الأشجار تموت واقفة (سلسلة 3)
Pohon-pohon yang Mati dalam Keadaan Berdiri (Seri 3)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Pohon-pohon yang Mati dalam Keadaan Berdiri (Seri 3) ini masuk dalam Kategori Tarikh Islam
فما كان من أنور باشا إلا أن هبّ كالليث لنجدة إخوانه هناك ، فالتحق بكتائب المجاهدين، موظّفاً كل خبراته العسكرية في القيادة و الحرب في تنظيم كتائب المجاهدين، و قام بتحريض الأهالي للجهاد .. ومعلياً لرايته ضد الملحدين الروس، فنظم قوة عسكرية عصرية التشكيل، و اهتم بترقية أحوال المسلمين هناك من كل النواحي العلمية، والصحية، والأدبية، والمادية ، وأنشأ مصنعاً للذخيرة ليكون مدداً للقوات المجاهدة، فانضم إليه الأهالي من كل حدب و صوب، و التفّـوا حوله حباً فيه لـِما لمسوا فيه من صدق .. و عاطفة إسلامية متوهّجة .
Maka tidaklah Anwar Baasyaa melainkan ia bangkit bagaikan singa untuk menolong saudara-saudaranya di sana. Ia bergabung dengan batalion Mujaahidiin, mengerahkan seluruh pengalaman militernya dalam kepemimpinan dan peperangan untuk mengorganisir batalion-batalion Mujaahidiin. Ia pun membakar semangat penduduk untuk ber-jihaad serta mengibarkan panjinya melawan orang-orang Rusia atheis. Ia mengorganisir kekuatan militer dengan formasi modern, serta menaruh perhatian pada peningkatan kondisi kaum Muslimin di sana dari segala aspek; baik ilmiah, kesehatan, sastra, maupun materi. Ia juga mendirikan pabrik amunisi sebagai penunjang bagi pasukan Mujaahidiin. Maka penduduk pun bergabung dengannya dari segala penjuru dan mereka berkumpul di sekelilingnya karena rasa cinta kepadanya atas kejujuran yang mereka rasakan serta perasaan Islaamiyyah-nya yang membara.
و شرعت كتائب المجاهدين في العمليات الجهادية ضد الروس، فحققت انتصارات أبهرت العالم بأسره، على الرغم من اتساع الفارق بين الجيشين سواء من ناحية التسليح، أو العدد، فاسترجعت كتائب المجاهدين خمس ولايات من أصل تسع ولايات اجتاحها البلاشفة، واستمر الجهاد وكتائب المجاهدين بفضل من الله تعالى تنتصر .. وتغنم، وجيوش الملحدين تندحر .. و تًغرم .
Batalion Mujaahidiin mulai melakukan operasi-operasi jihaad melawan Rusia, dan meraih kemenangan-kemenangan yang memukau seluruh dunia, meskipun terdapat perbedaan yang sangat besar di antara kedua pasukan baik dari sisi persenjataan maupun jumlah personel. Batalion Mujaahidiin berhasil merebut kembali lima wilayah dari total sembilan wilayah yang telah dikuasai oleh kaum Balaasyifah. Jihaad terus berlanjut dan batalion Mujaahidiin dengan karunia dari Allah Ta’ala terus meraih kemenangan serta mendapatkan rampasan perang (ghaniimah), sementara pasukan atheis terpukul mundur dan menderita kerugian.
و لبث ” أنور باشا ” في جهاده ضد الروس أحد عشر شهراً ضرب فيه أروع الأمثلة من الصمود والشجاعة، الأمر الذي أرّق قادة البلاشفة .. وأقض مضاجعهم، فجرّدوا له حملة جديدة قوامها ثمانون ألفاً يقودهم جنرال روسي اسمه ” قامانييف “، والتحم الجيشان عند بلد اسمه ” بالجوان ” .
Anwar Baasyaa menetap dalam jihaad-nya melawan Rusia selama sebelas bulan, di mana ia menunjukkan contoh-contoh terbaik dalam keteguhan dan keberanian. Hal tersebut membuat para pemimpin Balaasyifah gelisah dan tidak bisa tidur dengan tenang. Maka mereka menyiapkan kampanye militer baru berkekuatan delapan puluh ribu personel yang dipimpin oleh seorang jenderal Rusia bernama Qaamaaniiyif (Kamenev). Kedua pasukan pun bertemu dalam pertempuran di sebuah negeri bernama Baaljuwaan (Baljuvon).
و لكن كتائب المجاهدين اضطرت بسبب نقص الذخيرة إلى التراجع، وهنا ظهرت مشكلة أخرى وهي قلة الضباط في كتائب المجاهدين حيث فقد أنور السيطرة على جناحي الجيش، فاستطاع العدو اختراق ميمنة المجاهدين، فجاء أنور ليقود الميمنة بنفسه، إلا أن الروس كانوا قد أعدوا له كميناً نصبوا فيه الرشاشات، فوقع أنور في الكمين و سقط مضرجاً بدمائه في ساحة الوغى وهو لم يتجاوز الأربعين عاما، وعلى إثر استشهاده هًزمت كتائب المجاهدين في تلك المعركة، وذلك في أول يوم من أيام العيد الأضحى لعام 1338 هـ، الموافق عام 1922 م .
Akan tetapi, batalion Mujaahidiin terpaksa mundur dikarenakan kekurangan amunisi. Di sini muncul masalah lain, yakni kurangnya perwira dalam batalion Mujaahidiin sehingga Anwar kehilangan kendali atas kedua sayap pasukan. Musuh pun berhasil menembus sayap kanan (maimanah) Mujaahidiin, maka Anwar datang untuk memimpin sendiri sayap kanan tersebut. Namun, orang-orang Rusia ternyata telah menyiapkan jebakan dengan memasang senapan-senapan mesin. Anwar pun terjebak dalam jebakan tersebut dan gugur bersimbah darah di medan pertempuran dalam usia yang belum melewati empat puluh tahun. Menyusul kesyahidannya, batalion Mujaahidiin kalah dalam pertempuran tersebut, tepatnya pada hari pertama Idul Adha tahun 1338 H, bertepatan dengan tahun 1922 M.
فاجتمع ثلاثون ألفاً من الأهالي و عملوا له جنازة هائلة لم تشهد لها تلك البلاد مثيلاً، و واروه التراب، يقول الأمير “شكيب أرسلان” رحمه الله: “وأحبه أهالي تلك البلاد حباً جما، لما رأوه من تواضعه، ودماثة أخلاقه، وتوطئته كنفه لخاصتهم وعامتهم، وقد أحدثت ثورته هذه انتباهاً لا يوصف في تلك البلاد” .
Maka tiga puluh ribu penduduk berkumpul dan menyelenggarakan prosesi jenazah yang sangat besar yang belum pernah disaksikan tandingannya di negeri tersebut, lalu mereka memakamkannya. Pangeran Syakiib Arslaan rahimahullaah berkata: “Penduduk negeri tersebut sangat mencintainya karena apa yang mereka lihat dari kerendahhatiannya, keluhuran akhlaknya, serta sikap santunnya kepada kalangan elit maupun awam mereka. Revolusinya ini telah menimbulkan kesadaran yang tak terlukiskan di negeri-negeri tersebut.”
Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply