الجمع في اللغة العربية
الأنواع، والصياغة، والإعراب
Plural (Al-Jam’u) dalam Bahasa Arab:
Jenis-Jenis, Formasi Penulisan, dan I’rab (Bagian Ketiga)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Plural (Al-Jam’u) dalam Bahasa Arab: Jenis-Jenis, Formasi Penulisan, dan I’rab (Bagian 3) ini masuk dalam Kategori Bahasa Arab
• حالة النصب: المنصوبات كثيرة منها:
• Keadaan Nashab: Kedudukan kata-kata yang di-nashab-kan (al-manshuubaat) terhitung banyak, di antaranya adalah:
• المفاعيل كالمفعول به نقول “رأيت المهندسين”، المهندسين مفعول به منصوب وعلامة نصبه الياء لأنه جمع مذكر سالم.
• Kluster Maf’ul (Al-Mafaa’iil) seperti halnya Objek Penderita (Al-Maf’uul bihi). Kita mengatakan: Ra’aitu al-muhandisiina (Aku telah melihat para insinyur itu). Kata al-muhandisiina adalah maf’uul bihi yang manshub dan tanda nashab-nya adalah huruf Ya karena ia merupakan jamak mudzakkar salim.
• اسم إن وأخواتها: “إن المؤمنين فائزون”، المؤمنين اسم إن منصوب وعلامة نصبه الياء لأنه جمع مذكر سالم.
• Isim bagi Inna dan saudara-saudaranya: Contoh: Inna al-mu’miniina faa’izuuna (Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang beruntung). Kata al-mu’miniina adalah isim Inna yang manshub dan tanda nashab-nya adalah huruf Ya karena ia merupakan jamak mudzakkar salim.
• الحال: دخلوا غاضبين، غاضبين حال منصوب وعلامة نصبه الياء لأنه جمع مذكر سالم.
• Keterangan Keadaan (Al-Haal): Contoh: Dakhaluu ghaadhibiina (Mereka telah masuk dalam keadaan marah). Kata ghaadhibiina adalah haal yang manshub dan tanda nashab-nya adalah huruf Ya karena ia merupakan jamak mudzakkar salim.
• التابع للمنصوب كالنعت مثلاً، رأيت الطلبة الناجحين، الناجحين نعت تابع لمنعوته منصوب وعلامة نصبه الياء لأنه جمع مذكر سالم.
• Kata yang mengikuti kedudukan kata sebelumnya yang manshub (At-Taabi’ li manshuub) seperti halnya kata sifat (na’at). Sebagai permisalan: Ra’aitu ath-thalabata an-naajihiina (Aku telah melihat para pelajar yang lulus itu). Kata an-naajihiina adalah na’at (kata sifat) yang mengikuti kata yang disifatinya (man’ut) dalam keadaan manshub, dan tanda nashab-nya adalah huruf Ya karena ia merupakan jamak mudzakkar salim.
• حالة الجر: يجر الاسم في ثلاث حالات:
• Keadaan Jar: Suatu isim di-jar-kan pada tiga kondisi keadaan:
• الجر بحرف الجر: مررت بالعاملين، العاملين اسم مجرور وعلامة جره الياء لأنه جمع مذكر سالم.
• Di-jar-kan karena huruf jar (Al-Jar bi harfi al-jar): Contoh: Marartu bi al-‘aamiliina (Aku telah berpapasan dengan para pekerja itu). Kata al-‘aamiliina adalah isim majrur dan tanda jar-nya adalah huruf Ya karena ia merupakan jamak mudzakkar salim.
• الجر بالإضافة: الزكاة حق المحتاجين، المحتاجين مضاف إليه مجرور وعلامة جره الياء لأنه جمع مذكر سالم.
• Di-jar-kan karena penyandaran kata (Al-Jar bi al-idhafah): Contoh: Az-Zakaatu haqqu al-muhtaajiina (Zakat itu adalah hak orang-orang yang membutuhkan). Kata al-muhtaajiina adalah mudhaf ilaihi yang majrur dan tanda jar-nya adalah huruf Ya karena ia merupakan jamak mudzakkar salim.
• الجر بالتبعية: في النعت أو العطف أو التوكيد أو البدل، أشرفت على الطلبة المتخرجين، المتخرجين نعت مجرور وعلامة جره الياء لأنه جمع مذكر سالم.
• Di-jar-kan karena mengikuti kata sebelumnya (Al-Jar bi at-taba’iyyah): baik pada kata sifat (na’at), kata sambung (athaf), penegas (tawkid), maupun pengganti (badal). Contoh: Asyraftu ‘ala ath-thalabata al-mutakharrijiina (Aku telah mengawasi para pelajar yang diwisuda itu). Kata al-mutakharrijiina adalah na’at yang majrur dan tanda jar-nya adalah huruf Ya karena ia merupakan jamak mudzakkar salim.
ملاحظة: نون الجمع المذكر السالم تحذف في الإضافة نقول: في حالة الرفع جاء مهندسو العمارة، وفي النصب رأيت مهندسي العمارة، وفي الجر مررت بمهندسي العمارة.
Catatan: Huruf Nun pada Jamak Mudzakkar Salim dihapus ketika terjadi penyandaran kata (al-idhafah). Kita mengatakan: Pada keadaan rafa’: Jaa’a muhandisuu al-‘imaarati (Telah datang para arsitek bangunan itu); pada keadaan nashab: Ra’aitu muhandisii al-‘imaarati (Aku telah melihat para arsitek bangunan itu); dan pada keadaan jar: Marartu bi muhandisii al-‘imaarati (Aku telah berpapasan dengan para arsitek bangunan itu).
4- صياغته: يصاغ جمع المذكر السالم بزيادة واو ونون أو ياء ونون على المفرد بدون تغيير إذا كان صحيح الآخر أو شبهه كرافع تصبح رافعون وظبي إذا كان علما لرجل فتجمع على ظبيون. أما إذا كان الاسم مقصوراً أو منقوصاً أو ممدوداً ففيه بعض التفصيل:
4. Formasi Penulisannya: Jamak Mudzakkar Salim dibentuk dengan cara menambahkan huruf Wawu dan Nun atau huruf Ya dan Nun pada bentuk tunggalnya (mufrad) tanpa ada perubahan bentuk jika isim tersebut berupa Shahihul Akhir (berakhiran huruf konsonan kuat) atau yang menyerupainya, seperti kata raafi’ menjadi raafi’uuna, dan kata zhabiyun apabila ia merupakan nama diri bagi seorang lelaki maka ia dijamakkan menjadi zhabyuuna. Adapun jika isim tersebut berupa nama/kata Maqshur, Manqush, atau Mamdud, maka di dalamnya terdapat beberapa rincian detail:
أ- جمع المقصور: الاسم المقصور هو “الاسم المعرب الذي آخره ألف لازمة كهدى وفتى ومصطفى”[8]، ويجمع هذا النوع جمعا مذكرا سالما بحذف ألفه وبقاء الفتحة قبل واو الجمع ويائه دليلا على الألف المحذوفة في المفرد، مثل أعلى تصبح أعلَون أو أعليين ومصطفى تصبح مصطفَون أو مصطفَيْن، قال الله تعالى
a. Jamak dari Isim Maqshur: Isim Maqshur adalah “isim mu’rab yang bagian akhirnya berupa huruf Alif lazimah (melekat pasti) seperti kata huda, fata, dan Musthafa“.1 Dan jenis ini dijamakkan dengan jamak mudzakkar salim dengan cara menghapus huruf Alif-nya dan mempertahankan harakat fathah pada huruf sebelum huruf Wawu jamak dan huruf Ya-nya sebagai penanda atas adanya huruf Alif yang dihapus pada bentuk tunggalnya. Seperti kata a’la berubah menjadi a’launa atau a’layaina, dan kata Musthafa berubah menjadi Musthafauna atau Musthafaina. Allah Ta’ala berfirman:
﴿ وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ﴾ [9]
“Padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” 2
وقال
dan Dia berfirman:
﴿ وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْأَخْيَارِ ﴾ [10].
“Dan sesungguhnya mereka di sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” 3
ب- جمع المنقوص: الاسم المنقوص هو” الاسم المعرب الذي آخره ياء لازمة غير مشددة قبلها كسرة مثل قاضي محامي”[11]، ويجمع المنقوص على الجمع المذكر السالم بحذف يائه وضم ما قبل الواو وكسر ما قبل الياء، فنقول قاضي قاضون أو قاضين[12].
b. Jamak dari Isim Manqush: Isim Manqush adalah “isim mu’rab yang bagian akhirnya berupa huruf Ya lazimah yang tidak bertasydid (tidak menggunakan syaddah) yang mana huruf sebelumnya berharakat kasrah, seperti kata qaadhii (hakim) dan muhaamii (pengacara)”.4 Dan isim manqush dijamakkan ke dalam Jamak Mudzakkar Salim dengan cara menghapus huruf Ya-nya serta men-dhammah-kan huruf sebelum huruf Wawu dan men-kasrah-kan huruf sebelum huruf Ya. Maka kita mengatakan untuk kata qaadhii menjadi qaadhuuna atau qaadhiina.5
ت- جمع الممدود: الاسم الممدود هو “الاسم المعرب الذي آخره همزة قبلها ألف زائدة كسماء وبناء”[13]، ويجمع هذا الاسم حسب حالة همزته:
c. Jamak dari Isim Mamdud: Isim Mamdud adalah “isim mu’rab yang bagian akhirnya berupa huruf Hamzah yang mana sebelum huruf tersebut terdapat huruf Alif zaidah (tambahan) seperti kata samaa’ (langit) dan binaa’ (bangunan)”.6 Dan isim ini dijamakkan berdasarkan atas kondisi karakteristik huruf Hamzah-nya:
• إذا كانت الهمزة للتأنيث تقلب في الجمع واواً مثل زكرياء زكرياوون.
• Apabila huruf Hamzah-nya berfungsi sebagai penanda feminin (li al-ta’niits), maka ia diubah di dalam pembentukan jamak menjadi huruf Wawu, seperti kata Zakariyaa’ menjadi Zakariyawuuna.
• إذا كانت الهمزة أصلية تبقى كما هي وضاء وضاؤون.
• Apabila huruf Hamzah-nya bersifat asli (ashliyyah), maka ia tetap dipertahankan sebagaimana adanya, seperti kata wadhaa’ menjadi wadhaa’uuna.
• إذا كانت الهمزة مبدلة من واو أو ياء جاز قلبها واواً أو إبقاؤها كساء (علم رجل) نقول كساوون أو كساؤون.
• Apabila huruf Hamzah-nya merupakan perubahan bentuk dari huruf Wawu atau huruf Ya, maka diperbolehkan untuk mengubahnya menjadi huruf Wawu atau tetap mempertahankannya sebagaimana adanya, seperti kata Kisaa’ (nama diri bagi seorang lelaki) kita boleh mengatakan kisawuuna atau kisaa’uuna.
Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah
Sumber : Alukah
Leave a Reply