الأمم المتحدة وأسباب خضوعها للحركة الصهيونية (سلسلة 3 والأخيرة)
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Sebab-sebab Tunduknya Mereka kepada Gerakan Zionis (Seri 3 – Terakhir)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Sebab-sebab Tunduknya Mereka kepada Gerakan Zionis (Seri 3 – Terakhir) ini masuk dalam Kategori Tarikh Islam
ضياع الحقوق الفلسطينية
Hilangnya Hak-hak Palestina
وعندما نتساءل : كيف يقوم ممثلو دول العالم بإغفال حقوق الشعب الفلسطيني ونحن نطالع نصوص صك الانتداب الذي خلا من كلمة واحدة يرد فيها أي ذكر لحقوق أصحاب البلاد الحقيقيين فإننا نلاحظ أن أصحاب النفوذ في ذلك الحين كانوامن اليهود .
Dan ketika kita bertanya: bagaimana para perwakilan negara-negara di dunia mengabaikan hak-hak rakyat Palestina, sementara kita membaca naskah Piagam Mandat yang kosong dari satu kata pun yang menyebutkan hak-hak pemilik asli negeri tersebut? Maka kita memerhatikan bahwa para pemegang pengaruh pada saat itu berasal dari kalangan Yahudi.
فمثلاً كان ” هاسي ” اليهودي وزيرًا لخارجية ألمانيا والصهيوني ” شيغر ” كان وزيرًا لماليتها ، والصهيوني ” بروس ” كان وزيرًا لداخليتها ، أما بروسيا فقد كان جميع وزرائها من اليهود ، بالإضافة إلى ” كورت استر ” اليهودي الذي كان حاكمـًا لبلغاريا ، والصهيوني ” بيلا كوهين ” الذي كان حاكمـًا لهنغاريا ، كما كان معظم المتسلطين على الحكم في النمسا من اليهود ، هذا بالإضافة إلى الوفد الألماني لمؤتمر الصلح الذي كان مؤلفـًا من الصهيونيين ” أوسكار أوبتهيز ” و ” ماركس واربورج ” .
Sebagai contoh, “Haase” yang Yahudi adalah Menteri Luar Negeri Jerman, Zionis “Schiffer” adalah Menteri Keuangannya, dan Zionis “Preuss” adalah Menteri Dalam Negerinya. Adapun di Prusia, seluruh menterinya berasal dari Yahudi. Selain itu, ada “Kurt Eisner” Yahudi yang menjadi penguasa Bavaria, dan Zionis “Bela Kun” yang menjadi penguasa Hungaria. Sebagaimana sebagian besar yang menguasai pemerintahan di Austria adalah dari kalangan Yahudi, di samping delegasi Jerman untuk konferensi perdamaian yang terdiri dari tokoh-tokoh Zionis “Oscar Oppenheimer” dan “Max Warburg”.
هذه هي الحقيقة
Inilah Kebenaran Itu
هذه هي قصة صك الانتداب وقصة عصبة الأمم التي أصدرته ، والتي تعتبر الأب الروحي لهيئة الأمم المتحدة التي اهتمت مؤخرًا بانخفاض منسوب مياه نهر الوزاني في سوريا أكثر مما اهتمت بقصف الأطفال الفلسطينيين بالصواريخ الإسرائيلية وملاحقتهم بمقاتلات إف-16 .
Inilah kisah Piagam Mandat dan kisah Liga Bangsa-Bangsa yang mengeluarkannya, yang dianggap sebagai bapak spiritual bagi organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang belakangan ini lebih memerhatikan penurunan debit air sungai Wazzani di Suriah daripada memerhatikan pemboman anak-anak Palestina dengan rudal Israel dan memburu mereka dengan pesawat tempur F-16.
وهكذا يمكن أن نقول إن العرب لم يفعلوا شيئـًا وهم يخشون مخالفة المعايير التي وضعها اليهود وأهمها اعتبار مقاومة الظلم نوعـًا من أنواع الإرهاب ، وأن رفض الاستسلام للاحتلال والاغتصاب نوع من أنواع معاداة الرأي العام .
Dengan demikian kita dapat mengatakan bahwa bangsa Arab tidak melakukan apa-apa karena mereka takut menyelisihi standar-standar yang ditetapkan oleh Yahudi, yang paling utama adalah menganggap perlawanan terhadap kezaliman sebagai salah satu bentuk terorisme, dan bahwa penolakan untuk menyerah kepada penjajahan serta perampasan merupakan salah satu bentuk permusuhan terhadap opini publik.
وما عرفوا أن الإرهاب صناعة صهيونية جرى إقرارها في العديد من محافلهم الإجرامية ، تمامـًا كما أن خرافة الرأي العام هي صناعة يهودية أيضـًا ولا يمكن أن تتماشى إلا مع تحقيق الأطماع الصهيونية العدوانية .
Padahal mereka tidak mengetahui bahwa terorisme adalah buatan Zionis yang telah disahkan di banyak forum kejahatan mereka, sama seperti mitos opini publik yang juga merupakan buatan Yahudi, dan tidak mungkin sejalan kecuali demi mewujudkan ambisi Zionis yang agresif.
ولكن هل تبقى هذه المعايير قائمة ونحن ننصاع للشرعية الدولية التي هي في الأساس صناعة اليهود ؟
Akan tetapi, apakah standar-standar ini akan tetap berlaku sementara kita tunduk pada legitimasi internasional yang pada dasarnya merupakan buatan Yahudi?
وهل نبقى أسرى للوهم الذي صنعه اليهود بأنفسهم ، وهو احترام الرأي العام العالمي والتسول من أجل الحصول على مرضاته ولو كان ذلك بالتفريط بالحقوق الدينية والوطنية ، بالرغم من أن القواعد الشرعية من دينية وأخلاقية وقانونية لا تبيح التفريط أو التهاون أو حتى مجرد السكوت عن ضياع حق للإنسان أو التفريط بشبر من أرض الوطن ؟
Dan apakah kita akan tetap menjadi tawanan ilusi yang diciptakan oleh orang Yahudi sendiri, yaitu (ilusi) menghormati opini publik dunia dan mengemis demi mendapatkan keridhaannya meskipun hal itu dengan mengorbankan hak-hak agama dan tanah air? Padahal kaidah-kaidah syariat, baik dari sisi agama, moral, maupun hukum, tidak membolehkan untuk mengorbankan, menyepelekan, atau bahkan sekadar diam terhadap hilangnya hak seorang manusia atau mengorbankan sejengkal dari tanah air?
كل الدلائل تؤكد أن هناك جيلاً يطلع اليوم من خلال الانتفاضة المباركة على العالم ، ليؤكد أن الأمور سيأتي يوم وتسير في مجراها الطبيعي بعد التأكيد أن خرافة الرأي العام التي صاغتها الحركة الصهيونية لن تكون إلا وفق حياته الوطنية والدينية.
Seluruh indikasi menegaskan bahwa ada generasi yang muncul hari ini melalui intifaadhah yang diberkahi ke hadapan dunia, untuk menegaskan bahwa akan tiba harinya keadaan berjalan pada jalur alaminya, setelah memastikan bahwa mitos opini publik yang dirumuskan oleh gerakan Zionis tidak akan terwujud kecuali harus tunduk pada kehidupan (prinsip) nasional dan agamanya.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber: Majalah Al Balagh – Edisi 1461 | IslamWeb
Leave a Reply