Pemilik al Kautsar shallallaahu ‘alaihi wa sallam (2)



صاحب الكوثر صلى الله عليه وسلم (القسم الثاني والأخير)

Pemilik al Kautsar shallallaahu ‘alaihi wa sallam (Bagian Kedua/Terakhir)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Pemilik al Kautsar shallallaahu ‘alaihi wa sallam (Bagian Kedua/Terakhir) ini masuk dalam Kategori Sirah Nabawiyah

أما ماء الحوض فهو مستمد من نهر الكوثر كما سبق ، فصفات الماء واحدة ، كرامة من الله تعالى لنبيه والمؤمنين من أمته ، حيث يتمتعون بشيء من نعيم الجنة قبل دخولها ، وهم في أرض المحشر ، وعرصات القيامة ، في مقام عصيب ، وحر شديد ، وكرب عظيم .

Adapun air telaga (al Haudh) tersebut bersumber dari sungai al Kautsar sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, sehingga sifat-sifat airnya adalah sama. Hal ini merupakan kemuliaan dari Allah Ta’ala bagi Nabi-Nya dan orang-orang mukmin dari umatnya, di mana mereka dapat menikmati sebagian dari kenikmatan surga sebelum memasukinya. Mereka menikmatinya saat berada di padang mahsyar dan pelataran kiamat, dalam kedudukan yang sangat sulit, panas yang teramat sangat, serta kesusahan yang besar.

والميزابان اللذان يصلان بين نهر الكوثر في الجنة ، وبين حوض النبي صلى الله عليه وسلم في أرض المحشر ، لا يقلان شأنا عن النهر والحوض ، فالميزابان أحدهما من فضة والآخر من ذهب ، فالماء من أطيب ما يكون ، ومقره من أرق ما يكون ، ومساره ومسيله من أغلى ما يكون .

Dan dua pancuran (al miizabaan) yang menghubungkan antara sungai al Kautsar di surga dengan telaga Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam di padang mahsyar tidaklah kalah kedudukannya dibandingkan sungai dan telaga itu sendiri. Salah satu dari dua pancuran tersebut terbuat dari perak dan yang lainnya dari emas. Maka airnya adalah air yang paling baik, tempatnya adalah tempat yang paling lembut, serta jalurnya adalah jalur yang paling berharga.

وقد جاءت الأحاديث النبوية تبين أن لكل نبي من الأنبياء حوضا في أرض المحشر وعرصات القيامة ، فقد ثبت عن سمرة بن جندب أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال :

Telah datang hadiits-hadiits nabawiy yang menjelaskan bahwa setiap nabi dari para nabi memiliki telaga di padang mahsyar dan pelataran kiamat. Sungguh telah tetap dari Samurah bin Jundub bahwasanya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

( إِنَّ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوْضًا تَرِدُهُ أُمَّتُهُ ، وَإِنَّهُمْ لَيَتَبَاهَوْنَ أَيُّهُمْ أَكْثَرُ وَارِدَةً ، وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ وَارِدَةً )

“Sesungguhnya setiap nabi memiliki telaga yang akan didatangi oleh umatnya, dan sesungguhnya mereka saling membanggakan siapa di antara mereka yang paling banyak pengunjungnya, dan sesungguhnya aku berharap akulah yang paling banyak pengunjungnya.”

فرحمة الله تعالى في ذلك الموقف قد شملت المؤمنين من كل الأمم ، فلكل نبي حوض ، يرده المؤمنون من أمته ، إلا أن حوض نبينا صلى الله عليه وسلم يتميز بثلاثة أمور :

Maka rahmat Allah Ta’ala pada kedudukan tersebut telah meliputi orang-orang mukmin dari seluruh umat, di mana setiap nabi memiliki telaga yang didatangi oleh orang-orang mukmin dari umatnya. Akan tetapi, telaga Nabi kita shallallaahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan dalam tiga hal:

  • Pertama: Bahwasanya airnya bersumber dari sungai al Kautsar, sehingga airnya merupakan air yang paling baik, dan hal ini tidak tetap bagi telaga nabi lainnya.
  • Kedua: Bahwasanya telaga beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam merupakan telaga yang paling besar.
  • Ketiga: Bahwasanya telaga beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam merupakan telaga yang paling banyak pengunjungnya dari kalangan orang-orang mukmin umatnya.

ويحظى بشرف السبق في ورود حوض النبي صلى الله عليه وسلم من أمته فقراء المهاجرين ، فعن ثوبان رضي الله عنه مولى رسول الله – صلى الله عليه وسلم – أنه قال :

Dan orang-orang yang mendapatkan kemuliaan untuk mendahului dalam mendatangi telaga Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dari umatnya adalah kaum fakir dari kalangan Muhaajiriin. Dari Tsaubaan radhiyallaahu ‘anhu, mantan budak Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya ia berkata:

( أَوَّلُ النَّاسِ وُرُودًا عَلَى الْحَوْضِ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ ، الشُّعْثُ رُؤُوسًا ، الدَّنِسُ ثِيَابًا ، الَّذِينَ لَا يَنْكِحُونَ الْمُنَعَّمَاتِ ، وَلَا تُفْتَحُ لَهُمُ أَبْوَابُ السُّدَدِ )

“Orang yang pertama kali mendatangi telaga adalah kaum fakir dari kalangan Muhaajiriin; yang rambutnya kusut, yang pakaiannya kotor, yang tidak menikahi wanita-wanita yang hidup mewah, dan tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu istana.”

والسدد هي القصور الخاصة بالمترفين ، فكما أنهم كانوا أفقر الناس في الدنيا ، وأقلهم منصبا ، وأدناهم شأنا ، مع ما كانوا عليه من قوة اليقين ، وصدق الإيمان ، وعظيم البذل والتضحية في سبيل الله تعالى ، فقد نالوا كرامتهم في أرض المحشر ، بورودهم أول الناس على حوض النبي صلى الله عليه وسلم .

as Sudad adalah istana-istana khusus bagi orang-orang yang hidup bermewah-mewahan. Sebagaimana mereka dahulu adalah orang yang paling fakir di dunia, paling rendah kedudukannya, dan paling sederhana urusannya, namun mereka memiliki keyakinan yang kuat, keimanan yang jujur, serta pengorbanan yang besar di jalan Allah Ta’ala; maka mereka mendapatkan kemuliaan di padang mahsyar dengan menjadi orang pertama yang mendatangi telaga Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

ولقد أدرك النبي صلى الله عليه وسلم عظيم منة الله تعالى عليه في نزول سورة الكوثر ، وعظيم نعمته في تكريمه بنهر الكوثر ، فعن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : بينما رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم بين أظهرنا إذ أغفى إغفاءة ، ثم رفع رأسه متبسما ، فقلنا ما أضحكك يا رسول الله ؟

Dan sungguh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyadari besarnya anugerah Allah Ta’ala kepadanya dalam turunnya Suurah al Kautsar, serta besarnya nikmat-Nya dalam memuliakan beliau dengan sungai al Kautsar. Dari Anas bin Maalik radhiyallaahu ‘anhu ia berkata: Tatkala Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari berada di tengah-tengah kami, tiba-tiba beliau tertidur sejenak, kemudian beliau mengangkat kepalanya sambil tersenyum. Kami bertanya: “Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah?”

قال : أنزلت علي آنفا سورة فقرأ { بسم الله الرحمن الرحيم إنا أعطيناك الكوثر فصل لربك وانحر إن شانئك هو الأبتر } ، ثم قال أتدرون ما الكوثر ؟ فقلنا : الله ورسوله أعلم ، قال : فإنه نهر وعدنيه ربي عز وجل في الجنة ، عليه حوض ترد عليه أمتي يوم القيامة ، آنيته عدد النجوم ، فيختلج العبد منهم – يعني يبعد عنه بعض الناس – ، فأقول رب إنه من أمتي ، فيقول : ما تدري ما أحدثت بعدك ) رواه مسلم .

Beliau bersabda: “Baru saja diturunkan kepadaku sebuah surah,” lalu beliau membaca: “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim. Innaa a’thainaakal kautsar. Fashalli lirabbika wanhar. Inna syaani-aka huwal abtar.” Kemudian beliau bertanya: “Tahukah kalian apa itu al Kautsar?” Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya ia adalah sungai yang dijanjikan Tuhanku ‘Azza wa Jalla kepadaku di surga. Di atasnya terdapat telaga (al Haudh) yang akan didatangi umatku pada hari kiamat, bejana-bejananya sebanyak jumlah bintang. Lalu ada seorang hamba yang ditarik menjauh dari mereka—yakni dijauhkan darinya sebagian manusia—maka aku berkata: ‘Wahai Tuhanku, sesungguhnya ia termasuk umatku,’ maka Dia berfirman: ‘Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang mereka ada-adakan (bid’ah) setelahmu.'” (HR. Muslim).

فهنيئا للمتبعين لرسول الله صلى الله عليه وسلم ، الواردين حوضه ، فهم الفائزون يوم يخسر الخاسرون ، وهم المقربون يوم يبعد المبدلون والمحدثون .

Maka beruntunglah bagi orang-orang yang mengikuti Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yang mendatangi telaganya. Merekalah orang-orang yang menang pada hari di mana orang-orang yang merugi mendapatkan kerugian, dan merekalah orang-orang yang didekatkan pada hari di mana orang-orang yang mengubah (agama) dan mengada-ada (bid’ah) dijauhkan.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.