Hukum Mengonsumsi Buah dari Pohon yang Tumbuh di Tempat yang Najis



أكل ثمار الأشجار النابتة في الأماكن النجسة

Hukum Mengonsumsi Buah dari Pohon yang Tumbuh di Tempat yang Najis

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Hukum Mengonsumsi Buah dari Pohon yang Tumbuh di Tempat yang Najis ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

ماحكم أكل ثمار الأشجار التي غرست بجانب خزانات المجاري ولها جذور داخل هذه الخزانات وتتغذى بها على سبيل المثال (( النخيل أو الزيتون )).

Apa hukum mengonsumsi buah dari pepohonan yang ditanam di samping tangki septik (pembuangan limbah), yang mana akar-akarnya masuk ke dalam tangki tersebut dan menyerap nutrisi darinya, sebagai contoh seperti pohon kurma atau zaitun?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فلا حرج في أكل تلك الثمار لأن الراجح من أقوال أهل العلم هو القول بجواز سقي جميع المزروعات -كالقثاء والعنب والنخيل وغيرهاـ بالماء النجس، وبنوا على ذلك القول بجواز أكل ثمرها.

Maka tidak ada halangan (haraj) untuk mengonsumsi buah-buahan tersebut, karena pendapat yang kuat (al-rajih) di antara perkataan para ahli ilmu adalah pendapat yang memperbolehkan menyiram seluruh jenis tanaman —seperti mentimun (al-qitstsa’), anggur, pohon kurma, dan selainnya— menggunakan air najis. Dan mereka melandaskan hukum atas pendapat tersebut dengan kebolehan mengonsumsi buahnya.

قال المواق من علماء المالكية عند قول خليل: ” وزرع بنجس ” القمح النجس يزرع فينبت وهو طاهر، وكذلك الماء النجس يسقى به شجر أو بقل فالثمرة والبقلة طاهرتان.

Al-Mawwaq yang termasuk di antara ulama Mazhab Malikiyah berkata ketika mengomentari perkataan Khalil: “‘Dan menanam dengan zat najis’ maksudnya adalah gandum yang terkena najis apabila ditanam lalu tumbuh, maka hasilnya statusnya suci. Demikian pula air najis yang digunakan untuk menyiram pohon atau sayuran (baql), maka buah dan sayuran tersebut statusnya adalah suci.”

وانظر الفتوى الأخرى هنا.

Dan silakan lihat fatwa lainnya di sini :

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.