Perjanjian Hudaibiyah dan Syarat-syaratnya (3)



صلح الحديبية وشروطه

Perjanjian Hudaibiyah dan Syarat-syaratnya (Seri 3 – Terakhir)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Perjanjian Hudaibiyah dan Syarat-syaratnya ini masuk dalam Kategori Sirah Nabawiyah

فلما فرغ من قضية الكتاب ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لأصحابه : قوموا فانحروا، ثم احلقوا، وما قام منهم رجل ، حتى قالها ثلاث مرات .

Setelah selesai urusan penulisan surat perjanjian, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para shohabatnya: “Bangunlah, sembelihlah kurban kalian, kemudian cukurlah rambut kalian.” Namun, tidak ada satu pun orang yang beranjak, hingga beliau mengatakannya sebanyak tiga kali.

فلما لم يقم منهم أحد ، قام ولم يكلم أحداً منهم حتى نحر بدنه ودعا حالقه . فلما رأوا ذلك قاموا فنحروا ، وجعل بعضهم يحلق بعضاً، حتى كاد بعضهم يقتل بعضاً .

Tatkala tidak ada seorang pun dari mereka yang bangun, beliau pun bangkit tanpa berbicara kepada siapa pun hingga beliau menyembelih kurban untanya sendiri dan memanggil tukang cukurnya. Ketika para shohabat melihat hal itu, mereka pun bangkit lalu menyembelih kurban mereka dan saling mencukur satu sama lain, hingga mereka hampir saja saling melukai (karena berdesakan dan dalam keadaan emosi yang luar biasa).

ثم جاء نسوة مؤمنات ، فأنزل الله :

Kemudian datanglah wanita-wanita mukminah, maka Allah menurunkan firman-Nya:

{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ } [سورة الممتحنة: 10]

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan mukmin untuk berhijrah, maka hendaklah kamu uji mereka.” [Suurah al Mumtahanah: 10]

وفي مرجعه صلى الله عليه وسلم : أنزل الله سورة الفتح :

Dan dalam perjalanan pulang beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Allah menurunkan Suurah al Fath:

{ إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا * لِّيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ } [سورة الفتح: 1-2]

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Agar Allah memberikan ampunan kepadamu atas dosamu yang lalu dan yang akan datang.” [Suurah al Fath: 1-2]

فقال عمر : أو فتح هو يا رسول الله ؟ قال : نعم ، قال الصحابة : هذا لك يا رسول الله ، فما لنا ؟ فأنزل الله :

Maka ‘Umar bertanya: “Apakah ini sebuah kemenangan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ya.” Para shohabat berkata: “Ini bagimu wahai Rasulullah, lalu apa bagi kami?” Maka Allah menurunkan firman-Nya:

{ هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ … فَوْزًا عَظِيمًا } [سورة الفتح: 4-5]

“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan mereka di atas keimanan mereka yang telah ada… (hingga firman-Nya) kemenangan yang besar.” [Suurah al Fath: 4-5]


ولما رجع إلى المدينة جاءه أبو بصير -رجل من قريش- مسلماً ، فأرسلوا في طلبه رجلين ، وقالوا : العهد الذي بيننا وبينك ، فدفعه إلى الرجلين ، فخرجا به ، حتى بلغا ذا الحليفة . فنزلوا يأكلون من تمر لهم .

Ketika beliau kembali ke Madinah, datanglah Abu Bashiir—seorang lelaki dari Quraisy—dalam keadaan Muslim. Mereka (Quraisy) mengirim dua orang lelaki untuk menjemputnya dan berkata: “Perjanjian yang ada antara kami dan engkau.” Maka beliau menyerahkannya kepada kedua orang tersebut, lalu keduanya keluar membawanya hingga sampai di Dzul Hulaifah. Mereka pun singgah untuk memakan kurma milik mereka.

فقال أبو بصير لأحدهما: إني أرى سيفك هذا جيداً. فقال: أجل ، والله إنه لجيد ، لقد جربت به ثم جربت ، فقال : أرني أنظر إليه ، فقتله بسيفه ، ورجع أبو بصير إلى المدينة .

Abu Bashiir berkata kepada salah seorang dari mereka: “Sungguh aku melihat pedangmu ini sangat bagus.” Orang itu menjawab: “Benar, demi Allah ini sangat bagus, aku telah mencobanya berkali-kali.” Abu Bashiir berkata: “Perlihatkanlah padaku, aku ingin melihatnya.” Lalu ia membunuhnya dengan pedang tersebut, dan Abu Bashiir kembali ke Madinah.

فقال : يا نبي الله ! قد أوفى الله ذمتك، قد رددتني إليهم فأنجاني الله منهم ، فقال صلى الله عليه وسلم : ويل أمه مسعر حرب ، لو كان له أحد .

Ia berkata: “Wahai Nabi Allah! Allah telah menunaikan janjimu, engkau telah mengembalikanku kepada mereka namun Allah menyelamatkanku dari mereka.” Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Celakalah ibunya, ia benar-benar penyulut api peperangan, sekiranya ia memiliki pengikut (niscaya keadaan akan menjadi lain).”

فلما سمع ذلك عرف أنه سيرده إليهم ، فخرج حتى أتى سيف البحر، وتفلت منهم أبو جندل ، فلحق بأبي بصير ، فلا يخرج من قريش رجل -قد أسلم- إلا لحق به ، حتى اجتمعت منهم عصابة . فما سمعوا بعير لقريش خرجت إلى الشام إلا اعترضوا لها ، فقاتلوهم وأخذوا أموالهم ، فأرسلت قريش إلى النبي صلى الله عليه وسلم تناشده الله والرحم أن أتاه منهم فهو آمن .

Tatkala Abu Bashiir mendengar hal itu, ia tahu bahwa beliau akan mengembalikannya lagi kepada mereka, maka ia keluar hingga sampai ke pesisir pantai. Abu Jandal pun meloloskan diri dari mereka dan menyusul Abu Bashiir. Maka tidaklah ada seorang lelaki Quraisy yang masuk Islam melainkan ia menyusulnya, hingga berkumpullah satu kelompok dari mereka. Tidaklah mereka mendengar kafilah dagang Quraisy berangkat ke Syam melainkan mereka mencegatnya, memerangi mereka, dan mengambil harta mereka. Akhirnya Quraisy mengirim utusan kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam memohon demi Allah dan demi hubungan kekerabatan agar siapa pun dari mereka yang mendatangi beliau, maka ia aman (diterima di Madinah).


وكان هذا الصلح فتحاً عظيماً ، ونصراً مبيناً للمسلمين ، وذلك لما ترتب عليه من منافع عظيمة ؛ حيث اعترفت قريش بالمسلمين ، وقوتهم ، وتنازلت عن صدارتها الدنيوية وزعامتها الدينية ، فلا عجب إذاً أن يسمّيه الله تعالى فتحا مبينا .

Perjanjian ini merupakan kemenangan yang agung dan pertolongan yang nyata bagi kaum Muslimin, karena manfaat besar yang dihasilkannya; di mana Quraisy akhirnya mengakui keberadaan kaum Muslimin dan kekuatan mereka, serta melepaskan supremasi duniawi dan kepemimpinan agama mereka. Maka tidak mengherankan jika Allah Ta’ala menamakannya Fathaan Mubiina (Kemenangan yang Nyata).

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.