Tidak Boleh Meninggalkan Satu Shalat pun dari Shalat-Shalat Wajib



لا يجوز ترك صلاة من الصلوات المفروضة

Tidak Boleh Meninggalkan Satu Shalat pun dari Shalat-Shalat Wajib

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Tidak Boleh Meninggalkan Satu Shalat pun dari Shalat-Shalat Wajib ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Shalat

السؤال:

Pertanyaan:

هل يجوز ترك صلاة الفجر؟

Apakah boleh meninggalkan sholat Fajr?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فيقول الله تعالى:

Maka Allah Ta‘ala berfirman:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا [النساء:103]

“Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” [An-Nisa: 103]

أي مفروضة في أوقات معينة، لا يجوز إخراجها عنها، فمن أخرجها عن الوقت بغير عذرٍ شرعيٍ، كان مضيعاً لها.

Yaitu diwajibkan pada waktu-waktu tertentu, tidak boleh mengeluarkannya dari waktu tersebut. Maka barangsiapa yang mengeluarkannya dari waktunya tanpa adanya ‘udzur syar‘i, maka ia telah menyia-nyiakannya.

ويقول الله تعالى في حق المضيع لصلاته:

Dan Allah Ta‘ala berfirman mengenai hak orang yang menyia-nyikan sholat-nya:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا [مريم:59]

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan sholat dan menuruti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” [Maryam: 59]

والمراد بإضاعتها تأخيرها عن وقتها، فكيف بمن تركها كلياً. وقال أيضاً:

Dan yang dimaksud dengan menyia-nyiakannya adalah mengakhirkannya dari waktunya, maka bagaimana lagi dengan orang yang meninggalkannya secara total. Dan Dia juga berfirman:

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ * الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ [الماعون:5 – 6]

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya.” [Al-Ma’un: 5-6]

أي يؤخرها عن وقتها المؤقت.

Yaitu orang yang mengakhirkannya dari waktu yang telah ditentukan.

وقال صلى الله عليه وسلم:

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من فاتته صلاة العصر فكأنما وتر أهله وماله

“Barangsiapa yang terlewat sholat Ashar, maka seakan-akan ia dihilangkan keluarga dan hartanya.” (HR. Bukhari)

وفي رواية: فقد حبط عمله. وقال صلى الله عليه وسلم:

Dan dalam sebuah riwayat disebutkan: “Maka sungguh telah gugur amalannya.” Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من صلى الصبح فهو في ذمة الله، فلا يطلبنكم الله من ذمته بشيء فيدركه فيكبه في نار جهنم

“Barangsiapa yang sholat Shubuh maka ia berada dalam jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menuntut kalian sedikit pun dari jaminan-Nya, karena barangsiapa yang dituntut-Nya niscaya Dia akan menemukannya lalu menyungkurkannya ke dalam neraka Jahannam.” (HR. Muslim)

في صحيحه عن جندب رضي الله عنه.

Di dalam kitab Shahihnya dari Jundub radhiyallahu ‘anhu.

والتارك لصلاة، أو صلاتين، في حكم تارك الصلاة، والعياذ بالله. فننصح الأخ السائل أن لا يتهاون بالصلاة، فإن ذلك من علامات النفاق، والمنافق مخلد في النار والعياذ بالله.

Dan orang yang meninggalkan satu sholat atau dua sholat berada dalam hukum orang yang meninggalkan sholat (secara keseluruhan), wal ‘iyadzu billah. Maka kami menasihati saudara penanya agar tidak meremehkan sholat, karena hal tersebut termasuk dari tanda-tanda kemunafikan (nifaq), sedangkan orang munafiq kekal di dalam neraka, wal ‘iyadzu billah.

والله تعالى أعلم.

Wallahu Ta‘ala a‘lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.