البراجمـــاتية – نشأتها وأثرها على سلوك المسلمين
Pragmatisme – Asal-usulnya dan Dampaknya Terhadap Perilaku Muslim (Bagian Ketiga)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Pragmatisme – Asal-usulnya dan Dampaknya Terhadap Perilaku Muslim ini masuk dalam Kategori Aqidah
البراجماتية في الإعلام :
Pragmatisme dalam Media :
خلافاً للأدب الذي كانت بداياته وأصوله الإسلامية حسنة منذ زمن طويل ، فإن ولادة الإعلام في كثير من بلاد المسلمين كانت على يد المستعمر الأجنبي الذي أنشأ تلك الوسائل الإعلامية التي من أهدافها أن تديم وتبقي استعماره ، وترسخ سيطرته وسطوته .
Berbeda dengan sastra yang permulaan dan akar Islamnya telah baik sejak lama, kelahiran media di banyak negeri Muslim berada di tangan penjajah asing yang mendirikan sarana media tersebut dengan tujuan untuk mengabadikan dan mempertahankan penjajahannya, serta memperkokoh kendali dan kekuasaannya.
ولذلك فقد كانت منطلقات الإعلام وأهدافه لا تمت بصلة لخدمة قضايا الأمة ، ولا ترتبط بتراثها الأصيل ؛ فالإذاعة على سبيل المثال بدأت في بلادنا العربية كمحطات أهلية صغيرة متفرقة في مصر هدفها خدمة الاستعمار .
Oleh karena itu, pijakan media dan tujuannya tidak memiliki kaitan dengan pelayanan terhadap isu-isu umat, serta tidak berhubungan dengan warisan budayanya yang orisinal. Radio, sebagai contoh, dimulai di negeri-negeri Arab kita sebagai stasiun lokal kecil yang tersebar di Mesir dengan tujuan melayani penjajahan.
فلما تحولت إلى مؤسسات حكومية ظلت تقلد الغرب وتعتمد على الترجمة والاقتباس والنقل الأعمى لما تبثه إذاعات الغرب ووسائله ، وهكذا كان الحال في معظم البلاد العربية والإسلامية ، وما يسري على الإذاعة يسري كذلك على التلفاز والمسرح والسينما التي تنافست في تشتيت هوية الأمة ، وإهدار فكرها ، وتمزيق وحدتها ، وإفساد أخلاقها .
Ketika radio berubah menjadi lembaga pemerintah, ia tetap meniru Barat dan bergantung pada penerjemahan, kutipan, serta penukilan buta terhadap apa yang disiarkan oleh radio dan sarana Barat. Demikianlah kondisinya di sebagian besar negeri Arab dan Islam. Apa yang berlaku pada radio juga berlaku pada televisi, teater, dan sinema yang berlomba-lomba dalam memecah belah identitas umat, menyia-nyiakan pemikirannya, mencabik-cabik persatuannya, dan merusak akhlaknya.
وعلى هذا فقد بُني أغلب إعلامنا لخدمة الغرب ومبادئه ، وغلب عليه الانفصام بين الدين والدنيا ، والبعد عن الأصالة ، والإيغال في التقليد الأعمى ، ولم تكن الحركات الإصلاحية الرسمية ذات أثر فعال سوى فيما يحقق أهدافها ومآربها من توجهات إعلامية ترضيها ، وتعمل على تقديسها وإضفاء الشرعية المطلقة لأحكامها وأوامرها .
Atas dasar inilah, sebagian besar media kita dibangun untuk melayani Barat dan prinsip-prinsipnya. Media didominasi oleh pemisahan antara agama (diin) dan dunia (dunyaa), menjauh dari keaslian, serta tenggelam dalam taklid buta. Gerakan perbaikan resmi pun tidak memiliki dampak efektif kecuali pada hal-hal yang mewujudkan tujuan dan maksud mereka dalam kecenderungan media yang memuaskan mereka, serta berupaya untuk mengkultuskan mereka dan memberikan legitimasi mutlak bagi keputusan serta perintah mereka.
ولما هيأ الله لهذه الأمة صحوة مباركة أيقظت أبناءها من السبات العميق ، والغفلة الغارقة ، أدرك المصلحون الحاجة إلى صياغة أخرى للإعلام الإسلامي وخدمة قضايا الأمة وأهدافها السامية ؛ حينها ظهرت المحاولات الجادة ” لأسلمة ” الإعلام ، وجعله أداة داعية إلى الخير العام للإنسانية ، ومعيناً على عمارة الأرض والاستخلاف فيها ، ومحققاً للعبودية الخالصة لله ـ عز وجل ـ كما قال – تعالى -:
Ketika Allah menyiapkan bagi umat ini kebangkitan (shahwah) yang diberkahi yang membangunkan putra-putranya dari tidur lelap dan kelalaian yang dalam, para pendidik menyadari kebutuhan akan formulasi lain bagi media Islam untuk melayani isu-isu umat dan tujuan luhurnya. Saat itulah muncul upaya-upaya serius untuk “mengislamkan” media, menjadikannya alat yang menyeru kepada kebaikan umum bagi kemanusiaan, pembantu dalam memakmurkan bumi dan menjalankan kekhalifahan di atasnya, serta mewujudkan penghambaan murni kepada Allah—‘Azza wa Jalla—sebagaimana firman Allah Ta‘aala:
{ قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين } [الأنعام: 162]
“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Al-An‘aam: 162]
وظهر في الساحة الإسلامية أولئك المتبنون والمتحمسون لتقديم إعلام إسلامي رزين ، يكون بديلاً لتلك المعاول الهدامة والوسائل المفسدة ، ولكنها لم تكن سوى بدايات متواضعة واجتهادات بسيطة أمام ذلك الفساد الجارف .
Muncullah di kancah Islam mereka yang mengadopsi dan bersemangat untuk mempersembahkan media Islam yang berwibawa, yang menjadi alternatif bagi alat-alat penghancur dan sarana perusak tersebut. Akan tetapi, upaya itu hanyalah permulaan yang sederhana dan ijtihad (ijtihaadaat) yang kecil di hadapan kerusakan yang sangat besar.
ونشأ بين هؤلاء وأولئك البراجماتيون الذين خلطوا السم بالدسم ؛ ليقدموا إعلاماً هجيناً مشوَّهاً يختلط فيه الحق بالباطل والخير بالشر ؛ فظهرت تلك الصحف والمجلات والقنوات الفضائية ، التي جعلت الترويج والترفيه هدفاً أساساً وغاية كبرى للإعلام الإسلامي البديل .
Lalu muncullah di antara kedua kelompok ini kaum pragmatis yang mencampur racun dengan lemak, guna menyuguhkan media blasteran yang menyimpang di mana kebenaran bercampur dengan kebatilan dan kebaikan dengan keburukan. Maka muncullah surat kabar, majalah, dan saluran televisi satelit yang menjadikan promosi dan hiburan sebagai tujuan utama dan sasaran besar dari media Islam alternatif.
فخلطت المفاهيم ، ومُيِّعت القضايا باسم الإسلام ونصرته ونشر مبادئه السمحة ؛ فليس هناك غضاضة لدى القائمين عليها من أن تعرض تلك القنوات أفلاماً عربية ساقطة ومفسدة للأخلاق بحجة أنها البديل الأفضل والأهون ضرراً على المشاهد العربي المسلم من تلك الأفلام الأجنبية الغربية الخليعة .
Konsep-konsep pun bercampur aduk, dan isu-isu dikaburkan atas nama Islam, membela Islam, serta menyebarkan prinsip-prinsipnya yang toleran. Tidak ada keberatan bagi para pengelolanya untuk menayangkan film-film Arab yang rendah dan merusak akhlak dengan alasan bahwa hal itu adalah alternatif yang lebih baik dan lebih ringan kemudaratannya bagi pemirsa Arab Muslim daripada film-film asing Barat yang seronok.
كما أنه لا بأس في عصر الحضارة والتقدم أن تنبري بعض الماجنات والمتغربات مظهراً ومخبراً لتقديم الفتاوى الإسلامية ، ومناقشة القضايا الدينية والاجتماعية في حياة أبناء وبنات هذه الأمة .
Demikian pula, dianggap tidak mengapa di era peradaban dan kemajuan ini jika beberapa wanita yang berperilaku buruk dan bergaya Barat—baik dari segi penampilan maupun esensinya—tampil untuk menyajikan fatwa-fatwa (fataawaa) Islam serta mendiskusikan isu-isu agama dan sosial dalam kehidupan putra-putri umat ini.
فكان هذا التوجه البراجماتي الخطير نذير شؤم على تصحيح مسار الإعلام الإسلامي النبيل ، فدعاته هم أولئك الذين يملكون السبل المادية ، والإمكانات البشرية التي يحلو لها الرقص على ما يثير نزواتها وشهواتها .
Maka kecenderungan pragmatis yang berbahaya ini menjadi pertanda buruk bagi pelurusan jalur media Islam yang mulia. Para penyerunya adalah mereka yang memiliki sarana materi dan kemampuan sumber daya manusia yang gemar menuruti apa yang membangkitkan keinginan dan syahwat mereka.
Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply