Perjanjian Hudaibiyah dan Syarat-syaratnya (1)



صلح الحديبية وشروطه

Perjanjian Hudaibiyah dan Syarat-syaratnya (Bagian Pertama)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Perjanjian Hudaibiyah dan Syarat-syaratnya ini masuk dalam Kategori Sirah Nabawiyah

لم تخمد مشاعر المسلمين في المدينة شوقاً إلى مكة ، التي حيل بينهم وبينها ظلماً وعدواناً ، وما برحوا ينتظرون اليوم الذي تُتاح لهم فيه فرصة العودة إليها والطواف ببيتها العتيق ، إلى أن جاء ذلك اليوم الذي برز فيه النبي صلى الله عليه وسلم على أصحابه ليخبرهم برؤياه التي رأى فيها دخوله لمكة وطوافه بالبيت ، فاستبشر المسلمون بهذه الرؤيا لعلمهم أن رؤيا الأنبياء حق ، وتهيّؤوا لهذه الرحلة العظيمة .

Perasaan kaum Muslimin di Madinah tidak pernah padam dalam kerinduan terhadap Makkah, yang mana mereka telah dihalangi darinya secara zalim dan memusuhi. Mereka senantiasa menanti hari di mana mereka diberikan kesempatan untuk kembali ke sana dan melakukan thawaaf di Baitul ‘Atiiq (Ka’bah). Hingga datanglah hari di mana Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menemui para shohabatnya untuk mengabarkan tentang mimpi beliau, yang mana di dalam mimpi tersebut beliau melihat dirinya masuk ke Makkah dan melakukan thawaaf di Baitullah. Kaum Muslimin pun merasa gembira dengan mimpi ini karena pengetahuan mereka bahwa mimpi para nabi adalah haqq (kebenaran), lalu mereka bersiap-siap untuk perjalanan yang agung ini.

وفي يوم الإثنين خرج الرسول صلى الله عليه وسلم ، يريد العمرة ومعه ألف وأربعمائة من الصحابة ، وليس معهم إلا سلاح السفر ، فأحرموا بالعمرة من ذي الحليفة ، فلما اقتربوا من مكة بلغهم أن قريشاً جمعت الجموع لمقاتلتهم وصدهم عن البيت .

Pada hari Senin, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam berangkat dengan maksud melaksanakan umrah bersama seribu empat ratus orang shohabat, dan mereka tidak membawa senjata kecuali senjata perjalanan (pedang yang disarungkan). Mereka melakukan ihraam untuk umrah dari Dzul Hulaifah. Ketika mereka telah mendekati Makkah, sampai kabar kepada mereka bahwa kaum Quraisy telah menghimpun pasukan untuk memerangi mereka dan menghalangi mereka dari Baitullah.

فلما نزل الرسول بالحديبية أرسل عثمان رضي الله عنه إلى قريش وقال له : أخبرهم أنا لم نأت لقتال ، وإنما جئنا عماراً ، وادعهم إلى الإسلام ، وأَمَرَه أن يأتي رجالاً بمكة مؤمنين ونساء مؤمنات ، فيبشرهم بالفتح ، وأن الله عز وجل مظهر دينه بمكة ، حتى لا يستخفى فيها بالإيمان . فانطلق عثمان ، فمر على قريش ، فقالوا : إلى أين ؟ فقال : بعثني رسول الله صلى الله عليه وسلم أدعوكم إلى الله وإلى الإسلام ، ويخبركم : أنه لم يأت لقتال ، وإنما جئنا عماراً . قالوا : قد سمعنا ما تقول ، فانفذ إلى حاجتك .

Tatkala Rasulullah singgah di Hudaibiyah, beliau mengutus ‘Utsman radhiyallaahu ‘anhu kepada kaum Quraisy dan bersabda kepadanya: “Kabarkan kepada mereka bahwa kita tidak datang untuk berperang, melainkan kita datang sebagai orang-orang yang melakukan umrah (‘ammaar), serta serulah mereka kepada Islam.” Beliau juga memerintahkannya untuk mendatangi laki-laki dan perempuan mukmin yang ada di Makkah guna memberikan kabar gembira kepada mereka tentang kemenangan (al fath), dan bahwasanya Allah ‘Azza wa Jalla akan memenangkan agama-Nya di Makkah sehingga tidak ada lagi yang menyembunyikan keimanannya. Maka berangkatlah ‘Utsman dan melewati kaum Quraisy, lalu mereka bertanya: “Hendak ke mana?” Ia menjawab: “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengutusku untuk menyeru kalian kepada Allah dan kepada Islam, serta mengabarkan kepada kalian bahwa beliau tidak datang untuk berperang, melainkan kami datang untuk umrah.” Mereka berkata: “Kami telah mendengar apa yang engkau katakan, maka laksanakanlah urusanmu.”

ولكن عثمان احتبسته قريش فتأخر في الرجوع إلى المسلمين ، فخاف الرسول صلى الله عليه وسلم عليه ، وخاصة بعد أن شاع أنه قد قتل ، فدعا إلى البيعه ، فتبادروا إليه ، وهو تحت الشجرة ، فبايعوه على أن لا يفروا ، وهذه هي بيعة الرضوان التي أنزل الله فيها قوله :

Akan tetapi, ‘Utsman ditahan oleh kaum Quraisy sehingga ia terlambat kembali kepada kaum Muslimin. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pun merasa khawatir atas keselamatannya, terutama setelah tersebar kabar burung bahwa ia telah terbunuh. Maka beliau menyeru untuk melakukan bai’ah (janji setia), dan para shohabat pun segera mendatangi beliau yang saat itu berada di bawah pohon, lalu mereka membaiat beliau untuk tidak melarikan diri (tetap teguh). Inilah yang disebut dengan Bay’atur Ridwaan yang mana Allah menurunkan firman-Nya mengenai hal ini:

{ لَّقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ } [سورة الفتح: 18]

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon.” [Suurah al Fath: 18]

وأرسلت قريش عروة بن مسعود إلى المسلمين فرجع إلى أصحابه ، فقال : أي قوم ، والله لقد وفدت على الملوك -كسرى ، وقيصر والنجاشي- والله ما رأيت ملكاً يعظمه أصحابه كما يعظم أصحاب محمد محمداً . والله ما انتخم نخامة إلا وقعت في كف رجل منهم ، فدلك بها وجهه وجلده، وإذا أمر ابتدروا أمره ، وإذا توضأ كادوا يقتتلون على وضوئه ، وإذا تكلم خفضوا أصواتهم ، وما يحدون إليه النظر تعظيماً له ، ثم قال : وقد عرض عليكم خطة رشد فاقبلوها .

Kemudian kaum Quraisy mengutus ‘Urwah bin Mas’uud kepada kaum Muslimin. Sekembalinya ia kepada kaumnya, ia berkata: “Wahai kaumku, demi Allah, aku telah mendatangi raja-raja—Kisra (Persia), Qaisar (Romawi), dan an Najaasyiy (Habasyah)—demi Allah, aku tidak pernah melihat seorang raja pun yang diagungkan oleh para pengikutnya sebagaimana para shohabat Muhammad mengagungkan Muhammad. Demi Allah, tidaklah ia membuang dahak melainkan jatuh di telapak tangan salah seorang dari mereka, lalu ia mengusapkannya ke wajah dan kulitnya. Apabila ia memerintahkan sesuatu, mereka segera melaksanakannya; apabila ia berwudhu, hampir saja mereka saling berkelahi memperebutkan sisa air wudhunya; apabila ia berbicara, mereka merendahkan suara mereka di hadapannya, dan mereka tidak mempertajam pandangan kepadanya karena rasa hormat yang besar kepadanya.” Kemudian ia berkata: “Sungguh ia telah menawarkan kepada kalian rencana yang benar (bijak), maka terimalah.”

Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.