Menunda Shalat dalam Waktunya bagi Orang yang Lelah dan Sakit



تأخير الصلاة ضمن الوقت للمتعب والمريض ليؤديها بخشوع وطمأنينة

Menunda Shalat dalam Waktunya bagi Orang yang Lelah dan Sakit Agar Dapat Menunaikannya dengan Khusyu’ dan Thumaninah

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Menunda Shalat dalam Waktunya bagi Orang yang Lelah dan Sakit Agar Dapat Menunaikannya dengan Khusyu’ dan Thumaninah ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Shalat

السؤال:

Pertanyaan:

ما حكم الذي يصلي وهو كاره للصلاة أو كسلان بناء على الصداع والضعف العام والحالة الاجتماعية فهذا بالطبع يسبب الضيق في أي عمل من الأعمال وأكبر مشكلة أني حينما أكون متضايقة أصلي بسرعة دون استيعاب مع نسيان كثير وتذبذب أيضا في الصلاة ولكني أجبر نفسي على الصلاة خوفا من الله لكن دون خشوع في الصلاة فهل أنا مخطئة في هذا وهل (الله ) عز وجل يعذر المسلمين الذين يخطئون بسبب ضيق الحال الذي لا يطاق؟

Apa hukum orang yang mengerjakan sholat dalam keadaan benci terhadap sholat atau malas dikarenakan sakit kepala, kelemahan umum, dan kondisi sosial? Hal ini tentu menyebabkan rasa sesak dalam melakukan amal apa pun. Masalah terbesarnya adalah ketika saya merasa sesak, saya mengerjakan sholat dengan cepat tanpa pemahaman, disertai banyak lupa dan keraguan dalam sholat. Namun saya memaksa diri saya untuk tetap sholat karena takut kepada Allah, meskipun tanpa khusyu‘ dalam sholat. Apakah saya bersalah dalam hal ini, dan apakah Allah ‘Azza wa Jalla memberikan uzur kepada kaum muslimin yang melakukan kesalahan karena kondisi sempit yang tak tertahankan?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فالمؤمن لا يكره الصلاة لذاتها وإلا لم يكن مؤمنا، لكن قد يصاب بالكسل أحيانا وقد يؤدي الصلاة دون إقبال وخشوع لسبب من الأسباب كالمرض والانشغال.

Maka seorang mukmin tidak membenci sholat karena dzatnya, jika tidak demikian maka ia bukanlah seorang mukmin. Akan tetapi, adakalanya seseorang ditimpa rasa malas dan terkadang menunaikan sholat tanpa ketertarikan serta khusyu‘ dikarenakan suatu sebab seperti sakit atau kesibukan.

وعلى هذا فإن على السائلة أن تؤدي الصلاة في وقتها بخشوع وحضور حسبما تستطيع ولا يجوز لها الإسراع المخل بأركان الصلاة وواجباتها وإلا لم تصح الصلاة.

Oleh karena itu, wajib bagi penanya untuk menunaikan sholat pada waktunya dengan khusyu‘ dan kehadiran hati semampunya. Tidak diperbolehkan baginya melakukan percepatan yang merusak rukun-rukun sholat dan kewajiban-kewajibannya, karena jika dilakukan maka sholat tersebut tidak sah.

فإن كانت ترجو زوال السبب المانع من الخشوع والحضور في الصلاة قبل خروج وقتها فلها أن تؤخرها لتؤديها مع الراحة والطمأنينة.

Jika ia berharap hilangnya sebab yang menghalangi khusyu‘ dan kehadiran hati dalam sholat sebelum habisnya waktu sholat tersebut, maka ia diperbolehkan menundanya agar dapat menunaikannya dengan rasa istirahat dan thumaninah.

فقد سئُل الشيخ ابن باز ـ رحمه الله تعالى: هل يجوز تأخير الصلاة عند الشعور بالتعب الشديد حتى أرتاح، لأتمكن من إتقان الصلاة؟ وهل يجوز إعادة الصلاة عند السرحان الكثير فيها وعدم التركيز؟

Sungguh Syaikh Ibn Baz rahimahullahu ta‘ala pernah ditanya: “Apakah boleh menunda sholat ketika merasa sangat lelah hingga saya beristirahat, agar saya dapat menyempurnakan sholat? Dan bolehkah mengulangi sholat ketika banyak melamun di dalamnya dan kurang konsentrasi?”

فكان مما قاله في الجواب: فالواجب على المؤمن والمؤمنة العناية بالصلاة وأن يكملها ويتم ركوعها وسجودها، لكن إذا كان في أول الوقت عنده تعب فإنه لا بأس أن يستريح فالأفضل له أن يستريح ولو صلاها في أثناء الوقت.

Maka di antara jawaban beliau adalah: “Wajib bagi mukmin laki-laki maupun perempuan untuk memperhatikan sholat, menyempurnakannya, serta menyempurnakan ruku‘ dan sujudnya. Akan tetapi, jika pada awal waktu ia merasa lelah, maka tidak mengapa ia beristirahat, bahkan yang lebih utama baginya adalah beristirahat meskipun ia mengerjakannya di pertengahan waktu.”

لأنه إذا صلاها في أثناء الوقت ولو في آخره مع الراحة والطمأنينة والخشوع كان أفضل من صلاتها في غير خشوع ولا طمأنينة، لكن لا يؤجلها إلى خروج الوقت، لا بد أن تفعل في الوقت.

“Karena jika ia mengerjakannya di pertengahan waktu atau bahkan di akhir waktu dengan rasa istirahat, thumaninah, dan khusyu‘, hal itu lebih utama daripada mengerjakannya tanpa khusyu‘ dan tanpa thumaninah. Namun ia tidak boleh menundanya hingga keluar waktu, ia harus tetap dikerjakan di dalam waktunya.”

فالتأخير إلى نصف الوقت، أو آخر الوقت للحاجة الشرعية من التعب، أو شدة المرض، أو نحو ذلك لا بأس بذلك. انتهى.

“Maka menunda hingga pertengahan waktu atau akhir waktu karena kebutuhan syar‘i berupa rasa lelah, sakit yang berat, atau semisalnya, hal itu tidaklah mengapa.” Selesai kutipan.

وما تشعر به السائلة من ثقل العبادة يزول بالمجاهدة، فإن العبد لا يزال يجتهد في طاعة الله تعالى ويحمل نفسه عليها حملا حتى تطاوعه نفسه على الطاعة فيؤديها طواعية لا كرها.

Adapun rasa berat dalam beribadah yang dirasakan oleh penanya, hal itu akan hilang dengan mujahadah (perjuangan jiwa). Sesungguhnya seorang hamba senantiasa bersungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Allah Ta‘ala dan memaksa dirinya untuk melakukannya hingga jiwanya tunduk untuk taat, lalu ia menunaikannya dengan sukarela bukan dengan paksaan.

ويزول عنه هذا الاستثقال، ويحصل له انشراح الصدر بالعبادة والأنس بها، والذي يؤدي العبادة طيبة بها نفسه أعظم أجرا من الذي يؤديها ضيقا بها صدره، وإن كان الثاني لا يخلو عن ثواب؛ كما سبق بيانه في الفتوى الأخرى هنا،

Maka rasa berat ini akan hilang darinya, dan ia akan mendapatkan kelapangan dada dengan ‘ibadah serta rasa nyaman dengannya. Orang yang menunaikan ‘ibadah dengan jiwa yang tenang lebih besar pahalanya daripada orang yang menunaikannya dengan dada yang sesak, meskipun yang kedua pun tidak luput dari pahala; sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya dalam fatwa lainnya di sini.

وانظري الفتوى الأخرى هنا، للاطلاع على بعض النصائح لمن يشعر بعدم الرغبة في الصلاة.

Dan silakan lihat fatwa lainnya di sini untuk mengetahui beberapa nasihat bagi orang yang merasa tidak memiliki keinginan dalam sholat.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.