ثمرات العبادة وآثارها على الفرد والأمة
Buah Ibadah dan Dampaknya terhadap Individu dan Umat
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Buah Ibadah dan Dampaknya terhadap Individu dan Umat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
ما أثر العبادة على الفرد والمجتمع؟
Apa dampak ‘ibadah terhadap individu dan masyarakat?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shohabah-nya. Amma ba’du:
فالإجابة على سؤالك تتطلب تفصيلاً لا يتسع المقام له؛ فالأمر يستحق بحثًا طويلاً إن لم نقل إنه يستحق أن يفرد له كتاب مستقل. فلذا نكتفي بنبذة مختصرة عن هذا الموضوع الواسع فنقول وبالله التوفيق:
Jawaban atas pertanyaan Anda memerlukan penjelasan mendalam yang tidak mencukupi dalam ruang ini. Perkara ini layak untuk dijadikan sebuah penelitian yang panjang, bahkan layak untuk dikhususkan dalam satu kitab tersendiri. Oleh karena itu, kami cukupkan dengan ringkasan singkat mengenai tema yang luas ini, maka kami katakan dengan memohon taufik dari Allah:
إن العبادة هي الحكمة التي خلق الله تعالى من أجلها الإنسان، كما قال تعالى:
Sesungguhnya ‘ibadah adalah hikmah tujuan Allah Ta‘ala menciptakan manusia, sebagaimana firman-Nya Ta‘ala:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ [الذاريات: ٥٦]
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” [Adz-Dzariyat: 56]
قال الإمام ابن كثير في تفسيره لهذه الآية: ومعنى الآية أنه تبارك وتعالى خلق العباد ليعبدوه وحده لا شريك له؛ فمن أطاعه جازاه أتم الجزاء، ومن عصاه عذبه أشد العذاب. وأخبر أنه غير محتاج إليهم، بل هم الفقراء إليه في جميع أحوالهم. فهو خالقهم ورازقهم. انتهى.
Imam Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya mengenai ayat ini: “Makna ayat tersebut adalah bahwa Allah Tabaraka wa Ta‘ala menciptakan hamba-hamba agar mereka menyembah-Nya semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Barangsiapa yang menaati-Nya niscaya Dia akan membalasnya dengan balasan yang sempurna, dan barangsiapa yang mendurhakai-Nya niscaya Dia akan mengazabnya dengan azab yang sangat pedih. Dia juga mengabarkan bahwa Dia tidaklah butuh kepada mereka, melainkan merekalah yang faqir (butuh) kepada-Nya dalam segala keadaan mereka. Dialah Pencipta mereka dan Pemberi Rezeki mereka.” Selesai kutipan.
فالعبادة شاملة لكل ما دل دليل شرعي على أنه يتعبد به لله، ويدخل في هذا كل طاعة لله تعالى تقرب إليه، ومن أمثلة هذه الطاعات وأثرها على الفرد المسلم ما يلي:
Maka ‘ibadah itu mencakup segala sesuatu yang ditunjukkan oleh dalil syar‘i sebagai bentuk penghambaan kepada Allah. Termasuk di dalamnya adalah setiap ketaatan kepada Allah Ta‘ala yang mendekatkan diri kepada-Nya. Di antara contoh ketaatan tersebut dan dampaknya bagi individu muslim adalah sebagai berikut:
أولاً: توحيد الله تعالى: فهو أهم عبادة يفعلها المسلم، وشرط لقبول كل الأعمال، إضافة إلى أن عدمها هي الذنب الوحيد الذي لا يغفره الله؛ فقد قال تعالى:
Pertama: Tauhid kepada Allah Ta‘ala. Ia adalah ‘ibadah yang paling penting bagi seorang muslim, serta syarat bagi diterimanya seluruh amal. Selain itu, ketiadaan tauhid merupakan satu-satunya dosa yang tidak diampuni Allah (jika dibawa mati tanpa taubat). Allah Ta‘ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ [النساء: ٤٨]
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” [An-Nisa: 48]
وللمزيد من فوائد التوحيد راجع **فتوة أخرى هنا**.
Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai manfaat tauhid silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini :
ثانيًا: الصلاة: فإن المحافظة عليها بإتقان سبب للبعد عن المعاصي والمنكرات؛ فقد قال تعالى:
Kedua: Sholat. Sesungguhnya menjaganya dengan baik merupakan sebab untuk menjauh dari kemaksiatan dan kemungkaran. Allah Ta‘ala berfirman:
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ [العنكبوت: ٤٥]
“Dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” [Al-Ankabut: 45]
وراجع المزيد من فوائدها في **فتوة أخرى هنا**.
Silakan merujuk manfaat lainnya dalam fatwa lainnya di sini :
ثالثًا: الزكاة: فهي الركن الثالث من أركان الإسلام وإخراجها سبب لتزكية مخرجها وتطهيره؛ كما قال تعالى:
Ketiga: Zakat. Ia adalah rukun Islam yang ketiga, dan menunaikannya menjadi sebab bagi kesucian dan pembersihan jiwa pelakunya. Allah Ta‘ala berfirman:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا [التوبة: ١٠٣]
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” [At-Tawbah: 103]
وراجع المزيد في **فتوة أخرى هنا** و **فتوة أخرى هنا**.
Silakan merujuk penjelasan lebih lanjut pada fatwa lainnya di sini :
رابعًا: الصيام: فهو الركن الرابع من أركان الإسلام، وهو سبب للاتصاف بالتقوى؛ كما قال تعالى:
Keempat: Shiyam (Puasa). Ia adalah rukun Islam yang keempat, dan ia merupakan sarana untuk meraih sifat taqwa. Allah Ta‘ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ [البقرة: ١٨٣]
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [Al-Baqarah: 183]
إضافة إلى كونه سببًا لمغفرة الذنوب إذا كان خالصًا لوجه الله تعالى؛ فقد قال صلى الله عليه وسلم:
Selain itu, puasa juga menjadi sebab diampuninya dosa-dosa jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah Ta‘ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘Alaih)
وراجع **فتوة أخرى هنا**.
Silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini :
خامسًا: الحج: الذي هو الركن الخامس من أركان الإسلام، وأداؤه سالمًا من الرفث والفسوق سبب لمغفرة ما تقدم من الذنوب قبله؛ فقد قال صلى الله عليه وسلم:
Kelima: Haji. Ia adalah rukun Islam yang kelima. Melaksanakannya dengan selamat dari perbuatan keji (rafats) dan kefasikan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa sebelumnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ حَجَّ هَذَا الْبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
“Barangsiapa yang berhaji ke Baitullah ini, lalu ia tidak berbuat rafats dan tidak berbuat fasik, niscaya ia kembali (suci) seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (Muttafaqun ‘Alaih)
وللفائدة راجع **فتوة أخرى هنا** و **فتوة أخرى هنا**.
Untuk tambahan manfaat silakan merujuk pada fatwa lainnya disini :
سادسًا: ذكر الله تعالى: فإنه سبب لطمأنينة القلب وراحة النفس؛ حيث قال تعالى:
Keenam: Dzikrullah (mengingat Allah) Ta‘ala. Ia adalah sebab bagi ketenangan hati dan ketenteraman jiwa. Allah Ta‘ala berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ [الرعد: ٢٨]
“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” [Ar-Ra’d: 28]
سابعًا: تلاوة القرآن: فإنها سبب للخشوع بالنسبة للمؤمنين المتصفين بالخشية من الله تعالى؛ فقد قال تعالى:
Ketujuh: Tilawah Al-Quran. Ia adalah sarana meraih kekhusyukan bagi orang-orang beriman yang memiliki rasa takut kepada Allah Ta‘ala. Allah Ta‘ala berfirman:
اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ [الزمر: ٢٣]
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi lembut kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.” [Az-Zumar: 23]
ثامنًا: الدعاء: فإنه عبادة عظيمة وسبب لدفع الهم والغم ورفع البلاء، وغير ذلك من فوائده الكثيرة، والتي تقدم بعضها في فتوة أخرى هنا
Kedelapan: Doa. Ia adalah ‘ibadah yang agung dan sarana untuk menolak kegundahan, kesedihan, serta mengangkat bala (musibah), di samping manfaat-manfaat lainnya yang banyak. Sebagian darinya telah dijelaskan pada atwa lainnya di sini :
والمجتمع ليس إلا مجموعة من الأفراد؛ فكل ما كان الفرد أكثر استقامة على عبادة الله تعالى وتأثرًا بها انعكس ذلك إيجابًا على المجتمع. فالعبادة هي سبب نظام الكون وصلاحه وسبيل سعادة البشرية جمعاء. ومن أمثلة أثر العبادة على المجتمع نقتصر على ما يلي:
Masyarakat hanyalah sekumpulan individu. Manakala individu semakin istiqomah dalam ‘ibadah kepada Allah Ta‘ala dan terwarnai olehnya, hal itu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. ‘Ibadah adalah sebab keteraturan alam semesta dan perbaikannya, serta jalan kebahagiaan bagi seluruh umat manusia. Di antara contoh dampak ‘ibadah terhadap masyarakat, kami batasi pada poin-poin berikut:
أولاً: أنها ضمانة أكيدة من العقوبات الإلهية حيث إنها تكبح جماح البشرية عن الوقوع في المعاصي التي تجلب هذه العقوبات. قال جل جلاله:
Pertama: Ia adalah jaminan pasti dari siksaan Ilahi, karena ‘ibadah mengekang nafsu manusia agar tidak terjerumus ke dalam maksiat yang mengundang siksaan tersebut. Allah Jalla Jalaluhu berfirman:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنكُمْ خَاصَّةً [الأنفال: ٢٥]
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu.” [Al-Anfal: 25]
وقال أيضًا:
Dan Allah juga berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [الروم: ٤١]
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [Ar-Rum: 41]
ثانيًا: الحفظ من كيد الأعداء ومكرهم؛ قال تعالى:
Kedua: Perlindungan dari tipu daya dan makar musuh. Allah Ta‘ala berfirman:
وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا [آل عمران: ١٢٠]
“Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu.” [Ali ‘Imran: 120]
ثالثًا: الرخاء الاقتصادي واستنزال رحمات الله وبركاته على البلاد والعباد؛ فقد قال تعالى:
Ketiga: Kemakmuran ekonomi serta turunnya rahmat dan berkah Allah atas negeri dan para hamba. Allah Ta‘ala berfirman:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ [الأعراف: ٩٦]
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” [Al-A’raf: 96]
وراجع لمزيد الفائدة **فتوة أخرى هنا**.
Silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini untuk tambahan manfaat.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply