أدوات الشرط وأنواعها في القرآن الكريم واللغة العربية
Kata-Kata Penghubung Syarat (Adawat Asy-Syarth) dan Jenis-Jenisnya di Dalam Al-Qur’an Al-Karim dan Bahasa Arab (Bagian Kelima)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Kata-Kata Penghubung Syarat (Adawat Asy-Syarth) dan Jenis-Jenisnya di Dalam Al-Qur’an Al-Karim dan Bahasa Arab ini masuk dalam Kategori Serial Bahasa Al-Qur’an
فَاذْهَبْ إِلَى الْمَرِيْضِ – جواب الشّرط بالفاء .
Fadhab ila al-mariidhi – Jawaban syarat yang terikat dengan huruf Fa.
يجب اقتران جملة جواب الشّرط بالفاء في كُلّ موضع لا تصلح فيه أن تقع شرطاً وذلك بأن كانت :
Wajib hukumnya mengikat kalimat jawaban syarat dengan huruf Fa pada setiap tempat yang tidak layak padanya untuk jatuh sebagai kalimat syarat langsung, hal itu adalah apabila berupa:
جملة اسميّة
Kalimat Ismiyyah (Jumlaah Ismiyyah):
قال اللّه تعالى :
Allah Ta’ala berfirman:
( فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ ) 1 .
“Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya.”
مثلاً : مَنْ يُرِدْ هَذَا الكِتَابَ فَهُوَ عِنْدَ الْمُدِيْرِ .
Contohnya:
Man yurid hadza al-kitaba fahuwa ‘inda al-mudiiri. (Barangsiapa yang menginginkan buku ini, maka ia ada di meja direktur).
مَنْ يُرِدْ هَذَا الكِتَابَ – جملة فعل الشّرط .
Man yurid hadza al-kitaba – Kalimat kata kerja syarat.
فَهُوَ عِنْدَ الْمُدِيْرِ – وجود جملة اسميّة في الجواب .
Fahuwa ‘inda al-mudiiri – Eksistensi adanya kalimat ismiyyah pada jawaban.
جملة طلبيّة ( فعل الأمر ، لام أمر ، فعل النّهي ، استفهام ) .
Kalimat Thalabiyyah (Jumlaah Thalabiyyah) berupa kata kerja perintah, Lam perintah, kata kerja larangan, atau kata tanya:
قال اللّه تعالى :
Allah Ta’ala berfirman:
( فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أهْوَاءَهُمْ ) 2 .
“Maka jika mereka tidak menyembahmu (tuntutanmu), ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka.”
مثلاً : إِذَا رَأَيْتَ حَامِدًا فَاسْأَلْهُ عَنْ مَوْعِدِ السَّفَرِ .
Contohnya:
Idza ra’aita Hamidan fas’alhu ‘an mau’idi as-safari. (Apabila engkau melihat Hamid, maka tanyakanlah kepadanya perihal waktu keberangkatan safar).
إِذَا رَأَيْتَ حَامِدًا – جملة فعل الشّرط .
Idza ra’aita Hamidan – Kalimat kata kerja syarat.
فاسْأَلْهُ عَنْ مَوْعِدِ السَّفَرِ – وجود فعل الأمر في الجواب .
Fas’alhu ‘an mau’idi as-safari – Eksistensi adanya kata kerja perintah (fi’il amr) pada jawaban.
جملة ذات فعل جامد ( ليس ، عسى ، نعم ، بئس ، حبّذا ) .
Kalimat yang memiliki kata kerja statis/beku (Fi’il Jamid) seperti Laisa, ‘Asaa, Ni’ma, Bi’sa, Habhadza:
قال اللّه تعالى :
Allah Ta’ala berfirman:
( وَمَن لَّا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِ ) 3 .
“Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan orang yang menyeru kepada Allah, maka ia tidak dapat melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi.”
مثلاً : إنْ تَكُنْ مُسْتَعْجِلاً فَلَسْتُ مُسْتَعْجِلاً .
Contohnya:
In takun musta’jilan falastu musta’jilan. (Jika engkau tergesa-gesa, maka aku tidaklah tergesa-gesa).
إنْ تَكُنْ مُسْتَعْجِلاً – جملة فعل الشّرط .
In takun musta’jilan – Kalimat kata kerja syarat.
فَلَسْتُ مُسْتَعْجِلاً – وَجود ( لَيْسَ ) في الجواب .
Falastu musta’jilan – Eksistensi adanya kata kerja Laisa pada jawaban.
مسبوقاً بالنّفي ( ما ، لن ، لم ) .
Didahului oleh huruf penafian (Nafi) seperti Maa, Lan, Lam:
قال اللّه تعالى :
Allah Ta’ala berfirman:
( وَإِن تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ فَلَن يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا ) 4 .
“Dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.”
مثلاً : مَهْمَا تَكُنْ الظُّرُوْفُ فَمَا أَكْذِبُ .
Contohnya:
Mahmaa takun azh-zhuruufu famaa akdzibu. (Bagaimana pun adanya kondisi-kondisi keadaan, maka aku sama sekali tidak akan berbohong).
مَهْمَا تَكُنْ الظُّرُوْفُ – جملة فعل الشّرط .
Mahmaa takun azh-zhuruufu – Kalimat kata kerja syarat.
فَمَا أَكْذِبُ – وَجود ( مَا ) في الجواب .
Famaa akdzibu – Eksistensi adanya huruf Maa pada jawaban.
مسبوقاً بالتّحقيق ( قد ) .
Didahului oleh huruf penegas kepastian (Tahqiq) yaitu kata Qad:
قال اللّه تعالى :
Allah Ta’ala berfirman:
( وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ) 5 .
“Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”
مثلاً : مَهْمَا يَكُنْ سَبَبُ غِيَابِكَ فَقَدْ فَاتَكَ دَرْسٌ مُهِمٌ .
Contohnya:
Mahmaa yakun sababu ghiyaabika faqad faataka darsun muhimmun. (Bagaimana pun alasan ketidakhadiranmu, maka sungguh telah luput darimu pelajaran yang penting).
مَهْمَا يَكُنْ سَبَبُ غِيَابِكَ – جملة فعل الشّرط .
Mahmaa yakun sababu ghiyaabika – Kalimat kata kerja syarat.
فَقَدْ فَاتَكَ دَرْسٌ مُهِمٌ – وجود ( قَدْ ) في الجواب .
Faqad faataka darsun muhimmun – Eksistensi adanya kata Qad pada jawaban.
مسبوقاً بالتّنفيس ( س ، سوف ) .
Didahului oleh huruf keterangan masa depan (Tanfis) seperti huruf Sin atau kata Saufa:
قال اللّه تعالى :
Allah Ta’ala berfirman:
( فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ . فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا ) 6 .
“Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah.”
مثلاً : إنْ لَمْ تَجِدُونِي فِي مَكْتَبِي فَسَتَجِدُونَنِي فِي مَكْتَبِ الْمُدِيْرِ .
Contohnya:
In lam tajiduunii fi maktabii fasatajiduunanii fi maktabi al-mudiiri. (Jika engkau tidak mendapatiku berada di ruang kerjaku, niscaya engkau akan mendapatiku berada di ruang kerja direktur).
إنْ لَمْ تَجِدُونِي فِي مَكْتَبِي – جملة فعل الشّرط .
In lam tajiduunii fi maktabii – Kalimat kata kerja syarat.
فَسَتَجِدُونَنِي فِي مَكْتَبِ الْمُدِيْرِ – وجود ( س ) في الجواب .
Fasatajiduunanii fi maktabi al-mudiiri – Eksistensi adanya huruf Sin penanda masa depan pada jawaban.
الخاتمة : يتكَوَّن النَّحو مِن كثِير مِن القَوَاعد الصَّغِيرة الّتي تَعْمل مَعاً لإنْشَاء اللُّغة . لقد ركَّزنَا على التَّفاصيل المعقّدة لموضُوع أدوات الشّرط وأنواعها . ستساعدنا القواعد الّتي تَمت مناقشتها في هذه المَقالة بوضوح شَديد ، وآمل أن هذه المقالة ستنفع الطلاب المبتدئين الناشئين باللغة العربية .
Kesimpulan: Nahwu terbentuk dari banyak kaidah-kaidah kecil yang bekerja secara bersama-sama untuk membangun bahasa. Sungguh kita telah menitikberatkan fokus pada detail-detail rumit bagi topik kata penghubung syarat beserta jenis-jenisnya. Kaidah-kaidah yang telah didiskusikan di dalam artikel ini akan membantu kita dengan kejelasan yang teramat nyata, dan saya berharap artikel ini dapat memberikan manfaat bagi para penuntut ilmu tingkat pemula yang baru tumbuh di dalam mempelajari Bahasa Arab.
المصادر والمراجع :
النّحو الواضح .
التّطبيق النّحوي .
دروس اللّغة العربيّة لغير النّاطقين بها ( الجزء الثالث ) .
Sumber dan Rujukan:
An-Nahwu Al-Wadhih.
At-Tathbiq An-Nahwi.
Durus Al-Lughah Al-Arabiyyah Li Ghairi An-Nathiqina Biha (Bagian Ketiga).
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah
Leave a Reply