Muslim Polandia: Ketekunan dan Kesungguhan di Tengah Penindasan



مسلمو بولندا : مثابرة واجتهاد رغم الاضطهاد

Muslim Polandia: Ketekunan dan Kesungguhan di Tengah Penindasan

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Muslim Polandia: Ketekunan dan Kesungguhan di Tengah Penindasan ini masuk dalam Kategori Tarikh Islam

طوال قرن من الزمان يعيش مسلمو بولندا حلقات متتالية من الاضطهاد والتعذيب والنفي الذي ذهب بهم مرة إلى صقيع سيبريا، ومرة ثانية مهاجرين بالآلاف في حي بروكلين بنيويورك .

Selama satu abad, Muslim Polandia menjalani rangkaian penindasan, penyiksaan, dan pengasingan yang membawa mereka dalam suatu waktu ke dinginnya Siibeeriyaa (Siberia), dan di waktu yang lain bermigrasi dalam jumlah ribuan ke wilayah Bruukliin di New York.

ولكنهم رغم هذه المحنة الممتدة يصرون على أن الحياة تستمر ويواصلون عملهم الإسلامي للحفاظ على هويتهم في ظروف صعبة.

Namun demikian, terlepas dari cobaan yang berkepanjangan ini, mereka bersikeras bahwa kehidupan harus terus berlanjut dan mereka meneruskan amal Islaamiy mereka untuk menjaga identitas mereka dalam kondisi yang sulit.

في عام 1987م أنطلق النشاط الإسلامي في بولندا من خلال افتتاح الفصول التعليمية في نهاية كل أسبوع للمئات من أطفال المسلمين هناك من ذوي الأصول التتارية ويلتحق غيرهم من الشبان والشابات بالكليات والجامعات الإسلامية في الخارج .

Pada tahun 1987 M, aktivitas Islaamiy di Polandia mulai bergejolak melalui pembukaan kelas-kelas pendidikan di setiap akhir pekan bagi ratusan anak-anak Muslim di sana yang memiliki garis keturunan Tataar, sementara para pemuda dan pemudi lainnya mendaftarkan diri ke sekolah tinggi dan universitas Islaam di luar negeri.

كما برز النشاط الثقافي لجمعية الطلبة المسلمين في بولندا، حيث أصدرت مجلة (الحكمة) باللغة البولندية ومجلة (الحضارة) باللغة العربية، بالإضافة إلى عدد من نشرات التوعية وتنظيم المؤتمرات والمخيمات وسعيها المتواصل لإنشاء عدد من المساجد والمراكز الإسلامية.

Aktivitas budaya juga menonjol melalui perhimpunan mahasiswa Muslim di Polandia, yang mana mereka menerbitkan majalah al Hikmah dalam bahasa Polandia dan majalah al Hadhaarah dalam bahasa Arab, selain sejumlah selebaran edukatif, pengorganisasian konferensi serta perkemahan, dan upaya berkelanjutan mereka untuk mendirikan sejumlah masjid dan pusat-pusat Islaam.

مزاولة الشعائر

Pelaksanaan Syiar

وفي مسجد “غدانسك” الجديد الذي افتتح رسميا عام 1990م ومسجدي مدينتي “كروجينيان وبوهونيكي” إلى جانب مصليات في العاصمة البولندية وارسو، وفي مدينة بياوستوك؛ يزاول المسلمون البولنديون شعائرهم الدينية ونشاطهم الاجتماعي والثقافي .

Di Masjid Ghadansk baru yang diresmikan secara resmi pada tahun 1990 M, serta di dua masjid di kota Krujiniyaan dan Buuhuuniikii, di samping musala-musala di ibu kota Polandia, Waarsuu (Warsawa), dan di kota Bayaustuuk; Muslim Polandia menjalankan syiar agama serta aktivitas sosial dan budaya mereka.

إلا أن المسلمين في بولندا الذين يزيد عددهم عن 40 ألف مسلم يحتاجون إلى الدعم الاقتصادي والديني لتطوير حياتهم وتحسين أوضاعهم الاجتماعية حيث إن الضعف الاقتصادي يشكل عقبة في طريق نمu المسلمين في هذا البلد.

Akan tetapi, kaum Muslimin di Polandia yang jumlahnya mencapai lebih dari 40 ribu jiwa memerlukan dukungan ekonomi dan keagamaan untuk mengembangkan kehidupan mereka serta memperbaiki kondisi sosial mereka, dikarenakan kelemahan ekonomi menjadi hambatan bagi pertumbuhan kaum Muslimin di negeri ini.

ومن الجمعيات الإسلامية في بولندا: اتحاد مسلمي بولندا ودائرة مسلمي بولندا واتحاد الطلبة المسلمين البولنديين والاتحاد البولندي للتتار والجمعية الإسلامية للتأهيل والثقافة، ولهذه الجمعيات أنشطة تعليمية دينية ودعوية وخيرية.

Di antara perhimpunan-perhimpunan Islaam di Polandia adalah: Ittihaad Muslimii Polandia (Persatuan Muslim Polandia), Daa-irah Muslimii Polandia (Lingkaran Muslim Polandia), Ittihaad ath Tholabah al Muslimiin al Polandiyyiin (Persatuan Mahasiswa Muslim Polandia), al Ittihaad al Polandiy lit Tataar (Persatuan Polandia untuk Tataar), serta al Jam’iyyah al Islaamiyyah lit Ta’hiil wats Tsaqaafah (Perhimpunan Islaam untuk Rehabilitasi dan Budaya). Perhimpunan-perhimpunan ini memiliki aktivitas pendidikan agama, dakwah, dan sosial.

بين النازية والشيوعية

Di Antara Nazisme dan Komunisme

والمسلمون في بولندا دفعوا الثمن غاليا في عام 1939م عندما قتل النازيون الكثير منهم عقابا لهم لتصديهم للغزو النازي والدفاع عن أرض بولندا، لارتباطهم بها وبالشعب البولندي، ثم توالت النكبات على المسلمين البولنديين خلال الحربين العالميتين.

Kaum Muslimin di Polandia membayar harga yang mahal pada tahun 1939 M ketika kaum Nazi membunuh banyak di antara mereka sebagai hukuman karena menghadang invasi Nazi dan membela tanah Polandia, dikarenakan keterikatan mereka dengan negeri tersebut dan rakyat Polandia. Kemudian musibah silih berganti menimpa Muslim Polandia selama dua Perang Dunia.

وجاء بعدهما الحكم الشيوعي الذي أضاف انتكاسة أخرى حادة للوجود الإسلامي على الساحة البولندية ، فقام الشيوعيون بمحاربة الأديان وعلى رأسها الدين الإسلامي ، فأغلقوا المساجد وطمسوا معالم ورموز الحضارة الإسلامية وما يمت لها بصلة .

Setelah itu, datanglah kekuasaan Komunis yang menambah kemunduran tajam lainnya bagi keberadaan Islaam di kancah Polandia. Kaum Komunis memerangi agama-agama, yang mana agama Islaam berada di garda terdepan penindasan tersebut. Mereka menutup masjid-masjid dan menghapuskan jejak-jejak serta simbol peradaban Islaam dan segala hal yang berkaitan dengannya.

وهجروا المسلمين إلى صحراء سيبيريا الجليدية، ونزعوا أملاكهم وصادروا أراضيهم، وهاجر منهم كثيرون إلى الولايات المتحدة الأمريكية التي يعيش فيها الآن أكثر من ألفي عائلة من المسلمين التتار الذين يتحدثون اللغة البولندية ويتركز غالبيتهم في حي “بروكلين” في مدينة نيويورك.

Mereka mengasingkan kaum Muslimin ke gurun es Siibeeriyaa, merampas properti mereka, dan menyita tanah mereka. Banyak di antara mereka yang bermigrasi ke Amerika Serikat, di mana saat ini hidup lebih dari dua ribu keluarga Muslim Tataar yang berbicara dalam bahasa Polandia, yang mayoritasnya terkonsentrasi di wilayah Bruukliin di New York.

ورغم ذلك لم ينقطع أمل المسلمين البولنديين في الحفاظ على هويتهم الإسلامية وحماية أجيالهم القادمة بل انطلقت نشاطاتهم المختلفة .

Walaupun demikian, harapan Muslim Polandia tidak terputus untuk menjaga identitas Islaamiy mereka dan melindungi generasi-generasi mendatang, bahkan berbagai aktivitas mereka pun mulai digiatkan.

وفي عام 1984م زارهم مفتي لبنان الراحل الشيخ حسن خالد – يرحمه الله – وتلا ذلك زيارة وفد من رابطة العالم الإسلامي، حيث كانت هاتان الزيارتان نقطة انطلاق لتتحرك أول مجموعة من حجاج بولندا إلى الأراضي المقدسة، والتحاق أعداد من الطلبة المسلمين البولنديين لتلقي العلوم الشرعية في الجامعات الإسلامية وربط أواصر التعاون والتواصل بين مسلمي بولندا والأمة الإسلامية.

Pada tahun 1984 M, mendiang Mufti Lebanon, asy Syaikh Hasan Khaalid —semoga Allah merahmatinya— mengunjungi mereka, yang kemudian disusul oleh kunjungan delegasi dari Raabithah al ‘Aalam al Islaamiy (Liga Dunia Islaam). Kedua kunjungan tersebut menjadi titik tolak bagi keberangkatan kelompok haji pertama dari Polandia ke Tanah Suci, serta pendaftaran sejumlah mahasiswa Muslim Polandia untuk mempelajari ilmu-ilmu syariat di universitas-universitas Islaam, guna menyambung ikatan kerja sama dan komunikasi antara Muslim Polandia dengan umat Islaam.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.