السرايا بعد غزوة أحد
Ekspedisi-Ekspedisi Militer Pasca Perang Uhud (Bagian Kedua / Terakhir)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Ekspedisi-Ekspedisi Militer Pasca Perang Uhud (Bagian Kedua / Terakhir) ini masuk dalam Kategori Sirah Nabawiyah
سرية عبد الله بن أٌنيس
Ekspedisi Militer ‘Abdullah bin Unais
وكانت في الخامس من المحرم سنة 4هـ بعد سرية أبي سلمة ، وكان الهدف منها لفت نظر العدو إلى قوة المسلمين، وإحباط مخططاته، حيث تبادر إلى أسماع المسلمين أنّ خالد بن سفيان الهذلي يجمع المقاتلة من هذيل في عرفات من أجل غزو المدينة، مظاهرةً للمشركين، ومعاداة للمؤمنين، وطمعاً في خيرات المدينة .
Ekspedisi militer ini terjadi pada tanggal lima Muharram tahun 4 Hijriah setelah Ekspedisi Militer Abu Salamah. Target dari ekspedisi ini adalah untuk menarik perhatian musuh terhadap kekuatan kaum muslimin serta menggagalkan rencana-rencana mereka. Hal ini dikarenakan telah sampai ke telinga kaum muslimin kabar bahwa Khalid bin Sufyan al-Hudzali sedang mengumpulkan para pejuang dari kabilah Hudzail di ‘Arafat dengan tujuan untuk menyerang Madinah, sebagai bentuk dukungan kepada kaum musyrikin, permusuhan terhadap orang-orang beriman, serta ketamakan akan harta kekayaan Madinah.
فبادر رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى إخماد تلك المؤامرة في عقر دارها، وكلف الصحابي الجليل عبد الله بن أنيس الجهني بالقيام بتلك المهمة، فانطلق عبد الله حتى أتى خالد بن سفيان ، وتعرف على صفته التي نعته بها النبي صلى الله عليه وسلم، ثم أوهمه أنّه جاء للانضمام إليه، فلما تمكن منه حمل عليه بسيفه، فأرداه قتيلاً، وعاد إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فأخبره بما فعل، فأثنى عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم، وأعطاه عصاه إكراماً له، ولتكون علامة بينه وبين الرسول صلى الله عليه وسلم يوم القيامة .
Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bergegas untuk memadamkan konspirasi tersebut di markas mereka sendiri, dan menugaskan shahabat yang mulia, ‘Abdullah bin Unais al-Juhani, untuk menjalankan misi tersebut. ‘Abdullah pun berangkat hingga mendatangi Khalid bin Sufyan dan mengenali ciri-cirinya sebagaimana yang telah disifatkan oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepadanya. Kemudian, ia memberi kesan seolah-olah datang untuk bergabung bersamanya. Ketika ia berhasil mengambil posisi yang menguntungkan dan menguasai keadaan, ia langsung menyerangnya dengan pedang hingga menewasikannya. Ia lalu kembali kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkan apa yang telah dilakukannya. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pun memujinya dan memberikan tongkat beliau sebagai bentuk penghormatan kepadanya, serta agar menjadi tanda pengenal antara dirinya dan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pada hari kiamat kelak.
ويستفاد من هذه الحادثة :
Dan faedah yang dapat dipetik dari peristiwa ini adalah:
دقة الرصد الحربي عند الرسول وأصحابه، ومتابعة تحركات العدو ومؤامراته، وضرورة مباغتته في عقر داره، وفراسته صلى الله عليه وسلم في اختيار الرجال، وتكليف كلٍّ بما يتناسب وقدراته، فقد اختار عبد الله لهذه المهمة لما يتمتع به من قوة قلب، وثبات جنان، ورسوخ يقين، إلى جانب ما يمتاز به من معرفة بمواطن القبائل لمجاورتها ديار قومه “جهينة” .
Akurasi pengintaian militer di sisi Rasulullah dan para shahabatnya, pemantauan terhadap pergerakan serta konspirasi musuh, pentingnya menyergap musuh secara mendadak di markas mereka sendiri, serta firasat (firaasah) beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam memilih personel dan menugaskan setiap orang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Sungguh beliau telah memilih ‘Abdullah untuk misi ini karena kekuatan hati, keteguhan jiwa, dan kemantapan keyakinan yang dimilikinya, di samping keunggulan berupa pengetahuannya tentang wilayah tempat tinggal kabilah-kabilah karena bertetangga dengan daerah kaumnya, yaitu kabilah “Juhainah”.
هكذا استطاع المسلمون بإخلاص جهادهم في سبيل الله أن يبثّوا الرعب في قلوب الأعداء، ويشعروهم بقوة إيمانهم ورسوخ عقيدتهم، ويضطروهم إلى المسالمة، وعدم الاعتداء .
Demikianlah kaum muslimin—dengan keikhlasan jihad mereka di jalan Allah—mampu menebarkan rasa takut ke dalam hati para musuh, membuat musuh merasakan kekuatan iman dan kokohnya akidah (‘aqiidah) mereka, serta memaksa musuh untuk memilih jalan perdamaian dan tidak melakukan agresi.
والله أعلم .
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply