أدوات الشرط وأنواعها في القرآن الكريم واللغة العربية
Kata-Kata Penghubung Syarat (Adawat Asy-Syarth) dan Jenis-Jenisnya di Dalam Al-Qur’an Al-Karim dan Bahasa Arab (Bagian Kedua)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Kata-Kata Penghubung Syarat (Adawat Asy-Syarth) dan Jenis-Jenisnya di Dalam Al-Qur’an Al-Karim dan Bahasa Arab ini masuk dalam Kategori Serial Bahasa Al-Qur’an
أسماء الشَّرط المَبْنِيّة فَهي :
مَنْ مَا مَهْمَا أَيْنَ أَيَّانَ مَتَى أَنَّى حَيْثُمَا إِذَا
Adapun isim-isim syarat yang mabni adalah:
Man (مَنْ), Maa (مَا), Mahmaa (مَهْمَا), Aina (أَيْنَ), Ayyaana (أَيَّانَ), Mataa (مَتَى), Annaa (أَنَّى), Haitsumaa (حَيْثُمَا), Idza (إِذَا).
مَنْ : تعرب حسب مَوقعُها فِي الجُملة .
Man (مَنْ): Di-i’rab sesuai dengan kedudukan tempatnya di dalam kalimat.
مَا : تعرب حسب مَوقعُها فِي الجُملة مثل ( مَنْ ) .
Maa (مَا): Di-i’rab sesuai dengan kedudukan tempatnya di dalam kalimat seperti halnya kata Man (مَنْ).
مَهمَا : تَدُلُّ على مَعنى ( مَا ) وتعرب إعرابُها .
Mahmaa (مَهْمَا): Menunjukkan atas makna dari kata Maa (مَا) dan di-i’rab dengan i’rabnya.
مَتَى وأيَّان : يعربان ظرف زمَان دَائِماً والعامل فيه فعل الشَّرط .
Mataa (مَتَى) dan Ayyaana (أَيَّانَ): Keduanya selalu di-i’rab sebagai zharaf zaman (keterangan waktu) dan amil (yang mempengaruhi harakat) padanya adalah kata kerja syarat.
أين وأنَّى وحَيثُمَا : تعرب ظرف مَكان والعامل فيه فعل الشَّرط .
Aina (أَيْنَ), Annaa (أَنَّى), dan Haitsumaa (حَيْثُمَا): Di-i’rab sebagai zharaf makan (keterangan tempat) dan amil padanya adalah kata kerja syarat.
إذا : وتختلف من الأسمَاء السَّابقة الّتي تدُلّ على الظَّرفِيّة ، أن العامل فيها ليس فعل الشَّرط وإنّما الجواب . وتقُول فِي إعرابهم : إنها ظرف لما يستقبل من الزمان خافض لشرطه منصوبٌ بجوابه .
Idza (إِذَا): Berbeda dari isim-isim sebelumnya yang menunjukkan keterangan tempat/waktu (zharafiyah), bahwasanya amil padanya bukanlah kata kerja syarat melainkan jawabannya. Dan Anda mengatakan dalam i’rabnya: Sesungguhnya ia adalah zharaf bagi waktu yang akan datang, yang meng-khafadh-kan (menjerkan) kalimat syaratnya dan dinashabkan oleh kalimat jawabannya.
تقسم أدوات الشَّرط إلى قِسمَين :
Kata-kata penghubung syarat dibagi menjadi dua bagian:
أدوات الشَّرط الجَازمة : الأدوات الّتي تجزم فعلين وهي اثنتا عَشرة أدَاةً ، إنْ وإذمَا وهُمَا حرفَان ، مَنْ ومَا ومَهمَا ومَتَى وأيّان وأين وأنّى وحَيثُمَا وكَيفمَا وأيُّ وجَمِيعُهَا أسماء .
Kata Penghubung Syarat Jadzim: Kata-kata penghubung yang menjazmkan dua kata kerja dan jumlahnya ada dua belas kata penghubung, yaitu: In (إِنْ) dan Idzmaa (إِذْمَا) yang mana keduanya adalah huruf, serta Man (مَنْ), Maa (مَا), Mahmaa (مَهْمَا), Mataa (مَتَى), Ayyaana (أَيَّانَ), Aina (أَيْنَ), Annaa (أَنَّى), Haitsumaa (حَيْثُمَا), Kaifamaa (كَيْفَمَا), dan Ayyun (أَيُّ) yang mana seluruhnya ini adalah isim.
إنْ : حرف شّرط جَازم مَبْنيّ على السّكُون لا مَحلّ له من الإعْرَاب ، ويستعمل للدّلالة على العَاقل .
In (إِنْ): Huruf syarat jadzim yang mabni di atas sukun tidak memiliki kedudukan dalam i’rab, dan digunakan untuk penunjukan atas yang berakal (al-‘aaqil).
قال اللّه تعالى :
Allah Ta’ala berfirman:
( وَإن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ) 1 .
“Dan jika kamu tidak mengerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.”
مثلاً : إنْ تَدْرُسْ جَيِّداً ، تَنْجَحْ فِي الامْتِحَانِ .
Contohnya:
In tadrus jayyidan, tanjah fi al-imtihan. (Jika engkau belajar dengan baik, niscaya engkau lulus dalam ujian).
إنْ – حرف الشّرط الجَازم .
In (إِنْ) – Huruf syarat jadzim.
تَدْرُسْ جَيِّداً – جملة فعل الشّرط .
Tadrus jayyidan – Kalimat kata kerja syarat.
تَنْجَحْ فِي الامْتِحَانِ – جملة جواب الشّرط .
Tanjah fi al-imtihan – Kalimat jawaban syarat.
إذْمَا : حرف شّرط جَازم مَبْنيّ على السّكُون لا مَحلّ له من الإعْرَاب ، ويستعمل للدّلالة على غير العَاقل أو صِفات العاقل .
Idzmaa (إِذْمَا): Huruf syarat jadzim yang mabni di atas sukun tidak memiliki kedudukan dalam i’rab, dan digunakan untuk penunjukan atas yang tidak berakal (ghairu al-‘aaqil) atau sifat-sifat dari yang berakal.
مثلاً : إذْمَا تَجْتَهِدْ تَنَلْ جَائِزَةً .
Contohnya:
Idzmaa tajtahid tanal jaizatan. (Kapan saja engkau bersungguh-sungguh, niscaya engkau memperoleh hadiah).
لَو : حَرفُ شرط مَبنِيٌّ يدُلُّ على امْتِنَاع الجَوَابِ لامْتِنَاعِ الشّرط ، حَرفُ شرط مَبنِيٌّ على السُّكُون لا مَحَلّ لَهُ مِن الإعْرَاب .
Lau (لَوْ): Huruf syarat mabni yang menunjukkan atas tidak terjadinya jawaban karena tidak terjadinya syarat (imtina’ al-jawab li imtina’ asy-syarth), huruf syarat yang mabni di atas sukun, tidak memiliki kedudukan dalam i’rab.
لَوْلا ولَوْمَا : تَدلان على امتِنَاع الجَوابِ لِوُجُود الشّرط .
Laulaa (لَوْلَا) dan Laumaa (لَوْمَا): Keduanya menunjukkan atas tidak terjadinya jawaban karena adanya/wujudnya syarat (imtina’ al-jawab li wujud asy-syarth).
إلاّ أنَّ لِلْحَرفِ ( إن ) اسْتِعمَالات مَعِينة نوردهَا فِيما يلي :
المَفرُوض أن يأتي فعلان مَجزُومان لَفظاً أو مَحلاً، أحدهُما فعل الشرط والآخر جوابه ، ولكنّ قط يأتي بعدها اسم ، وفي الحالة تقدر بعدها فعلاً يفسره الفعل المذكور .
يكثر وُقوع ( ما ) الزّائدة بعد ( إن ) فتدغم فيها النّون .
Hanya saja bagi huruf In (إِنْ) terdapat penggunaan-penggunaan tertentu yang kami sebutkan di bawah ini:
Semestinya hadir dua kata kerja yang majzum secara lafal maupun kedudukan tempat (mahallan), salah satunya sebagai kata kerja syarat dan yang lain sebagai jawabannya, akan tetapi terkadang hadir setelahnya sebuah isim (kata benda), dan dalam kondisi ini ditakdirkan (disembunyikan) setelahnya sebuah kata kerja yang ditafsirkan oleh kata kerja yang disebutkan tertulis.
Sering terjadi jatuhnya kata Maa (مَا) zaidah (tambahan) setelah huruf In (إِنْ) sehingga huruf Nun diidghamkan ke dalamnya.
إمّا : أصلُها إنْ ما ، إن حرف شرط مبني على السّكون لا محلّ له من الإعراب ، ما حرف زائد مبنيّ على السّكون لا محلّ له من الإعراب .
Immaa (إِمَّا): Asalnya adalah In-Maa (إِنْ مَا), yang mana In adalah huruf syarat mabni di atas sukun tidak memiliki kedudukan dalam i’rab, dan Maa adalah huruf zaidah (tambahan) mabni di atas sukun tidak memiliki kedudukan dalam i’rab.
Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah
Leave a Reply