الصيام مدرسة يجدد فيها المسلم ما وهى من عرى إسلامه
Puasa adalah Madrasah Tempat Muslim Memperbarui Ikatan Islamnya yang Rapuh
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Puasa adalah Madrasah Tempat Muslim Memperbarui Ikatan Islamnya yang Rapuh ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Puasa
السؤال:
Pertanyaan:
فلسفة الصيام في الإسلام؟ أريد الإجابة بالعربية
Bagaimana filosofi puasa dalam Islam? Saya ingin jawabannya dalam bahasa Arab.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فإن الله تعالى شرع لعباده ما فيه صلاح دينهم ودنياهم، وسعادتهم في أخراهم، وقد امتحن عباده بما شرع لهم من العبادات والمعاملات، ليمحص بذلك من يعبد مولاه، ومن يتبع هواه.
Sesungguhnya Allah Ta‘ala mensyariatkan bagi hamba-hamba-Nya apa yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi agama dan dunia mereka, serta kebahagiaan mereka di akhirat kelak. Dia telah menguji hamba-hamba-Nya dengan apa yang Dia syariatkan berupa ‘ibadah dan muamalah, untuk menguji siapa yang menyembah Tuhannya dan siapa yang mengikuti hawa nafsunya.
فمن امتثل شرعه ووقف عند حدوده بصدر منشرح، ونفس مطمئنة، نال الفوز والفلاح، ومن أخذ من ذلك ما يلائم رغبته، ويصادف هوى في نفسه، ونبذ ما سوى ذلك وراء ظهره خسر الدنيا والآخرة.
Barangsiapa yang menaati syariat-Nya dan berhenti pada batasan-batasan-Nya dengan dada yang lapang dan jiwa yang tenang, maka ia akan meraih keberuntungan dan kesuksesan. Dan barangsiapa yang hanya mengambil apa yang sesuai dengan keinginannya dan hawa nafsunya, serta membuang sisanya ke belakang punggungnya, maka ia merugi di dunia dan akhirat.
وقد جعل من هذه العبادات ما يتعلق بعمل البدن كالصلاة، وما يتعلق ببذل المال، كالزكاة، وما يجمع بين هذين كالحج والجهاد، وجعل منها ما يستوجب كف النفس عن محبوباتها ومشتهياتها كالصيام.
Dia menjadikan di antara ‘ibadah ini ada yang berkaitan dengan amal badan seperti sholat, ada yang berkaitan dengan pengeluaran harta seperti zakat, ada yang menghimpun keduanya seperti haji dan jihad, dan menjadikan di antaranya pula apa yang menuntut penahanan diri dari hal-hal yang dicintai dan diinginkan syahwat seperti puasa.
ولكل من هذه العبادات حكم بالغة، عرفها من عرفها، وجهلها من جهلها أو تجاهلها. ومن هذه العبادات الصيام، ومن حكمه وفوائده، أنه طاعة لله عز وجل يثاب عليها المؤمن ثوابا غير محدود.
Setiap ‘ibadah ini memiliki hikmah yang mendalam, yang diketahui oleh orang yang mengetahuinya, dan tidak diketahui oleh orang yang bodoh atau pura-pura tidak tahu. Di antara ‘ibadah ini adalah puasa, dan di antara hikmah serta manfaatnya adalah bahwa ia merupakan ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla yang mana seorang mukmin akan diberi pahala yang tidak terbatas.
فقد ورد في البخاري من حديث سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه:
Sungguh telah disebutkan dalam Al-Bukhari dari hadits Sahl bin Sa‘d as-Sa‘idi radhiyallahu ‘anhu:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ: الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُونَ؟ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan, yang akan dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat, tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk melaluinya. Dikatakan: ‘Mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk melaluinya. Jika mereka telah masuk, pintu itu ditutup sehingga tidak ada lagi seorang pun yang masuk melaluinya.” (HR. Al-Bukhari)
وفي هذا من التكريم والخصوصية ما لا مزيد عليه، ومن هذه الفوائد أن شهر الصيام تفتح فيه أبواب الجنة وتغلق فيه أبواب جهنم، وتصفد فيه الشياطين، كما جاء في البخاري.
Dalam hal ini terdapat bentuk pemuliaan dan kekhususan yang sangat tinggi. Di antara manfaat ini juga adalah bahwa di bulan puasa dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu jahanam, dan setan-setan dibelenggu, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Bukhari.
ومنها أن فيه ليلة القدر التي هي خير من ألف شهر، وقد ورد في فضلها وعظم شأنها حديث البخاري عن أبي هريرة رضي الله عنه:
Di antaranya pula bahwa di dalamnya terdapat Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan. Telah disebutkan mengenai keutamaan dan keagungan kedudukannya dalam hadits Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang mendirikan sholat pada Lailatul Qadr karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari)
وهكذا نرى أن الله تعالى جعل شهر الصوم موسماً سنوياً تكرم به على عباده ليكون لهم مناسبة يحطون فيها عنهم الأوزار والآثام، فيخرجون منها بصحائف بيض.
Demikianlah kita melihat bahwa Allah Ta‘ala menjadikan bulan puasa sebagai musim tahunan untuk memuliakan hamba-hamba-Nya agar menjadi kesempatan bagi mereka untuk menggugurkan beban dosa dan kesalahan, sehingga mereka keluar darinya dengan lembaran-lembaran yang putih bersih.
ولكنه تعالى خص بهذه التحفة عباده الذين يصومون بجميع جوارحهم عما حرم الله فيجمعون بين صوم الظاهر والباطن، فيستحقون ما لا يستحقه غيرهم، يقول الرسول صلى الله عليه سلم:
Namun Dia Ta‘ala mengkhususkan pemberian berharga ini bagi hamba-hamba-Nya yang berpuasa dengan seluruh anggota tubuh mereka dari apa yang Allah haramkan, sehingga mereka menghimpun antara puasa lahir dan batin, maka mereka berhak mendapatkan apa yang tidak didapatkan oleh selain mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta (zuur) dan melakukannya, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Al-Bukhari)
ومن فوائد الصيام أنه مدرسة خلقية كبرى متعددة الجوانب يتدرب فيها المؤمن سنوياً على كثير من الخصال الحميدة، منها: جهاد النفس ومقاومة الأهواء، وخلق الصبر على ما قد يُحْرَم منه.
Di antara manfaat puasa adalah bahwa ia merupakan madrasah akhlak yang besar dan memiliki banyak sisi, di mana seorang mukmin berlatih setiap tahun pada banyak sifat terpuji, di antaranya: jihadun nafs (perjuangan melawan nafsu) dan menahan hawa nafsu, serta sifat sabar atas apa yang mungkin tidak didapatkannya.
وتدريبه على الأمانة، ومراقبة الله في ظاهره وباطنه، إذ لا رقيب على الصائم إلا الله، وكفى به رقيباً. ومنها: أنه يقوى الإرادة ويشحذ العزيمة، ويعود على النظام والانضباط.
Juga melatihnya pada sifat amanah dan merasa diawasi oleh Allah (muraqabah) baik lahir maupun batin, karena tidak ada pengawas bagi orang yang berpuasa kecuali Allah, dan cukuplah Dia sebagai pengawas. Di antaranya: menguatkan keinginan, mempertajam tekad, serta membiasakan diri pada keteraturan dan disiplin.
ومنها: أنه ينمي في المسلم عاطفة الرحمة والأخوة، والشعور برابطة التضامن والتعاون التي تربط بين المسلمين فيما بينهم.
Di antaranya: menumbuhkan dalam diri muslim perasaan kasih sayang dan persaudaraan, serta perasaan akan ikatan solidaritas dan kerja sama yang menghubungkan sesama muslim.
فيدفعه إحساسه بالجوع والعطش إلى أن يمد يد العون والمساعدة للآخرين الذين كانوا يقاسون مرارة الفقر والحرمان طيلة أيام السنة.
Maka rasa lapar dan haus mendorongnya untuk mengulurkan tangan bantuan bagi orang lain yang merasakan pahitnya kemiskinan dan kekurangan sepanjang tahun.
ومنها: أنه يذكر الصائم بنعم الله عليه إذ منحه القدرة على هذه العبادة التي ينال بها جزيل الثواب في وقت حُرِمَ فيه آخرون منها.
Di antaranya: mengingatkan orang yang berpuasa akan nikmat-nikmat Allah kepadanya, di mana Dia memberinya kemampuan untuk melakukan ‘ibadah ini yang dengannya ia meraih pahala yang besar, pada saat orang lain terhalang darinya.
ومنها: أن الصوم يجسد وحدة المسلمين في العبادة والسير على منهج موحد في هذه العبادة كغيرها، في هذا الشهر فسلوكهم فيه متشابه سواء في ذلك القاصي والداني.
Di antaranya: bahwa puasa mewujudkan kesatuan kaum muslimin dalam ‘ibadah dan berjalan di atas manhaj yang satu dalam ‘ibadah ini sebagaimana lainnya; di bulan ini perilaku mereka serupa, baik yang jauh maupun yang dekat.
ومنها: الفوائد الصحية الكثيرة التي يجنيها الصائمون في فترة الصيام، وقد أثبت الطب الحديث بأبحاثه وتجاربه وما توصل إليه من نتائج أن الصوم أفضل وسيلة للإنسان للتخلص من كثير من الأمراض والمعاناة التي عجز الأطباء عن علاجها.
Di antaranya: manfaat kesehatan yang banyak yang didapatkan oleh orang-orang yang berpuasa selama masa puasa. Kedokteran modern dengan berbagai penelitian dan eksperimennya telah membuktikan bahwa puasa adalah cara terbaik bagi manusia untuk terbebas dari banyak penyakit dan penderitaan yang gagal diobati oleh dokter.
وهكذا نجد أن الصيام مدرسة خصبة يجدد فيها المسلم ما وهى من عرى إسلامه، ويأخذ فيها ما قصر في أخذه خارجها، ودورة يتخرج منها المسلم في ثوب إيماني جديد.
Demikianlah kita dapati bahwa puasa adalah madrasah yang subur di mana seorang muslim memperbarui ikatan Islamnya yang telah rapuh, dan mengambil di dalamnya apa yang kurang ia ambil di luar bulan tersebut; ia adalah sebuah kursus di mana seorang muslim lulus dengan pakaian keimanan yang baru.
يدخل به في مستقبل أفضل، بهمة قوية في كسب الخير وعلاج ما يلم به من خلل وما عسى أن يخلق منه المسلم المستقيم في سلوكه، البصير بما يصلح أمر دينه ودنياه.
Ia melangkah dengannya menuju masa depan yang lebih baik, dengan semangat yang kuat untuk meraih kebaikan dan mengobati kekurangan yang menimpanya, sehingga terbentuklah muslim yang lurus dalam perilakunya dan memiliki visi tentang apa yang memperbaiki urusan agama dan dunianya.
نسأل الله تعالى أن يجعلنا ممن يصومون فيقبلون، وينالون عظيم الأجر وحسن الخاتمة. إنه سميع مجيب.
Kami memohon kepada Allah Ta‘ala agar menjadikan kita termasuk orang-orang yang berpuasa lalu diterima puasanya, serta meraih pahala yang besar dan akhir yang baik (husnul khatimah). Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply