الوسوسة في الطواف والتحلل من الإحرام
Waswas dalam Thawaf dan Tahallul dari Ihram
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Waswas dalam Thawaf dan Tahallul dari Ihram ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
سيدي الشيخ أرجو أن تفتيني في سؤالي خاصة وجزاك الله كل خير أنا ممن ابتلي بالوسواس وحاولت التخلص منه دون جدوى سؤالي هو : أنني ذهبت للحج هذه السنة وقد اشتد علي الوسواس هناك وخاصة في طواف الإفاضة حيث أعدته ثلاث مرات ولا زلت في شك بخروج الريح حيث أصبت ببرد وقتها أو أشك بخروج المذي وقد اختلط علي الشك باليقين ولم أعد أدري الحد الفاصل بينهما فلا أدري هل أتممت التحلل الثاني بطواف الإفاضة وهل يصح حجي لعلمي شرط الطهارة في الطواف و حتى الآن لا زلت في شك ووسواس شديد لم يرحل عني والله يعلم كم أنا في هم وغم. حيث بدون الطواف لا أستطيع التحلل الثاني وبالتالي مقاربة زوجتي, وحاولت إعادة الطواف وترك الوسواس ولكن دون فائدة وما زلت أعيد حتى تعبت ولم أستطع المتابعة وأصابني من الهم ما لا يعلمه إلا الله مع أني أكملت الطواف ولكن لا أدري بطهارة أم لا. فهل يصح طوافي على هذا النحو وبالتالي التحلل والحج أم يجب أن أعود مرة أخرى فأعيد الطواف على طهارة ومن بعده السعي حيث لم أسع في القدوم مع العلم أنني مقيم في السعودية. ولكن قد أقع في نفس المشكلة السابقة. وهل الطهارة شرط أم واجب يمكن أن يجبر بفدية. وهل يجوز لي أن أقلد مذهب أبي حنيفة في أن الطهارة من الحدث الأصغر في الطواف واجب يمكن أن يجبر بدم ؟ سيدي الشيخ أنا لست بمجنون والله يعلم. أرجو أن تفتني في صحة حجي وطوافي وهل يجوز لي التقليد ؟ وجزاكم الله خيرا .
Tuan Guru yang mulia, saya mohon Anda memberikan fatwa kepada saya khusus untuk pertanyaan saya ini, dan semoga Allah membalas Anda dengan segala kebaikan. Saya termasuk orang yang diuji dengan penyakit waswas dan saya telah berusaha untuk menyingkirkannya namun tanpa hasil. Pertanyaan saya adalah: Saya pergi melaksanakan ibadah haji pada tahun ini, dan penyakit waswas itu menyerang saya dengan sangat sengit di sana, khususnya pada saat thawaf ifadhah, di mana saya sampai mengulangnya sebanyak tiga kali dan saya masih berada dalam keraguan akan keluarnya angin (kentut) karena saya sedang masuk angin saat itu, atau saya ragu akan keluarnya madzi. Sungguh telah bercampur baur antara keraguan dan keyakinan pada diri saya, dan saya tidak tahu lagi batasan pemisah di antara keduanya. Saya tidak tahu apakah saya telah menyempurnakan tahallul kedua dengan thawaf ifadhah tersebut, dan apakah haji saya sah, karena pengetahuan saya tentang disyaratkannya kesucian (thaharah) dalam thawaf. Sampai saat ini, saya masih dalam keraguan dan waswas yang sangat berat yang tidak kunjung pergi dari saya, dan Allah mengetahui betapa saya berada dalam keresahan dan kedukaan. Karena tanpa thawaf, saya tidak bisa melakukan tahallul kedua dan konsekuensinya saya tidak bisa mendekati istri saya. Saya telah berusaha mengulangi thawaf dan meninggalkan waswas, namun tanpa hasil, dan saya terus mengulangnya hingga saya kelelahan dan tidak sanggup melanjutkannya. Saya ditimpa keresahan yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, padahal saya telah menyelesaikan thawaf tersebut, namun saya tidak tahu apakah dalam keadaan suci atau tidak. Apakah thawaf saya sah dengan cara seperti ini, dan konsekuensinya tahallul serta haji saya sah? Ataukah saya wajib kembali sekali lagi lalu mengulangi thawaf dalam keadaan suci, dan setelah itu melakukan sa‘i karena saya belum melakukan sa‘i qudum, perlu diketahui bahwa saya menetap di Arab Saudi. Namun saya khawatir akan terjerumus ke dalam masalah yang sama seperti sebelumnya. Apakah kesucian itu merupakan syarat ataukah kewajiban yang dapat ditebus dengan denda (fidyah)? Dan bolehkah saya bertaklid pada Mazhab Abu Hanifah bahwasanya kesucian dari hadats kecil dalam thawaf adalah kewajiban yang dapat ditebus dengan denda berupa sembelihan (dam)? Tuan Guru yang mulia, saya tidak gila, dan Allah mengetahuinya. Saya mohon Anda memberikan fatwa kepada saya tentang keabsahan haji dan thawaf saya, serta bolehkah saya bertaklid? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, and para shahabatnya. Amma ba’du:
فاحمد لله الذي من عليك بالحج ويسر لك ذلك، وحجك وتحللك صحيح ولله الحمد. واحذر من الاسترسال مع الوسواس، وتأكد أنك لست في حاجة إلى تقليد المذهب الحنفي لأنك تطهرت ثم طفت والشك في الطواف أو بعده بانتقاض الطهارة غير مؤثر إطلاقا لا سيما في مثل حالتك.
Maka pujilah Allah yang telah memberikan karunia haji kepada Anda dan memudahkannya untuk Anda, dan haji serta tahallul Anda adalah sah, walhamdulillah. Berhati-hatilah jangan sampai hanyut bersama waswas, dan pastikanlah bahwa Anda tidak butuh untuk bertaklid pada Mazhab Hanafi, karena Anda telah bersuci kemudian melakukan thawaf. Sedangkan keraguan di dalam thawaf atau setelahnya mengenai batalnya kesucian sama sekali tidak berpengaruh, terlebih lagi dalam kondisi seperti Anda.
واعلم أن ما أصابك من الوسوسة هي محاولة من الشيطان يريد أن يفسد بها عبادتك ويكرهك في الطاعة فلا تلتفت إليه أبدا، فهذا أعظم علاج لذلك مع التوكل على الله. ولمزيد الفائدة تراجع الفتوى الأخرى هنا.
Ketahuilah bahwa apa yang menimpa Anda berupa penyakit waswas itu hanyalah upaya dari syaitan yang ingin merusak ‘ibadah Anda dan membuat Anda membenci ketaatan, maka janganlah sekali-kali Anda menoleh kepadanya. Inilah obat paling agung untuk hal tersebut, disertai dengan bertawakal kepada Allah. Untuk tambahan manfaat, silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini :
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply