اللباس الإسلامي للسباحة وحكم لبس المايوه.
Pakaian Renang Islami dan Hukum Mengenakan Baju Renang (Mayoret/Mayoh)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Pakaian Renang Islami dan Hukum Mengenakan Baju Renang (Mayoret/Mayoh) ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah
السؤال:
Pertanyaan:
ما حكم الإسلام في لبس البنطلون ، و ما هو اللبس الإسلامي للسباحة؟ وهل هو مباح لبس ( المايوه)؟
Apa hukum Islam mengenai mengenakan celana panjang, dan apakah pakaian renang Islami itu? Serta apakah diperbolehkan mengenakan baju renang konvensional (al-mayuh)?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فالواجب على الرجل والمرأة ستر العورة، وقد أجمع العلماء على وجوب ستر القبل والدبر، وأما الفخذ فمختلف فيه والصحيح أنه عورة.
Maka wajib hukumnya bagi laki-laki dan perempuan untuk menutup aurat. Sungguh para ulama telah sepakat (ijma‘) atas wajibnya menutup kemaluan bagian depan (qubul) dan bagian belakang (dubur). Adapun paha, maka ia diperselisihkan di dalamnya, namun yang sahih bahwasanya paha adalah termasuk aurat.
وبناء على ذلك فإن اللباس الإسلامي للسباحة هو كل لباس يستر العورة ( ما بين السرة والركبة ) على الصحيح من أقوال أهل العلم. هذا بالنسبة للرجل.
Berdasarkan hal tersebut, sesungguhnya pakaian renang Islami adalah setiap pakaian yang menutup aurat (antara pusar hingga lutut) menurut pendapat yang sahih di antara perkataan para ahli ilmu. Ini adalah ketentuan yang berlaku bagi laki-laki.
وأما المرأة فكلها عورة، فلا يجوز أن تسبح أمام الرجال. خشية انكشاف شيء من عورتها، أما إذا كانت المرأة تسبح أمام النساء، ولا يراها إلا النساء فيجب عليها ستر ما بين السرة والركبة.
Adapun perempuan, maka seluruh tubuhnya adalah aurat, sehingga tidak diperbolehkan baginya berenang di hadapan laki-laki asing (non-mahram) karena khawatir akan tersingkapnya sebagian dari auratnya. Akan tetapi, apabila perempuan tersebut berenang di hadapan sesama kaum perempuan dan tidak ada yang melihatnya kecuali perempuan, maka wajib baginya menutup bagian antara pusar hingga lutut.
أما (المايوه) فغالباً ما يكون قصيراً يكشف معظم الفخذ، وربما يكشف العورة المغلظة فلا يجوز لبسه أمام الآخرين، عدا الزوجة لزوجها، أو العكس.
Adapun baju renang konvensional (al-mayuh), maka pada umumnya pakaian tersebut pendek hingga menyingkap sebagian besar paha, bahkan terkadang sampai menyingkap aurat besar (al-‘aurah al-mughallazhah). Oleh karena itu, tidak diperbolehkan mengenakannya di hadapan orang lain, kecuali antara istri di hadapan suaminya atau sebaliknya.
وقد سبق الجواب عن لبس البنطلون في الفتوى الأخرى هنا.
Dan sungguh telah berlalu jawaban mengenai hukum mengenakan celana panjang pada fatwa lainnya di sini :
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply