المرأة التي سمع الله كلامها
Surah Al-Mujadilah ayat 1 : Wanita yang Allah Mendengar Perkataannya (Bagian ke-1)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Surah Al-Mujadilah: 1 : Wanita yang Allah Mendengar Perkataannya (Bagian ke-1) ini masuk dalam Kategori Bahasa Al Quran
جاءت رسول الله صلى الله عليه وسلم مسرعة، وعلامات الخوف والارتباك تعلو وجهها؛ كيف لا، وأسرتها مهددة بالانهيار والتفكك، وبيتها مهدد بالضياع والتشرد، كل ذلك جراء كلمة غضب قالها لها زوجها، كادت أن تقضي على أسرة بأكملها، وتُنهي حياة زوجين عاشا معًا زمنًا مديدًا. فجاءت إلى رسول صلى الله عليه وسلم علَّها تجد حلاً لمشكلتها، فوجدت بيته مفتوحًا، ليس بينه وبين الناس حجاب ولا بواب.
Ia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan bergegas, sementara tanda-tanda ketakutan dan kebingungan tampak jelas di wajahnya. Bagaimana tidak, keluarganya terancam hancur dan berantakan, serta rumah tangganya terancam lenyap dan terlantar. Semua itu terjadi akibat untaian kata kemarahan yang diucapkan oleh suaminya kepadanya, yang nyaris menghancurkan keutuhan seluruh keluarga, serta mengakhiri kehidupan sepasang suami istri yang telah lama hidup bersama dalam kurun waktu yang panjang. Maka ia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan harapan dapat menemukan solusi bagi permasalahannya, lalu ia mendapati rumah beliau terbuka, tidak ada tabir penyekat maupun penjaga pintu antara beliau dengan manusia.
تلك هي خولة بنت ثعلبة رضي الله عنها، التي قالت عنها أم المؤمنين عائشة رضي الله عنها:
Itulah dia Khaulah binti Tsa’labah radhiyallahu ‘anha, yang mana Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata tentangnya:
“الحمد لله الذي وسع سمعه الأصوات، لقد جاءت المجادلة إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنا في ناحية البيت، تشكو زوجها، فأنزل الله سبحانه في القرآن الكريم سورة كاملة بحقها، سماها سورة المجادلة، افتتحها سبحانه بقوله:”
“Segala puji bagi Allah yang pendengaran-Nya meliputi segala suara. Sungguh wanita yang mengajukan gugatan itu telah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sementara aku berada di sudut rumah, ia mengadukan perihal suaminya, lalu Allah Subhanahu menurunkan satu surah utuh di dalam Al-Qur’an Al-Karim berkenaan dengan haknya, yang Dia namakan Surah Al-Mujadilah, yang Dia Subhanahu buka dengan firman-Nya:”
{قد سمع الله قول التي تجادلك في زوجها وتشتكي إلى الله والله يسمع تحاوركما إن الله سميع بصير} (المجادلة:1).
“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar tanya jawab antara kamu kedua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” [Al-Mujadilah: 1]
وتذكر كتب التفاسير بخصوص سبب نزول هذه الآية الكريمة، أن خولة بنت ثعلبة زوجة أوس بن الصامت رضي الله عنهما، كان بينها وبين زوجها ما يكون بين الرجل وزوجته من خلاف. وقد كان زوجها رجلاً سريع الغضب، فلما كان بينهما ما كان، حلف أن لا يقربها، وقال لها: أنت علي كأمي. وكانت هذه العادة من عادات الجاهلية التي حرمها الإسلام، لكن بقيت رواسبها عند البعض.
Dan kitab-kitab tafsir menyebutkan mengenai sebab turunnya ayat yang mulia ini, bahwasanya Khaulah binti Tsa’labah istri dari Aus bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhuma, pernah terjadi antara dirinya dengan suaminya suatu perselisihan sebagaimana yang biasa terjadi antara seorang pria dengan istrinya. Dan suaminya adalah seorang pria yang cepat marah, maka ketika terjadi di antara keduanya apa yang telah terjadi, sang suami bersumpah untuk tidak mendekatinya, dan berkata kepadanya: “Engkau bagiku seperti punggung ibuku (zhihaar).” Dan kebiasaan ini termasuk dari adat jahiliyah yang telah diharamkan oleh Islam, akan tetapi sisa-sisanya masih tertinggal pada sebagian orang.
ثم إن أوسًا بعد ما كان منه ما كان، أراد أن يقرب زوجته فامتنعت منه، ورفضت أن تستجيب له، حتى يأتي رسول الله صلى الله عليه وسلم ويخبره بما كان، لكن أوسًا تحرج منعه الحياء أن يذكر لرسول الله ما جرى منه؛ فذهبت خولة بنفسها إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم، وأخبرته بالذي حدث، فقال لها رسول الله صلى الله عليه وسلم:
Kemudian sesungguhnya Aus setelah apa yang terjadi dari dirinya tersebut, ia hendak mendekati istrinya namun sang istri menolak dirinya, dan menolak untuk memenuhi keinginannya, sampai ia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkan kepada beliau tentang apa yang telah terjadi. Akan tetapi Aus merasa sungkan dan rasa malu menghalanginya untuk menceritakan kepada Rasulullah apa yang telah terjadi dari dirinya. Maka Khaulah pergi sendiri menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengabarkan kepada beliau tentang apa yang telah terjadi, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya:
(ما أراك إلا قد حرمت عليه) !!
“Aku tidak melihatmu melainkan engkau telah haram baginya” !!
فأخبرت رسول الله صلى الله عليه وسلم أن زوجها لم يرد بقوله ذلك طلاقًا ولا فراقًا، فأجابها رسول الله ثانية:
Maka ia mengabarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya suaminya tidak menghendaki thalak maupun perpisahan dengan ucapannya tersebut, lalu Rasulullah menjawabnya untuk kedua kalinya:
(ما أراك إلا قد حرمت عليه)،
“Aku tidak melihatmu melainkan engkau telah haram baginya”,
فلما سمعت جواب رسول الله التجأت إلى الله قائلة:
maka tatkala ia mendengar jawaban Rasulullah, ia bersandar kepada Allah seraya mengucapkan:
“اللهم إليك أشكو حالي وفقري.”
“Ya Allah, hanya kepada-Mu aku mengadukan keadaanku dan kefakiranku.”
Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply