التجول في السوق ليس عذرا في تأخير الصلاة عن وقتها
Berjalan-jalan di Pasar Bukanlah Uzur untuk Menunda Shalat dari Waktunya
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Berjalan-jalan di Pasar Bukanlah Uzur untuk Menunda Shalat dari Waktunya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Shalat
السؤال:
Pertanyaan:
ذهبت أنا وزوجي إلى السوق، ثم أذن لصلاة المغرب، وقلت له نعود إلى البيت كي نصلي، فقال: إذا انتهينا نصلي، ثم دخلنا إلى مجمع تجاري وطلبت منه أن أصلي في المصلى فلم يقبل وصرخ في وجهي ولم أستطع أن أصلي في مكاني لأنه يجب علي أن أتوضأ وأنا مقهورة جداً لأن زوجي عصبي، وإذا لم أسمع كلامه سوف يصرخ علي أمام الناس، وفاتتني الصلاة فما حكم ما فعلت؟
Saya dan suami pergi ke pasar, kemudian azan sholat Maghrib berkumandang. Saya katakan kepadanya: “Mari kita pulang ke rumah agar kita bisa sholat.” Namun ia menjawab: “Jika kita sudah selesai, kita baru sholat.” Kemudian kami masuk ke dalam sebuah pusat perbelanjaan (mal), lalu saya meminta kepadanya agar saya bisa sholat di musala, namun ia tidak menerimanya dan membentak wajah saya. Saya tidak mampu sholat di tempat saya berada karena saya harus berwudhu terlebih dahulu. Saya merasa sangat tertekan karena suami saya emosional (pemarah), dan jika saya tidak mematuhi perkataannya ia akan membentak saya di hadapan orang banyak, hingga akhirnya saya terlewat waktu sholat. Maka apakah hukum dari apa yang telah saya lakukan?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فما فعله زوجك إثم عظيم يدخل ، في قوله تعالى:
Maka apa yang telah dilakukan oleh suamimu merupakan dosa yang besar, masuk ke dalam firman Allah Ta‘ala:
أَرأَيْتَ الَّذِي يَنْهَىٰ * عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰ [العلق: ٩-١٠]
“Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika dia mengerjakan sholat.” [Al-Alak: 9-10]
وأما أنت فكان الواجب عليك أن تذهبي إلى الصلاة ، ولو لم يرض زوجك ، فإنه لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق ، وعليك الآن قضاء تلك الصلاة ،
Adapun dirimu, maka wajib atasmu untuk pergi menunaikan sholat, walaupun suamimu tidak rida. Karena sesungguhnya tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq (Pencipta). Dan wajib atasmu sekarang untuk meng-qadha sholat yang terlewat tersebut.
وإذا أردت الذهاب مع زوجك إلى السوق مرة أخرى ، فليكن في وقت ليس فيه صلاة ، فإذا ذهبتم في وقت فيه صلاة فاشترطي عليه ألا يمنعك من أداء الصلاة ، فإن أبى فلا تذهبي معه إلى السوق ، وذكريه بالله. نسأل الله أن يصلح لك زوجك وأن يصلح ذات بينكما.
Dan apabila engkau ingin pergi bersama suamimu ke pasar di lain waktu, maka hendaklah hal itu dilakukan pada waktu yang tidak bertepatan dengan waktu sholat. Namun jika kalian pergi pada waktu yang di dalamnya terdapat kewajiban sholat, maka berikanlah syarat kepadanya agar ia tidak melarangmu dari menunaikan sholat. Jika ia menolak, maka janganlah engkau pergi bersamanya ke pasar, dan ingatkanlah ia kepada Allah. Kami memohon kepada Allah agar memperbaiki suamimu untukmu serta memperbaiki hubungan di antara kalian berdua.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply