الأشجار تموت واقفة (سلسلة 4 والأخيرة)
Pohon-pohon yang Mati dalam Keadaan Berdiri (Seri 4 – Terakhir)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Pohon-pohon yang Mati dalam Keadaan Berdiri (Seri 4 – Terakhir) ini masuk dalam Kategori Tarikh Islam
ويضيف الأمير بأن الشرقيين في الهند وغيرها لم يكونوا – لفرط حبهم لأنور باشا – يصدقون بخبر وفاته، إذ يقول: “ومع هذا فغرام الشرقيين بأنور كان يحدو جرائدهم على ترجيح خبر بقائه حياً، وما زالوا يلهجون بذلك حتى أعلن الأمير ” الالاي علي رضا بك ” نائب أنور بياناً في الجرائد الهندية يقول فيه: ” مضى زمن على شهادة الغازي أنور باشا الذي كان يجاهد لتحرير تركستان فهو اليوم ليس في أفغانستان ولا في إيران، ولا على حدود الهند، بل قد انتقل إلى جوار ربه الذي جاهد لنيل مرضاته بماله و نفسه … فرجاؤنا من مسلمي الهند أن لا يجددوا أحزاننا بنشر الأخبار الكاذبة عنه، بل أن يسألوا الله تعالى له المغفرة و الجنة “انتهى ” .
Dan Pangeran menambahkan bahwa orang-orang Timur di India dan selainnya tidak memercayai kabar kematiannya —karena besarnya rasa cinta mereka kepada Anwar Baasyaa—. Beliau berkata: “Meskipun demikian, kegandrungan orang-orang Timur terhadap Anwar telah mendorong surat kabar mereka untuk menguatkan kabar bahwa ia masih hidup. Mereka terus membicarakan hal itu hingga Pangeran ‘Alai ‘Ali Riza Bey’, wakil dari Anwar, mengumumkan sebuah pernyataan di surat kabar India yang berbunyi: ‘Telah berlalu waktu sejak kesyahidan sang Ghaaziy Anwar Baasyaa yang telah ber-jihaad untuk membebaskan Turkistaan. Maka hari ini ia tidak berada di Afghanistan, tidak pula di Iran, dan tidak pula di perbatasan India, melainkan ia telah berpindah ke sisi Tuhannya yang mana ia telah ber-jihaad demi meraih keridhaan-Nya dengan harta dan jiwanya… Maka harapan kami kepada kaum Muslimin di India adalah agar tidak memperbarui kesedihan kami dengan menyebarkan berita-berita dusta tentangnya, melainkan hendaknya memohon ampunan dan surga kepada Allah Ta’ala baginya.’ Selesai.”
بعد هذا التطواف في سيرة “أنور باشا” رحمه الله رحمة واسعة ، نرى بأنه قد ارتكب جرماً عظيماً في حق أمته وهو عزل السلطان عبدالحميد الثاني عن الخلافة، وكذلك إقحام الدولة العثمانية في الحرب العالمية الأولى وهي لم تكن مستعدة لذلك، ولكن عندما نتأمل ما جرى بعد ذلك من أحداث، وإشعاله جذوة الجهاد ضد الملحدين الروس، وبطولاته المشرّفة، واستشهاده نرى أنه قد كفر عن خطاياه تكفيراً عملياً .
Setelah penelusuran dalam sirah “Anwar Baasyaa” —semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas— kita melihat bahwa ia telah melakukan kejahatan besar terhadap umatnya, yaitu mencopot Sultan ‘Abdul Hamiid ats Tsaanii dari khilaafah, serta menjerumuskan Daulah Utsmaaniyyah ke dalam Perang Dunia Pertama sementara ia belum siap untuk itu. Akan tetapi, ketika kita merenungkan apa yang terjadi setelah peristiwa-peristiwa tersebut, upayanya dalam menyalakan api jihaad melawan Rusia yang atheis, kepahlawanannya yang terhormat, serta kesyahidannya, kita melihat bahwa ia telah menebus kesalahan-kesalahannya dengan penebusan yang nyata.
إذ قد حاول بكل السبل أن يعيد المجد الإسلامي للدولة العثمانية، ولما عجز عن ذلك قاد كتائب المجاهدين في تركستان ضد الملحدين البلاشفة، واستمر على ذلك إلى أن مات ميتتة كريمة .. بل هي أكرم ميتة يموتها الإنسان، على صهوة جواده .. و في أشرف موضع .. وهو موضع الجهاد ضد أعداء الله تعالى .
Di mana ia telah mencoba dengan segala cara untuk mengembalikan kemuliaan Islaam bagi Daulah Utsmaaniyyah, dan tatkala ia tidak sanggup melakukan hal tersebut, ia memimpin batalion Mujaahidiin di Turkistaan melawan kaum Balaasyifah atheis. Ia terus konsisten dalam hal itu hingga ia wafat dengan kematian yang mulia… bahkan itu adalah kematian paling mulia yang dialami manusia; di atas punggung kudanya… dan di tempat yang paling terhormat… yaitu tempat ber-jihaad melawan musuh-musuh Allah Ta’ala.
لقد كان لهذا البطل مندوحة أن يعيش في زوايا الأرض كرفيقه ” طلعت باشا ” الذي بدأ حياته الجديدة في الظلام، تحت إسم مستعار في ألمانيا، أو أن يحيا معززاً مكرماً محظياً عند الملوك، كما عاش رفيقه الآخر “جمال باشا” عند ملك الأفغان، ولكن أنور كان يختلف عنهما كل الإختلاف .
Sungguh bagi pahlawan ini ada kesempatan untuk hidup di berbagai penjuru bumi seperti rekannya “Thal’at Baasyaa” yang memulai hidup barunya dalam kegelapan di bawah nama samaran di Jerman, atau hidup dengan penuh kemuliaan, kehormatan, dan posisi istimewa di sisi para raja sebagaimana rekannya yang lain “Jamaal Baasyaa” hidup di sisi Raja Afghan. Akan tetapi Anwar berbeda sama sekali dari keduanya.
فأبى إلا أن ينصر إخوانه المسلمين .. ويقود المجاهدين ضد الملاحدة البلاشفة .. وهو يعلم تماما قوة أعدائه .. وخطورة هذا المَهـيَع، وآثر أن يموت على صهوة جواده .. منتضياً سلاحه .. مقبلاً .. غير مدبر ، لأن الأشجار الشامخة .. الباسقة .. لا تموت إلا و هي واقفة .. ! وقد مات هذا البطل واقفاً .. وأي وقوف .. !
Ia menolak kecuali untuk menolong saudara-saudara Muslimnya… dan memimpin para Mujaahidiin melawan kaum Balaasyifah atheis… sementara ia mengetahui sepenuhnya kekuatan musuh-musuhnya… dan bahayanya jalan yang ia tempuh ini. Ia lebih memilih untuk mati di atas punggung kudanya… dengan senjata terhunus… maju menghadang… bukan mundur melarikan diri. Karena pohon-pohon yang menjulang tinggi… yang perkasa… tidaklah mati kecuali dalam keadaan berdiri..! Dan pahlawan ini telah mati dalam keadaan berdiri… dan betapa hebatnya cara berdiri itu..!
نسأل الله تعالى أن يعفو عنه، وأن يتجاوز عن أخطائه، و أن يتقبّله في عداد الشهداء يوم القيامة .. اللهم آمين .
Kita memohon kepada Allah Ta’ala agar memaafkannya, mengampuni kesalahan-kesalahannya, dan menerimanya dalam barisan para syuhada pada hari kiamat kelak… Allaahumma Aamiin.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply