واجبك نحو صديقك تارك الصلاة
Kewajibanmu Terhadap Temanmu yang Meninggalkan Shalat
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Kewajibanmu Terhadap Temanmu yang Meninggalkan Shalat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Shalat
السؤال:
Pertanyaan:
هنـاك أحـد زمـلائنـا هـداه اللـه مقصـر كثيرا في الصـلاة، و كلمــا أكلمــه يحتج بـأنـه على جنابـة، السؤال : هـل تجوزمخـالطته، والتحــدث معـه؟
Ada salah seorang teman kami —semoga Allah memberinya hidayah— sangat lalai dalam melakukan sholat. Setiap kali saya berbicara dengannya, ia beralasan bahwasanya ia sedang dalam keadaan junub. Pertanyaan saya: Apakah boleh bergaul dan berbicara dengannya?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فعليك أن تبين لزميلك بالرفق وبالحسنى خطر ترك الصلاة وأنه كفر على الراجح من أقوال أهل العلم، وأن عليه أن يغتسل إن كان جنباً حتى يؤدي الصلاة المفروضة عليه، وتستعين على ذلك بالفتاوى الموجودة في هذا المركز، والتي تبين عظم ترك الصلاة وغيرها من الفتاوى والكتب والمنشورات المتناولة لذلك، لعل الله أنْ يهديه على يديك.
Maka wajib atasmu untuk menjelaskan kepada temanmu dengan kelembutan dan cara yang baik mengenai bahaya meninggalkan sholat, dan bahwasanya perbuatan tersebut merupakan kekafiran menurut pendapat yang kuat (rajih) dari perkataan para ahli ilmu. Serta jelaskan bahwa ia wajib mandi janabah jika ia sedang junub agar dapat menunaikan sholat fardhu yang diwajibkan atasnya. Dan engkau dapat meminta bantuan atas hal tersebut dengan melihat fatwa lainnya di sini yang menjelaskan tentang besarnya dosa meninggalkan sholat, maupun dari fatwa-fatwa lainnya, buku-buku, serta selebaran yang membahas hal tersebut; dengan harapan semoga Allah memberikan hidayah kepadanya melalui perantara kedua tanganmu.
وأما مخالطته وأمثاله بمسكن ومطعم ونحوه فلا حرج فيها، بل نراها أفضل من هجره في هذه الأيام، لأن هجرك له ربما لا يؤدي ثمرته التي من أجلها شرع، وهو زجر المهجور عن ذنبه، ولعل الله يهديه بمخالطتك، وداوم نصحك له
Adapun bergaul dengannya dan orang-orang yang semisalnya, baik dalam hal tempat tinggal, tempat makan, dan yang semisalnya, maka tidak ada dosa di dalamnya. Bahkan kami memandang hal itu lebih utama daripada mendiamkannya (hajr) pada hari-hari ini. Karena sikapmu mendiamkannya barangkali tidak membuahkan hasil yang menjadi tujuan disyariatkannya hajr, yaitu memberikan efek jera bagi orang yang didiamkan dari perbuatan dosanya. Dan semoga Allah memberinya hidayah dengan sebab engkau bergaul dengannya serta merutinkan nasihatmu untuknya.
أما إذا كان هجرك سيؤدي إلى زجره، أو كانت مخالطتك له ستؤثر على دينك فعندئذ يلزمك هجره وعدم مخالطته.
Akan tetapi, apabila sikapmu mendiamkannya justru akan mendatangkan efek jera baginya, atau sebaliknya apabila pergaulanmu dengannya akan mempengaruhi agamamu (membawa dampak buruk), maka pada saat kondisi seperti itu wajib bagimu untuk mendiamkannya dan tidak bergaul dengannya.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply