Sumur Zamzam – Penjelasan dan Klarifikasi



بئر زمزم – بيان وتوضيح

Sumur Zamzam – Penjelasan dan Klarifikasi

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Sumur Zamzam – Penjelasan dan Klarifikasi ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Ibadah

السؤال:

Pertanyaan:

هل بئر زمزم موجودة حتى الآن وما يخرج من ماء في المكان المخصص للبئر بالحرم المكي هو فعلا من ماء زمزم عبر القرون أم أنها جفت وما يخرج من ماء هي آبار آخرى بمكة وليست زمزم ؟ وجزاكم الله كل خيراً..

Apakah sumur Zamzam masih ada sampai sekarang? Dan apakah air yang keluar di tempat khusus bagi sumur tersebut di Masjidil Haram benar-benar merupakan air Zamzam asli selama berabad-abad, ataukah ia sebenarnya sudah kering dan air yang keluar sekarang berasal dari sumur-sumur lain di Makkah dan bukan dari Zamzam? Semoga Allah membalas Anda dengan segala kebaikan.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فإن زمزم اسم للبئر المشهورة في المسجد الحرام بينها وبين الكعبة المشرفة ثمان وثمانون ذراعاً، ولا تزال هذه البئر بحمد الله تعالى قائمة تضخ المياه الطيبة المباركة من ذلك التاريخ وإلى اليوم.

Sesungguhnya Zamzam adalah nama bagi sumur masyhur di Masjidil Haram, yang jarak antara sumur tersebut dengan Ka’bah yang mulia adalah delapan puluh delapan hasta. Sumur ini, walhamdulillah, senantiasa tetap ada dan terus mengalirkan air yang baik lagi diberkahi sejak masa sejarah itu hingga hari ini.

وليس ذلك امتدادا من أماكن أخرى إذ ليست بحاجة إلى ذلك، لأنها مكرمة من الله تعالى العلي القدير، وقد روى البخاري عن ابن عباس رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:

Dan aliran air tersebut bukanlah sambungan dari tempat-tempat lainnya karena sumur ini sama sekali tidak membutuhkan hal itu, sebab ia merupakan bentuk kemuliaan (makramah) dari Allah Ta‘ala Yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa. Sungguh Al-Bukhari telah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَرْحَمُ اللَّهُ أُمَّ إِسْمَاعِيلَ لَوْ تَرَكَتْ زَمْزَمَ – أَوْ قَالَ: لَوْ لَمْ تَغْرِفِ الْمَاءَ – لَكَانَتْ زَمْزَمُ عَيْنًا مَعِينًا

“Semoga Allah merahmati Ummu Isma’il, seandainya ia membiarkan Zamzam —atau beliau bersabda: seandainya ia tidak menciduk air itu— niscaya Zamzam akan menjadi mata air yang mengalir deras.” (HR. Al-Bukhari)

وفي رواية: لو تركته كان الماء ظاهراً وهذا يدل على غزارة الماء واستمراره.

Dan dalam riwayat lain: “Seandainya ia membiarkannya, niscaya airnya akan mengalir di permukaan tanah.” Hal ini menunjukkan melimpah dan terus-menerusnya aliran air tersebut.

والدليل على ذلك أن هذه البئر لم تخلُ يوماً من الأيام من الواردين لها للارتواء من مائها، ولم يتغير ذلك أبداً. و في عصرنا الحاضر استخدم في استخراج مائها الآلات الحديثة تسهيلاً وتيسيراً على الناس.

Dan bukti otentik atas hal itu adalah bahwasanya sumur ini tidak pernah sepi satu hari pun dari para pengunjung yang mendatanginya untuk meminum airnya hingga puas, dan kondisi tersebut tidak pernah berubah sama sekali. Pada masa kontemporer kita saat ini, mesin-mesin modern telah digunakan untuk proses ekstraksi airnya guna memberikan kemudahan dan kelapangan bagi manusia.

ولمنزيد من الفائدة ننصح الأخ بالاطلاع على رسالة بعنوان فضل ماء زمزم للمؤلف بكداش فهي رسالة قيمة.

Dan untuk tambahan manfaat, kami menyarankan kepada penanya untuk menelaah sebuah risalah berjudul Fadhlu Ma’i Zamzam karya penulis Bakdasj, karena ia merupakan sebuah risalah yang sangat bernilai.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.