أمثلة على أسلوب الشرط من القرآن الكريم
Contoh-Contoh Gaya Bahasa Syarat (Uslub Asy-Syarth) di Dalam Al-Qur’an Al-Karim
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Contoh-Contoh Gaya Bahasa Syarat (Uslub Asy-Syarth) di Dalam Al-Qur’an Al-Karim ini masuk dalam Kategori Serial Bahasa Al-Qur’an
الشرط هو عبارة عن أسلوب لغوي يربط بين جملتين متلازمتين بأداة، بحيث لا تحدث الجملة الثانية إلا إذا تحققت الجملة الأولى، وعليه فإن أسلوب الشرط يتكون من ثلاثة أركان أساسية مرتبة كالآتي: أداة الشرط، ثم فعل الشرط، ثم جواب الشرط.[١] ولقد ورد أسلوب الشرط بعدة مواضع في القرآن الكريم، ومنها:[٢]
Syarat adalah sebuah ungkapan tentang gaya bahasa (uslub) linguistik yang mengikat antara dua jumlah (kalimat) yang saling berkonsekuensi dengan sebuah kata penunjuk (adaat), sekira kalimat kedua tidak akan terjadi kecuali jika kalimat pertama telah terealisasi. Berdasarkan hal tersebut, sesungguhnya gaya bahasa syarat (uslub asy-syarth) terbangun dari tiga rukun dasar yang tersusun sebagai berikut: Adaat Asy-Syarth (kata depan/penghubung syarat), kemudian Fi’il Asy-Syarth (kata kerja syarat), lalu Jawab Asy-Syarth (kalimat balasan/jawab syarat).1 Dan sungguh gaya bahasa syarat ini telah termaktub di beberapa tempat di dalam Al-Qur’an Al-Karim, dan di antaranya adalah:2
أمثلة على أسلوب الشرط باستخدام أداة إنْ
Contoh-contoh gaya bahasa syarat dengan menggunakan kata depan (adaat) In (إِنْ):
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(إِن تَنصُرُوا اللهَ يَنصُرْكُمْ).[٣]
“Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu.” 3
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(قَالُوا إِن يَسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَّلهُ مِن قَبْلُ).[٤]
“Mereka berkata: ‘Jika ia mencuri, maka sesungguhnya telah pernah mencuri pula saudara kandungnya sebelum itu.'” 4
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(إِن تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا).[٥]
“Jika kamu sekalian adalah orang-orang yang saleh, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.” 5
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَإِن يَمْسَسْكَ اللهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ).[٦]
“Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.” 6
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ).[٧]
“Dan jika kamu tidak mengerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.” 7
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(إِن تَتَّقُوا اللهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا).[٨]
“Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (petunjuk yang membedakan antara yang haq dan yang bathil).” 8
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(فَإِن كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ).[٩]
“Jika mereka (istri-istri) mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang mereka tinggalkan.” 9
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَإِن يَتَفَرَّقَا يُغْنِ اللهُ كُلًّا مِّن سَعَتِهِ).[١٠]
“Jika keduanya bercerai, maka Allah akan mencukupi masing-masing dari mereka dari keluasan karunia-Nya.” 10
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(فَإِن يَكُن مِّنكُم مِّائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِن يَكُن مِّنكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللهِ).[١١]
“Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika ada di antaramu seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang dengan izin Allah.” 11
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَإِن تُطِيعُوا اللهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا).[١٢]
“Dan jika kamu patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun pahala amalanmu.” 12
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(فَإِنْ أَعْرَضُوا فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا).[١٣]
“Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka.” 13
أمثلة على أسلوب الشرط باستخدام أداة مَنْ
Contoh-contoh gaya bahasa syarat dengan menggunakan kata depan (adaat) Man (مَنْ):
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ).[١٤]
“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” 14
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ).[١٥]
“Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya.” 15
قال-تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَمَن يُضْلِلِ اللهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ).[١٦]
“Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang menjadi pemberi petunjuk baginya.” 16
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا).[١٧]
“Dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.” 17
أمثلة على أسلوب الشرط باستخدام أداة لو
Contoh-contoh gaya bahasa syarat dengan menggunakan kata depan (adaat) Lau (لَوْ):
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً).[١٨]
“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu.” 18
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا حَتَّى تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكانَ خَيْرًا لَّهُمْ).[١٩]
“Dan sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka sesungguhnya itu adalah lebih baik bagi mereka.” 19
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(لَّوْ مَا تَأْتِينَا بِالْمَلَائِكَةِ إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ).[٢٠]
“Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?” 20
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِم مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِن دَابَّةٍ).[٢١]
“Dan jikalau Allah menghukum manusia karena kezaliman mereka, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di atas bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata.” 21
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللهِ).[٢٢]
“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.” 22
أمثلة على أسلوب الشرط باستخدام أداة إمّا وأمّا
Contoh-contoh gaya bahasa syarat dengan menggunakan kata depan (adaat) Imma (إِمَّا) dan Amma (أَمَّا):
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِّن رَّبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُل لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُورًا).[٢٣]
“Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Rabbmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.” 23
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَى).[٢٤]
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka jannah-jannah tempat kediaman.” 24
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ).[٢٥]
“Dan terhadap nikmat Rabbmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).” 25
أمثلة على أسلوب الشرط باستخدام أداة إذا
Contoh-contoh gaya bahasa syarat dengan menggunakan kata depan (adaat) Idza (إِذَا):
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللهُ).[٢٦]
“Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi penghormatan yang bukan ditentukan Allah untukmu.” 26
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِيسِ فَافْسَحُوا).[٢٧]
“Apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah.” 27
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ).[٢٨]
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk berhijrah, maka hendaklah kamu menguji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; jika kamu telah mengetahui bahwa mereka benar-benar beriman, maka janganlah kamu mengembalikan mereka kepada orang-orang kafir.” 28
أمثلة على أسلوب الشرط باستخدام أداة ما
Contoh-contoh gaya bahasa syarat dengan menggunakan kata depan (adaat) Maa (مَا / حَيْثُمَا):
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(مَا قَطَعْتُم مِّن لِّينَةٍ أَوْ تَرَكْتُمُوهَا قَائِمَةً عَلَى أُصُولِهَا فَبِإِذْنِ اللهِ).[٢٩]
“Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma atau yang kamu biarkan tumbuh berdiri di atas pokoknya, maka itu adalah dengan izin Allah.” 29
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَمَا يَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَلَن يُكْفَرُوهُ).[٣٠]
“Dan kebajikan apa saja yang mereka perbuat, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi menerima pahalanya.” 30
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ).[٣١]
“Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” 31
أمثلة على أسلوب الشرط باستخدام أداة كلما
Contoh-contoh gaya bahasa syarat dengan menggunakan kata depan (adaat) Kullamaa (كُلَّمَا):
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقًا).[٣٢]
“Setiap kali Zakaria masuk menemui Maryam di mihrab, ia mendapati makanan di sisinya.” 32
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرًا).[٣٣]
“Setiap kali api itu padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.” 33
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ).[٣٤]
“Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu.” 34
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ).[٣٥]
“Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya.” 35
أمثلة على أسلوب الشرط باستخدام أداة أينما
Contoh-contoh gaya bahasa syarat dengan menggunakan kata depan (adaat) Ainamaa (أَيْنَمَا):
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ).[٣٦]
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu.” 36
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَهُوَ كَلٌّ عَلَى مَوْلَاهُ أَيْنَمَا يُوَجِّهْهُ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ).[٣٧]
“Dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruhnya, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikan pun.” 37
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(أَيْنَمَا ثُقِفُوا أُخِذُوا وَقُتِّلُوا تَقْتِيلًا).[٣٨]
“Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh dengan seganas-ganasnya.” 38
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِ بُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ).[٣٩]
“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana saja kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.” 39
أمثلة على أسلوب الشرط باستخدام أداة مهما
Contoh gaya bahasa syarat dengan menggunakan kata depan (adaat) Mahmaa (مَهْمَا). Kata mahmaa ini hanya tercantum pada satu tempat saja di dalam Al-Qur’an Al-Karim:40
قال -تعالى-:
Allah Ta’ala berfirman:
(وَقَالُوا مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِ مِنْ آيَةٍ لِّتَسْحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ).[٤١]
“Mereka berkata: ‘Bagaimanapun kamu mendatangkan tanda-tanda (mukjizat) kepada kami untuk menyihir kami dengan bukti-bukti itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu.'” 41
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : Mawdoo
Catatan Kaki
- Rasmiyyah Asy-Syarawanah, Uslub asy-Syarth fi Khuthab al-‘Arab wa Washayahum fi Kitab Jamharah Khuthab al-‘Arab li Ahmad Zaki Shafwat, halaman 2. Dengan pengubahan (bi tasharruf).
- Abdul Aziz Al-Muaibid, Asy-Syarth fi al-Qur’an al-Karim, halaman 10. Dengan pengubahan (bi tasharruf).
- Surah Muhammad, ayat: 7
- Surah Yusuf, ayat: 77
- Surah Isra, ayat: 25
- Surah Al-An’am, ayat: 17
- Surah Al-Ma’idah, ayat: 67
- Surah Al-Anfal, ayat: 29
- Surah Nu’sa, ayat: 12
- Surah Nu’sa, ayat: 130
- Surah Al-Anfal, ayat: 66
- Surah Al-Hujurat, ayat: 14
- Surah Asy-Syura, ayat: 48
- Surah At-Thalaq, ayat: 3
- Surah Al-Baqarah, ayat: 173
- Surah Az-Zumar, ayat: 36
- Surah Al-Fath, ayat: 10
- Surah At-Tsubah, ayat: 46
- Surah Al-Hujurat, ayat: 5
- Surah Al-Hijr, ayat: 7
- Surah An-Nahl, ayat: 61
- Surah Al-Hasyr, ayat: 21
- Surah Isra, ayat: 28
- Surah As-Sajdah, ayat: 19
- Surah Ad-Dhuha, ayat: 11
- Surah Al-Mujadilah, ayat: 8
- Surah Al-Mujadilah, ayat: 11
- Surah Al-Mumtahanah, ayat: 10
- Surah Al-Hasyr, ayat: 5
- Surah Ali ‘Imran, ayat: 115
- Surah Al-Baqarah, ayat: 150
- Surah Ali ‘Imran, ayat: 37
- Surah Isra, ayat: 97
- Surah Al-Baqarah, ayat: 20
- Surah Nuh, ayat: 7
- Surah Nu’sa, ayat: 78
- Surah An-Nahl, ayat: 76
- Surah Al-Ahzab, ayat: 61
- Surah Al-Baqarah, ayat: 115
- Muhammad Abdul Khaliq ‘Udhaimah, Kitab Dirasat li Uslub al-Qur’an al-Karim, halaman 197. Dengan pengubahan (bi tasharruf).
- Surah Al-A’raf, ayat: 132
Leave a Reply