إظهار الزينة للأجانب نوع من التبرج
Menampakkan Perhiasan kepada Lelaki Asing adalah Bagian dari Tabarruj
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Menampakkan Perhiasan kepada Lelaki Asing adalah Bagian dari Tabarruj ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Wanita
السؤال:
Pertanyaan:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته،وبعد ….. أود أن أسأل حضرتكم عن حكم الإسلام في المحجبات اللواتي يضعن المساحيق التجميلية على وجوههن أو ما يعرف بالميكياج ، أليس هذا نوعاً من التبرج و الإهانة للإسلام ………. وشكرا
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, wa ba’du… Saya ingin bertanya kepada Anda mengenai hukum Islam bagi wanita berhijab yang mengenakan bedak kosmetik pada wajah mereka atau yang dikenal dengan makeup. Bukankah hal ini termasuk jenis tabarruj dan penghinaan terhadap Islam? Terima kasih.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فإن المكياج نوع من الزينة، ومعلوم أنه يجوز للمرأة التزين على وجه لا يطلع عليها فيه الأجانب، فإن تزينت به في بيتها، أو استترت عند خروجها من بيتها، فلا حرج في ذلك إن شاء الله.
Sesungguhnya makeup adalah salah satu jenis perhiasan (zinah), dan telah dimaklumi bahwa seorang wanita diperbolehkan berhias dengan cara yang tidak terlihat oleh lelaki asing (non-mahram). Jika ia berhias di dalam rumahnya, atau ia menutupinya saat keluar dari rumahnya, maka tidak ada keberatan dalam hal tersebut, insya Allah.
وإن كان ذلك على وجه يطلع عليها فيه الأجانب فلا يجوز، ولتراجع الفتوى الأخرى هنا.
Namun jika hal tersebut dilakukan dengan cara yang terlihat oleh lelaki asing, maka hal itu tidak diperbolehkan, dan silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini.
ولا شك أن خروج المرأة من بيتها مبدية زينتها نوع من التبرج، لأن في ذلك إبرازاً للزينة لمن لا يحل له الاطلاع عليها.
Tidak diragukan lagi bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan menampakkan perhiasannya merupakan salah satu jenis tabarruj, karena di dalamnya terdapat tindakan menonjolkan perhiasan kepada orang yang tidak halal melihatnya.
وأما كون ذلك إهانة للإسلام فلا، بل يكفي أن نقول إنه معصية من المعاصي، إذ أن إهانة الإسلام كفر بالله تعالى.
Adapun mengenai anggapan bahwa hal itu merupakan penghinaan terhadap Islam, maka jawabannya tidak. Cukuplah kita katakan bahwa hal itu adalah salah satu bentuk ma‘shiyat (kemaksiatan), karena sesungguhnya penghinaan terhadap Islam merupakan kekufuran kepada Allah Ta‘ala.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply