Surah Al-Baqarah: 106 : Ayat Apa Saja yang Kami Nasakhkan (2)



ما ننسخ من آية

Surah Al-Baqarah: 106 : Ayat Apa Saja yang Kami Nasakhkan (Bagian 2 / Terakhir)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Surah Al-Baqarah: 106 : Ayat Apa Saja yang Kami Nasakhkan (Bagian 2 / Terakhir) ini masuk dalam Kategori Bahasa Al Quran

أما الآيتان الأُخريان فتفيدان، أنه {لا مبدل لكلماته} سبحانه، أي: لا قادر على تبديلها وتغييرها، وإنما يقدر على ذلك الله وحده.

Adapun dua ayat lainnya memberikan faedah bahwasanya: “Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya” Subhanahu, yaitu: tidak ada yang mampu untuk mengubah dan menggantinya, dan sesungguhnya yang mampu melakukan hal tersebut hanyalah Allah semata.

قال ابن عباس رضي الله عنهما في معنى قوله تعالى: {لا مبدل لكلماته} أي: لا رادَّ لقضائه، ولا مغيِّر لحكمه، ولا خُلْفَ لوعده.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata mengenai makna firman Allah Ta’ala: “Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya” yaitu: tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya, tidak ada yang dapat mengubah hukum-Nya, dan tidak ada pengingkaran bagi janji-Nya.

وقال البيضاوي في معنى قوله سبحانه: {لا مبدل لكلماته} أي: لا أحد يبدل شيئًا منها، بما هو أصدق وأعدل؛ أو لا أحد يقدر أن يحرِّفها شائعًا ذائعًا، كما فُعل بالتوراة. على أن المراد بـ – الكلمات – القرآن، فيكون ضمانًا لها من الله سبحانه وتعالى بالحفظ؛ كقوله سبحانه:

Dan Al-Baidhawi berkata mengenai makna firman-Nya Subhanahu: “Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya” yaitu: tidak ada seorang pun yang dapat mengubah sesuatu pun darinya dengan apa yang lebih benar dan lebih adil; atau tidak ada seorang pun yang mampu untuk menyimpangkannya secara luas dan tersebar sebagaimana yang telah diperbuat terhadap Taurat. Atas dasar bahwasanya yang dimaksud dengan “kalimat-kalimat” adalah Al-Qur’an, maka hal tersebut menjadi jaminan baginya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan penjagaan; seperti firman-Nya Subhanahu:

{وإنا له لحافظون} (الحِجر:9).

“dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” [Al-Hijr: 9]

فحاصل معنى قوله سبحانه: {لا مبدل لكلماته} أنه لا رادَّ لقضائه، ولا معقِّب لحكمه، ولا فاعل في الكون حقيقة غيره، وهذا كقوله تعالى:

Maka kesimpulan makna dari firman-Nya Subhanahu: “Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya” adalah bahwasanya tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya, tidak ada yang dapat menunda hukum-Nya, dan tidak ada pelaku di alam semesta ini pada hakikatnya selain Diri-Nya, dan ini seperti firman Allah Ta’ala:

{والله يحكم لا معقب لحكمه} (الرعد: 41).

“Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya” [Al-Ra’d: 41]

إذا تبين هذا، نضيف إليه ما يقوله أهل العلم هنا: إن كلمات الله على نوعين: كلمات شرعية، وكلمات كونية؛ فالكلمات الشرعية هي وحيه سبحانه لأنبيائه، وما أنزله على رسله؛ والكلمات الكونية هي قضاؤه وقدره؛ وبناء على هذا، يكون معنى قوله سبحانه: {لا مبدل لكلماته} أي: لا مبدل لكلماته الشرعية، ولا مبدِّل لكلماته الكونية. فكلماته الشرعية لا يستطيع أحد أن يبدلها أو يغيرها بما هو خير منها. ويدخل ضمن هذا، ما تكفل الله بحفظه، فإنه لا يستطيع أحد تغييره ولا تحريفه، ولا نسخه ولا تبديله، بل مرجع ذلك كله إلى الله وحدَّه. وكلماته الكونية لا مبدِّل لها أيضًا، فلا رادَّ لقضائه، ولا معقب لحكمه، ولا متصرف في الكون سواه سبحانه وتعالى:

Apabila hal ini telah jelas, kita tambahkan kepadanya apa yang dikatakan oleh para ahli ilmu di sini: Sesungguhnya kalimat-kalimat Allah itu ada dua macam: kalimat-kalimat syar’iyyah dan kalimat-kalimat kauniyyah. Kalimat syar’iyyah adalah wahyu-Nya Subhanahu kepada para Nabi-Nya dan apa yang Dia turunkan kepada para Rasul-Nya; sedangkan kalimat kauniyyah adalah ketetapan dan takdir-Nya. Dan berdasarkan hal ini, maka makna firman-Nya Subhanahu: “Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya” adalah: tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat syar’iyyah-Nya dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat kauniyyah-Nya. Maka kalimat syar’iyyah-Nya tidak ada seorang pun yang sanggup untuk mengubahnya atau menggantinya dengan apa yang lebih baik darinya. Dan termasuk di dalam cakupan ini adalah apa yang telah Allah jamin penjagaannya, karena sesungguhnya tidak ada seorang pun yang sanggup untuk menggantinya, menyimpangkannya, menasakhnya, maupun mengubahnya, melainkan kembalinya hal tersebut seluruhnya hanyalah kepada Allah semata. Dan kalimat kauniyyah-Nya juga tidak ada yang dapat mengubahnya, maka tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya, tidak ada yang dapat menunda hukum-Nya, dan tidak ada yang mengendalikan alam semesta ini selain Diri-Nya Subhanahu wa Ta’ala:

{ليس كمثله شيء وهو السميع البصير} (الشورى:11).

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” [Al-Syura: 11]

وبهذا البيان يظهر أن لا تعارض حقيقي بين الآيات، بل كلُّ آية واردة في سياق يختلف عن السياق الذي وردت فيه الآية الأخرى، فلا بد من فهم السياق الذي وردت فيه كل آية من الآيات، إذ به يتضح المقصود، وبه يزول ما يبدو من تعارض، يُجلُّ عنه كلام الله سبحانه حقيقة:

Dan dengan penjelasan ini, tampaklah bahwasanya tidak ada pertentangan yang hakiki di antara ayat-ayat tersebut, melainkan setiap ayat datang dalam konteks (siyaq) yang berbeda dari konteks yang melandasi turunnya ayat yang lain. Maka harus dipahami konteks yang melandasi setiap ayat dari ayat-ayat tersebut, karena dengannya menjadi jelas maksud yang dituju, dan dengannya pula menjadi sirna apa yang tampak sebagai pertentangan, yang mana kalam Allah Subhanahu pada hakikatnya suci dari hal tersebut:

{ولو كان من عند غير الله لوجدوا فيه اختلافًا كثيرا} (النساء:82).

“Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” [Al-Nisa: 82]

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.