Perkara yang Membantu untuk Berkomitmen dalam Menunaikan Shalat



مما يعين على الالتزام بأداء الصلاة

Perkara yang Membantu untuk Berkomitmen dalam Menunaikan Shalat

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Perkara yang Membantu untuk Berkomitmen dalam Menunaikan Shalat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Shalat

السؤال:

Pertanyaan:

أنا غير منتظم في صلاتي وأشعر بضيق شديد عند تركي لها، ماذا أفعل لكي أنتظم في صلاتي؟ مع العلم أنه توجد مؤثرات وملهيات كثيرة من إعلام وفضائيات وغير ذلك.

Saya tidak teratur dalam melakukan sholat saya dan merasakan kesempitan yang amat sangat ketika meninggalkannya, apa yang harus saya lakukan agar bisa konsisten dalam melakukan sholat saya? Perlu diketahui bahwa terdapat banyak pengaruh dan hal-hal yang melalaikan, mulai dari media massa, siaran satelit (parabola), dan selain hal tersebut.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فنسأل الله تعالى أن يصلح أحوالنا وأحوال المسلمين جميعاً، وأن يوفقنا وإياك لما يحب ويرضى ويحفظنا وإياك مما يسخطه سبحانه وتعالى، واعلم أن الصلاة أمرها عظيم عند الله تعالى، ومكانتها كبيرة في الدين لا يخفى ذلك على أي مسلم.

Maka kami memohon kepada Allah Ta‘ala agar memperbaiki keadaan kami dan keadaan kaum muslimin semuanya, serta memberikan taufik kepada kami dan kepadamu menuju apa yang Dia cintai dan ridhai, dan menjaga kami serta dirimu dari apa yang dimurkai-Nya —Subhanahu wa Ta‘ala—. Dan ketahuilah bahwasanya sholat itu perkaranya agung di sisi Allah Ta‘ala, kedudukannya besar di dalam agama, dan hal itu tidaklah samar bagi muslim mana pun.

قال تعالى:

Allah Ta‘ala berfirman:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ [البقرة: ٢٣٨]

“Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu’.” [Al-Baqarah: 238]

وقال تعالى:

Dan Allah Ta‘ala berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا [النساء: ١٠٣]

“Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” [An-Nisa: 103]

وقال تعالى:

Dan Allah Ta‘ala berfirman:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا [مريم: ٥٩]

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan sholat dan menuruti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” [Maryam: 59]

وقال صلى الله عليه وسلام:

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ بَيْنَ الْعَبْدِ وَبَيْنَ الْكُفْرِ إِلَّا تَرْكُ الصَّلَاةِ

“Tidak ada batas antara seorang hamba dengan kekufuran kecuali meninggalkan sholat.” (HR. Pemilik kitab Sunan dan Shahih Ibnu Hibban)

وقال:

Dan beliau bersabda:

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian yang ada di antara kita dengan mereka adalah sholat, maka barangsiapa yang meninggalkannya sungguh ia telah kafir.” (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

وفي سنن ابن ماجه وغيره عن أبي الدرداء رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:

Dan di dalam Sunan Ibnu Majah dan selainnya dari Abu ad-Darda radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَلَا تَتْرُكْ صَلَاةً مَكْتُوبَةً فَمَنْ تَرَكَهَا مُتَعَمِّدًا فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ الذِّمَّةُ

“Dan janganlah engkau meninggalkan sholat wajib, karena barangsiapa yang meninggalkannya dengan sengaja maka sungguh telah berlepas diri darinya jaminan Allah.” (HR. Ibnu Majah)

إلى غير ذلك من الأحاديث في تعظيم شأن الصلاة وتوعد تاركها والمتهاون والمتساهل in أمرها.

Hingga hadits-hadits lainnya yang semisal itu dalam mengagungkan perkara sholat dan ancaman bagi orang yang meninggalkannya, meremehkan, serta menggampangkan urusannya.

فعليك أخي الكريم -أن تتدبر الآيات وتتفحص تلك الأحاديث وأنت موقن مصدق، وداوم على التضرع إلى الله تعالى أن يلهمك رشدك، ويعينك على نفسك ويوفقك للقيام بما افترضه عليك، والابتعاد عما يسخطه.

Maka wajib atasmu wahai saudaraku yang mulia, untuk merenungkan ayat-ayat tersebut dan memeriksa hadits-hadits itu dalam keadaan engkau yakin lagi membenarkannya. Serta dawamkanlah (rutinkanlah) untuk merendahkan diri kepada Allah Ta‘ala agar Dia mengilhamkan petunjuk kepadamu, membantumu dalam melawan hawa nafsumu, dan memberikan taufik kepadamu untuk menegakkan apa yang telah Dia wajibkan atasmu, serta menjauh dari apa yang dimurkai-Nya.

وابتعد كل البعد عن رفقاء السوء ومجالس السوء. فإن الإنسان يتأثر بجليسه وصاحبه ولا محالة، ولذلك قال النبي صلى الله عليه وسلم:

Dan jauhilah sejauh-jauhnya teman-teman yang buruk dan majelis-majelis yang buruk. Karena sesungguhnya seseorang itu pastilah terpengaruh oleh teman duduk dan sahabatnya, oleh karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِل… رِيحًا خَبِيثَةً

“Permisalan teman duduk yang shalih dan teman duduk yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi bisa jadi akan memberimu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau wangi darinya. Sedangkan pandai besi bisa jadi akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang busuk darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Musa)

وابتعد أخي الكريم عن وسائل الإعلام والفضائيات فإن فيها شراً كثيراً وملهاة عن ذكر الله تعالى.

Dan jauhilah wahai saudaraku yang mulia, media massa serta siaran satelit (parabola) karena di dalamnya terdapat banyak keburukan dan hal-hal yang melalaikan dari mengingat Allah Ta‘ala.

والله أعلم

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.