Keutamaan Shalat di atas Haji dan Seluruh Amal Pendekatan Diri



تفضيل الصلاة على الحج وسائر أعمال القرب

Keutamaan Shalat di atas Haji dan Seluruh Amal Pendekatan Diri

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Keutamaan Shalat di atas Haji dan Seluruh Amal Pendekatan Diri ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Shalat

السؤال:

Pertanyaan:

أريد أن أعرف بارك الله فيكم لماذا الصلاة أعظم من الحج؟ وجزاكم الله خيرا.

Saya ingin mengetahui —semoga Allah memberkahi Anda— mengapa shalat lebih agung daripada haji? Dan semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

ففضل بعض الأعمال على بعض لا يعرف إلا من جهة الشرع، وقد دلت نصوص الشرع المطهر على أن الصلاة أفضل ما يتقرب به العبد إلى ربه، وهي أفضل من الحج ومن غيره من الأعمال.

Maka keutamaan sebagian amal di atas amal lainnya tidaklah diketahui kecuali dari sisi syara‘. Sungguh nash-nash syariat yang suci telah menunjukkan bahwa shalat adalah seutama-utama sarana seorang hamba mendekatkan diri (taqarrub) kepada Tuhannya, dan ia lebih utama daripada haji maupun amal lainnya.

والتطوع بها أفضل تطوع البدن، قيل مطلقا، وقيل بعد العلم والجهاد، ولا شك أن في الصلاة من المصالح العظيمة والمنافع الدينية الجسيمة ما يقتضي كونها بهذه المثابة.

Dan ibadah tathawwu‘ (sunnah) dengannya adalah seutama-utama tathawwu‘ badan; ada yang berpendapat secara mutlak, dan ada yang berpendapat setelah ilmu dan jihad. Tidak diragukan lagi bahwa di dalam shalat terdapat kemaslahatan yang agung dan manfaat agama yang besar yang menuntutnya berada pada kedudukan ini.

قال القاري: الصلاة أفضل الأعمال مطلقا بعد الشهادتين.

Al-Qari berkata: “Shalat adalah amal yang paling utama secara mutlak setelah dua kalimat syahadat.”

وقال في حاشية الروض: ثم بعد الجهاد والعلم أفضل التطوعات الصلاة، لترادف الأخبار، ومداومة المختار صلى الله عليه وسلم.

Disebutkan dalam Hashiyah ar-Rawdh: “Kemudian setelah jihad dan ilmu, seutama-utama ibadah tathawwu‘ adalah shalat, dikarenakan banyaknya riwayat yang beriringan serta konsistensi Nabi Al-Mukhtar (yang terpilih) shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengerjakannya.” Beliau bersabda:

اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا، وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةُ

“Istiqomahlah kalian dan kalian tidak akan mampu menghitungnya, dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah shalat.” (HR. Ahmad)

وغير ذلك، ولأنها آكد الفروض، فتطوعها آكد التطوعات، ولأنها تجمع أنواعا من العبادة: الإخلاص والقراءة والركوع والسجود ومناجاة الرب تبارك وتعالى والذل والخضوع له، الذي هو أشرف مقامات العبودية، والتسبيح والتكبير والصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم وغير ذلك. انتهى.

Dan selain itu, (keutamaannya juga) karena ia adalah kewajiban yang paling ditekankan, maka ibadah sunnahnya pun menjadi sunnah yang paling ditekankan. Juga karena ia menghimpun berbagai macam ibadah: keikhlasan, bacaan Al-Quran, ruku‘, sujud, bermunajat kepada Rabb Tabaraka wa Ta‘ala, serta kerendahan hati dan ketundukan kepada-Nya —yang merupakan kedudukan ‘ubudiyah yang paling mulia— serta tasbih, takbir, shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan lain sebagainya. Selesai kutipan.

ويدل لفضل الصلاة على غيرها من الأعمال حديث:

Dan yang menunjukkan keutamaan shalat atas amal lainnya adalah hadits:

الصَّلَاةُ خَيْرُ مَوْضُوعٍ

“Shalat adalah perkara terbaik yang ditetapkan (oleh Allah).” (HR. At-Thabrani)

قال في المرقاة: أي خير من كل ما وضعه الله لعباده ليتقربوا إليه. انتهى.

Disebutkan dalam Al-Mirqah: “Yaitu (shalat) lebih baik dari segala hal yang Allah tetapkan bagi hamba-hamba-Nya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.” Selesai kutipan.

قال في بدائع الفوائد: قال أبو حفص: والحجة في تفضيل الصلاة على سائر أعمال القرب قوله تعالى:

Disebutkan dalam Bada’i’ al-Fawa’id: Abu Hafsh berkata: “Hujjah dalam pengutamaan shalat atas seluruh amal pendekatan diri adalah firman Allah Ta‘ala:”

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ [البقرة: ٤٥]

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.” [Al-Baqarah: 45]

وقوله تعالى:

Dan firman Allah Ta‘ala:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا [طه: ١٣٢]

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” [Thaha: 132]

وكان حذيفة إذا أحزنه أمر صلى، وقال: أعني على نفسك بكثرة السجود ـ وقال: أفضل الأعمال الصلاة لأول وقتها.

Adalah Hudzaifah apabila ditimpa suatu urusan yang menyedihkannya, maka beliau mengerjakan shalat. Beliau juga berkata: “Bantulah aku (untuk menolong) dirimu dengan memperbanyak sujud.” Dan beliau berkata: “Seutama-utama amal adalah shalat pada awal waktunya.”

وقال صلى الله عليه وسلم:

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

جُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ

“Dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat.” (HR. An-Nasa’i)

ولأنها تختص بجمع الهمة وحضور القلب والانقطاع عن كل شيء سواها بخلاف غيرها من الطاعات، ولهذا كانت ثقيلة على النفس. انتهى.

Dan karena shalat memiliki kekhususan dalam menghimpun fokus, kehadiran hati, serta pemutusan diri dari segala sesuatu selainnya, berbeda dengan ketaatan lainnya; oleh sebab itulah ia terasa berat bagi nafsu. Selesai kutipan.

والكلام على فضل الصلاة وما فيها من الحكم الجليلة مما يطول جدا، فإذا كانت النصوص قد دلت على كون الصلاة أفضل من الحج وغيره من الأعمال، وعلم بعض ما في الصلاة من الحكم العظيمة ظهر بذلك وجه جواب السؤال.

Penjelasan mengenai keutamaan shalat serta hikmah-hikmah agung di dalamnya sangatlah panjang. Jika nash-nash telah menunjukkan bahwa shalat lebih utama daripada haji dan amal lainnya, serta telah diketahui sebagian hikmah agung dalam shalat, maka dengan itu tampaklah jawaban atas pertanyaan tersebut.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.