك ويوفقك لأرشد أمرك.

Dan di antara yang membantunya juga adalah bersungguh-sungguh dalam berdoa kepada Allah Ta‘ala, karena sesungguhnya hati itu berada di antara dua jemari dari jemari-Nya yang Dia bolak-balikkan sekehendak-Nya. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Maka perbanyaklah doa kepada Allah Ta‘ala agar Dia mengilhamkan kepada Anda petunjuk-Nya dan memberikan taufik kepada Anda menuju perkara yang paling lurus.

وانظر لبيان بعض الأسباب المعينة على الاستيقاظ لصلاة الفجر الفتوى الأخرى هنا.

Dan untuk penjelasan mengenai beberapa sebab yang membantu untuk bangun mengerjakan sholat subuh, silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.