التفصيل في حكم تارك الصلاة
Perincian Mengenai Hukum Orang yang Meninggalkan Shalat
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Perincian Mengenai Hukum Orang yang Meninggalkan Shalat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Shalat
السؤال:
Pertanyaan:
ما حكم تارك الصلاة؟
Apakah hukum orang yang meninggalkan sholat?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فقد اتفق العلماء على كفر من ترك الصلاة جحودًا لها. واختلفوا فيمن أقر بوجوبها ثم تركها تكاسلًا.
Sungguh para ulama telah sepakat (ijma‘) akan kekafiran orang yang meninggalkan sholat karena mengingkari kewajibannya. Dan mereka berselisih pendapat mengenai orang yang mengakui kewajibannya kemudian meninggalkannya karena malas.
فذهب الإمام أبو حنيفة -رحمه الله- إلى أنه لا يكفر، وأنه يحبس حتى يصلي، وذهب الإمامان: مالك والشافعي -رحمهما الله- إلى أنه لا يكفر، ولكن يقتل حدًا ما لم يصل.
Maka Imam Abu Hanifah rahimahullah berpendapat bahwasanya ia tidaklah kafir, dan bahwasanya ia dipenjara hingga ia mau mengerjakan sholat. Sedangkan dua Imam, yaitu Malik dan Asy-Syafi‘i rahimahumullah berpendapat bahwasanya ia tidaklah kafir, akan tetapi ia dihukum mati sebagai hadd selama ia tidak mau mengerjakan sholat.
والمشهور من مذهب الإمام أحمد -رحمه الله- أنه يكفر، ويقتل ردة، وهذا هو المنقول عن أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم، وحكى عليه إسحاق الإجماع، كما نقله المنذري في الترغيب والترهيب وغيره.
Dan pendapat yang masyhur dari Mazhab Imam Ahmad rahimahullah adalah bahwasanya ia telah kafir, dan dihukum mati karena riddah (murtad). Dan inilah pendapat yang dinukil dari para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Ishaq telah menceritakan adanya ijma‘ atas hal tersebut sebagaimana yang dinukil oleh Al-Mundziri dalam kitab At-Targhib wat Tarhib dan selainnya.
ومن الأدلة على ذلك، ما رواه الجماعة إلا البخاري والنسائي عن جابر -رضي الله عنه- قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
Dan di antara dalil-dalil atas hal tersebut adalah apa yang diriwayatkan oleh jamaah ahli hadits kecuali Al-Bukhari dan An-Nasa’i, dari Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ
“Batas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim dan lainnya)
وما رواه أحمد من حديث أم أيمن مرفوعا:
Dan apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dari hadits Ummu Aiman secara marfu‘:
مَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ مُتَعَمِّدًا بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ اللَّهِ وَرَسُولِهِ
“Barangsiapa yang meninggalkan sholat dengan sengaja, maka sungguh telah berlepas diri darinya jaminan Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Ahmad)
وما رواه أصحاب السنان من حديث بريدة بن الحصين قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
Dan apa yang diriwayatkan oleh para pemilik kitab Sunan dari hadits Buraidah bin al-Hushaib berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
“Perjanjian yang ada di antara kita dengan mereka adalah sholat, maka barangsiapa yang meninggalkannya sungguh ia telah kafir.” (HR. Pemilik kitab Sunan)
وروى الأئمة: أحمد والترمذي والحاكم عن عبد الله بن شقيق قال: كان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يرون شيئًا من الأعمال تركه كفر إلا الصلاة.
Dan para Imam, yaitu Ahmad, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim meriwayatkan dari Abdullah bin Syaqiq berkata: “Dahulu para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memandang sesuatu dari amal perbuatan yang jika ditinggalkan menyebabkan kekafiran kecuali sholat.”
وقال الإمام محمد بن نصر المروزي في تعظيم قدر الصلاة: قال أبو عبد الله: سمعت إسحاق، يقول: قد صح عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أن تارك الصلاة كافر، وكذلك كان رأي أهل العلم من لدن النبي صلى الله عليه وسلم إلى يومنا هذا أن تارك الصلاة عمدًا من غير عذر حتى يذهب وقتها كافر، وذهاب الوقت أن يؤخر الظهر إلى غروب الشمس، والمغرب إلى طلوع الفجر. انتهى.
Dan Imam Muhammad bin Nashr al-Marwazi berkata dalam kitab Ta‘zhim Qadr ash-Shalah: Abu Abdullah berkata: Aku mendengar Ishaq berkata: “Sungguh telah sah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya orang yang meninggalkan sholat adalah kafir. Demikian pula pandangan para ahli ilmu sejak zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai hari kita ini, bahwasanya orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja tanpa adanya ‘udzur hingga habis waktunya adalah kafir. Dan habisnya waktu itu adalah dengan mengakhirkan sholat Zhuhur sampai matahari terbenam, dan sholat Maghrib sampai terbitnya fajar.” Selesai kutipan.
وقال الإمام ابن حزم: روينا عن عمر بن الخطاب -رضي الله عنه- ومعاذ بن جبل، وابن مسعود، وجماعة من الصحابة – رضي الله عنهم- وعن ابن المبارك، وأحمد بن حنبل، وإسحاق بن راهويه -رحمة الله عليهم- وعن تمام سبعة عشر رجلاً من الصحابة، والتابعين -رضي الله عنهم-: أن من ترك صلاة فرض عامداً ذاكراً حتى يخرج وقتها؛ فإنه كافر ومرتد، وبهذا يقول عبد الله بن الماجشون صاحب مالك، وبه يقول عبد الملك بن حبيب الأندلسي وغيره. انظر: (الفصل (3/274) لابن حزم، والمحلى (2/326)، ونقله الآجري في الشريعة، وابن عبد البر في التمهيد (4/225).
Dan Imam Ibnu Hazm berkata: “Telah diriwayatkan kepada kami dari Umar bin al-Khatthab radhiyallahu ‘anhu, Mu‘adz bin Jabal, Ibnu Mas‘ud, dan sekelompok dari para shahabat radhiyallahu ‘anhum; serta dari Ibnul Mubarak, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Rahuyah rahmatullahi ‘alaihim, dan genap dari tujuh belas orang laki-laki dari kalangan shahabat dan tabi‘in radhiyallahu ‘anhum: Bahwasanya barangsiapa yang meninggalkan satu sholat fardhu dengan sengaja lagi dalam keadaan ingat hingga keluar waktunya, maka sesungguhnya ia telah kafir dan مرتد (murtad). Dan dengan pendapat inilah Abdullah bin al-Majisyun sahabat Malik berpendapat, serta Abdul Malik bin Habib al-Andalusi dan selainnya juga berpendapat demikian.” Lihat kitab: Al-Fashl (3/274) karya Ibnu Hazm, Al-Muhalla (2/326), dan dinukil pula oleh Al-Ajurri dalam Asy-Syari‘ah, serta Ibnu Abdil Barr dalam At-Tamhid (4/225).
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply