Sebab-sebab untuk Bangun Mengerjakan Sholat Subuh



أسباب الاستيقاظ لصلاة الفجر

Sebab-sebab untuk Bangun Mengerjakan Sholat Subuh

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Sebab-sebab untuk Bangun Mengerjakan Sholat Subuh ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Shalat

السؤال:

Pertanyaan:

عند ما أنام فإن منامي ثقيل جدا، وهذا يؤدي إلى تأخري في بعض الأحيان عن وقت صلاة الفجر. ماذا أعمل كي لا أتأخر عن الوقت خصوصا أني أبقى النهار كله غير مرتاح وقلق؟

Ketika saya tidur, tidur saya sangat nyenyak sekali, dan ini menyebabkan saya terkadang terlambat dari waktu sholat fajr. Apa yang harus saya lakukan agar tidak terlambat dari waktunya, terlebih karena saya merasa tidak tenang dan cemas sepanjang hari?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shohabah-nya. Amma ba’du:

فشكر الله لك حرصك على الصلاة، ثم اعلم بارك الله فيك أن من غلبه النوم حتى فات وقت الصلاة فإنه غير مؤاخذ، إذا كان قد أخذ بالأسباب المعينة على الاستيقاظ للصلاة.

Semoga Allah membalas antusiasme Anda terhadap sholat. Kemudian ketahuilah —semoga Allah memberkahi Anda— bahwa barangsiapa yang dikalahkan oleh tidur hingga terlewat waktu sholat, maka sesungguhnya ia tidaklah berdosa (ghairu mu’akhadz), apabila ia telah mengambil sebab-sebab yang membantu untuk bangun sholat.

وذلك لحديث:

Hal itu berdasarkan hadits:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ …. وذكر منهم: النَّائِمُ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ

“Diangkat pena (catatan amal) dari tiga golongan …. dan disebutkan di antaranya: Orang yang tidur hingga ia terbangun.” (HR. Ahmad dan para penulis as-Sunan)

ويجب عليك أن تبادر بالصلاة فور استيقاظك لما ثبت في الصحيح عنه صلى الله عليه وسلم أنه قال:

Dan wajib bagi Anda untuk bersegera melaksanakan sholat seketika Anda terbangun, berdasarkan apa yang tsabit dalam ash-shohih dari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda:

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا حِينَ يَذْكُرُهَا

“Barangsiapa yang melupakan suatu sholat atau tertidur darinya, maka kaffarah-nya adalah ia mengerjakannya ketika ia mengingatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

ومما يعينك على الاستيقاظ لصلاة الفجر ترك السهر بعد العشاء، والتبكير بالنوم ما أمكن.

Di antara hal yang membantu Anda untuk bangun mengerjakan sholat subuh adalah meninggalkan begadang (sahar) setelah ‘isya, dan menyegerakan tidur sebisa mungkin.

وكذلك الاجتهاد في الدعاء والتوكل على الله تعالى في أن يوفقك لأداء الصلاة في وقتها، والاجتهاد في مجاهدة النفس على الاستيقاظ، وأن تحرص على الأذكار المأثورة وبخاصة عند النوم.

Demikian pula bersungguh-sungguh dalam berdoa dan bertawakal kepada Allah Ta‘ala agar Dia memberikan taufik kepada Anda untuk menunaikan sholat pada waktunya, bersungguh-sungguh dalam berjuang melawan diri sendiri (mujahadah an-nafs) agar bisa bangun, serta bersemangat menjaga adzkar yang ma’tsur khususnya ketika hendak tidur.

وعليك بالأخذ بأسباب الاستيقاظ المناسبة لحالك من ضبط منبه عالي الصوت، أو توكيل من يوقظك ونحو ذلك.

Wajib bagi Anda mengambil sebab-sebab untuk bangun yang sesuai dengan kondisi Anda, seperti memasang alarm dengan suara yang keras, atau mewakilkan seseorang untuk membangunkan Anda, dan yang semisal itu.

وانظر لبيان حكم الأخذ بأسباب الاستيقاظ للصلاة **الفتوى الأخرى هنا**.

Dan untuk penjelasan mengenai hukum mengambil sebab-sebab untuk bangun sholat, silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini :

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.