حكم عقد النكاح على من تترك الصلاة أحياناً
Hukum Akad Nikah dengan Wanita yang Terkadang Meninggalkan Shalat
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Hukum Akad Nikah dengan Wanita yang Terkadang Meninggalkan Shalat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Shalat
السؤال:
Pertanyaan:
هناك فتاة لا تحافظ على الصلاة، مرات تصلي، ومرات تتركها، وكلما نصحها أهلها صلت، ثم تعود مرة أخرى إلى تركها، ثم إذا نصحوها وذكروها بالله سبحانه وتعالى تبكي، وتقول: أريد أن أصلي، ولكن شيئاً ما يمنعني، لا أعلم ما هو! بعد ذلك خطبها رجل ملتزم، ففرحت كثيراً، وقد كانت تريد أن تتزوج من رجل ملتزم حتى يغير من حالها، وأخذت تصلي وتدعو الله أن يوفقها في هذا الزواج. وبالفعل تزوجت ذلك الرجل، واستمرت بالصلاة، لكن هذه الأيام أصبحت تصلي بعض الأوقات وبعضها تتركها، وعندما نصحتها، قالت: بأنها سوف تتوب توبة صادقة. سؤالي: هل زواجها صحيح؟ وخاصه أن زوجها لا يعلم بذلك، وهي لا تريده أن يعلم، لأنها – حسب قولها – سوف تحافظ على الصلاة ولن تتركها أبدًا بإذن الله؟ جزاكم الله ألف خير على هذا الموقع.
Ada seorang pemudi yang tidak menjaga sholat-nya, terkadang ia sholat dan terkadang meninggalkannya. Setiap kali keluarganya menasihatinya ia pun sholat, kemudian ia kembali lagi meninggalkannya. Lalu apabila mereka menasihatinya dan mengingatkannya kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala, ia menangis dan berkata: “Aku ingin sholat, akan tetapi ada sesuatu yang menghalangiku, aku tidak tahu apa itu!” Setelah itu, seorang lelaki yang komitmen beragama (multazim) melamarnya, maka ia sangat gembira. Ia memang ingin menikah dengan lelaki yang mulatizm agar dapat mengubah keadaannya, ia pun mulai sholat dan berdoa kepada Allah agar memberikan taufik kepadanya dalam pernikahan ini. Dan benar saja, ia menikah dengan lelaki tersebut dan terus menjaga sholat-nya. Akan tetapi akhir-akhir ini ia mulai sholat di sebagian waktu dan meninggalkan di sebagian waktu lainnya. Ketika aku menasihatinya, ia berkata bahwasanya ia akan bertaubat dengan taubat yang jujur. Pertanyaan saya: Apakah pernikahannya sah? Terutama karena suaminya tidak mengetahui hal itu, dan ia tidak ingin suaminya tahu karena —menurut perkataannya— ia akan menjaga sholat dan tidak akan meninggalkannya sama sekali selama-lamanya dengan izin Allah? Semoga Allah membalas kalian dengan seribu kebaikan atas website ini.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فأما عقد نكاحهاً، فعقد صحيح، لوقوعه حال كونها تصلي، ثم ليعلم أن في تركها الصلاة أحياناً خطراً عظيماً، فقد اختلف العلماء القائلون بكفر تارك الصلاة، هل يكفر من يصلي أحياناً ويترك أحياناً؟ على قولين.
Adapun mengenai akad nikahnya, maka itu adalah akad yang sah; dikarenakan akad tersebut terjadi pada saat keadaan dirinya sedang melakukan sholat. Kemudian perlu diketahui bahwasanya perbuatan meninggalkan sholat terkadang (kadang sholat kadang tidak) mengandung bahaya yang sangat besar. Sungguh para ulama yang berpendapat akan kekafiran orang yang meninggalkan sholat telah berselisih pendapat: Apakah orang yang terkadang sholat dan terkadang meninggalkan sholat itu dihukumi kafir? Menjadi dua pendapat.
فيجب مناصحة تلك المرأة، وحثها على المحافظة على الصلاة، والدعاء لها بالثبات، ولا ينقضي العجب من زوجها الملتزم الذي لا يعرف حال أهله في أهم أمور الدين وهي: الصلاة، فقد كان من الواجب عليه أن يسعى في إنقاذها من النار، امتثالاً لقوله تعالى:
Maka wajib untuk menasihati wanita tersebut, mendorongnya agar menjaga sholat, serta mendoakannya agar diberikan keteguhan (tsabat). Dan tidak habis keheranan terhadap suaminya yang multazim yang tidak mengetahui kondisi istrinya dalam perkara agama yang paling penting, yaitu: sholat. Padahal merupakan suatu kewajiban atasnya untuk berusaha menyelamatkannya dari api neraka, dalam rangka mengamalkan firman Allah Ta‘ala:
قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ [التحريم: ٦]
“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” [Al-Tahrim: 6]
بل إن العلماء نصوا على أن المحافظ على الصلاة إذا كان يدع أهله يضيعونها، سيحشر يوم القيامة في زمرة المضيعين للصلاة، وليس في زمرة المحافظين عليها.
Bahkan sesungguhnya para ulama telah menegaskan bahwasanya orang yang menjaga sholat, apabila ia membiarkan keluarganya menyia-nyiakannya, maka ia akan dikumpulkan pada hari kiamat kelak dalam golongan orang-orang yang menyia-nyiakan sholat, dan bukan dalam golongan orang-orang yang menjaganya.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply