Nasihat-Nasihat bagi Orang yang Meninggalkan Shalat



نصائح لتارك الصلاة

Nasihat-Nasihat bagi Orang yang Meninggalkan Shalat

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Nasihat-Nasihat bagi Orang yang Meninggalkan Shalat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Shalat

السؤال:

Pertanyaan:

لدي أخ تارك للصلاة.. فبدأت بنصحه فبدأ يصلي ولكن ليس كل الفروض وليس مع الجماعة. وكل مرة أنصحه بالصلاة ويقول لي إن شاء الله .. وأحس أنه يجاملني في القول وأنا أعلم ما لتارك الصلاة من عقاب ومن قتل إذا لم يتب .. وعقوبته القتل إذا لم يرجع ولكننا في زمان لا نستطيع تطبيق القوانين الإسلامية .. ولا نستطيع عمل أي شئ .. فأرجوكم ماذا أفعل .. وهل أستمر في نصيحته لعله يتعظ .. وللعلم بأنه متزوج ولديه أطفال؟

Saya memiliki seorang saudara laki-laki yang meninggalkan sholat. Saya mulai menasihatinya hingga ia pun mulai sholat, akan tetapi ia tidak melakukan seluruh sholat fardhu dan tidak secara berjamaah. Setiap kali saya menasihatinya untuk sholat ia berkata kepada saya: “Insya Allah.” Namun saya merasa ia hanya berbasa-basi kepada saya dalam perkataannya. Padahal saya mengetahui hukuman bagi orang yang meninggalkan sholat berupa azab serta hukuman mati jika ia tidak bertaubat. Hukumannya adalah hukuman mati jika ia tidak kembali (melakukan sholat), akan tetapi kita berada di zaman di mana kita tidak mampu menerapkan hukum-hukum Islam, dan kita tidak mampu melakukan tindakan apa pun. Maka saya mohon kepada kalian, apa yang harus saya lakukan? Dan apakah saya harus terus menasihatinya agar ia bisa mengambil pelajaran? Perlu diketahui bahwasanya ia sudah menikah dan memiliki anak-anak.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فإن من أعظم الأمور وأهمها في حياة المسلم محافظته على الصلاة ، فهي دليل إيمانه وتقواه وخوفه من الله. فمتى ما كان الشخص محافظاً على صلاته ومهتما بها وبأدائها أول الوقت وفي الجماعة ، كان على ما سواها من الفرائض أشد محافظة ، ومتى ما كان مضيعاً لها ، كان لما سواها أشد تضييعاً ،

Sesungguhnya di antara perkara paling agung dan paling penting dalam kehidupan seorang muslim adalah penjagaannya terhadap sholat, karena ia merupakan dalil bagi keimanannya, ketakwaannya, serta rasa takutnya kepada Allah. Maka kapan saja seseorang menjaga sholat-nya, memperhatikannya, serta menunaikannya di awal waktu dan secara berjamaah, niscaya ia akan lebih menjaga kewajiban-kewajiban lainnya yang selain itu. Dan kapan saja ia menyia-nyiakannya, niscaya ia akan lebih menyia-nyiakan perkara lainnya lagi.

فينبغي تذكير هذا الأخ بالتي هي أحسن ، وبأن عليه مسؤوليات كبيرة ، وأن أولاده أمانة في عنقه ، فكأنه يهتم بأمرهم ويوفر لهم حاجياتهم المتعلقة بمنفعة أبدانهم ، كذلك يجب عليه أن يهتم بما يعود بالنفع على أرواحهم وقلوبهم ، وهذا إنما يتم بمتابعتهم ، وسؤالهم عن الصلاة ، وعن الأخلاق الحسنة ، وتجنب الأخلاق السيئة ، إلى غير ذلك ، فكيف سيتابعهم في أمر هو مقصر فيه؟ وهذا الأخ ينبغي أن يعلم أنه مسؤول.

Oleh karena itu, seyogyanya untuk mengingatkan saudara laki-laki ini dengan cara yang paling baik (bil-ti hiya ahsan), serta menjelaskan bahwasanya ia memikul tanggung jawab yang besar, dan anak-anaknya merupakan amanah di pundaknya. Maka sebagaimana ia memperhatikan urusan mereka dan menyediakan kebutuhan mereka yang berkaitan dengan kemanfaatan badan mereka, demikian pula wajib atasnya untuk memperhatikan perkara yang membawa kemanfaatan bagi ruh dan hati mereka. Dan hal ini hanya akan sempurna dengan cara mengawasi mereka, bertanya kepada mereka tentang sholat, tentang akhlak yang baik, serta menjauhi akhlak yang buruk, dan perkara-perkara lainnya. Maka bagaimana mungkin ia akan mengawasi mereka dalam suatu perkara yang ia sendiri lalai di dalamnya? Dan saudara laki-laki ini seyogyanya mengetahui bahwasanya ia akan dimintai pertanggungjawaban.

ففي الصحيحين عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته” وحكم الصلاة وتاركها سبق في الفتوى بالفتوى الأخرى هنا

Maka di dalam kitab As-Shahihain, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” Dan hukum sholat serta orang yang meninggalkannya telah berlalu penjelasannya pada fatwa lainnya di sini :

وأما تعاملك معه فيجب أن يكون بالرفق الذي يحبه الله ، ومداومة النصح ، ويمكنك الاطلاع على الفتوى بالفتوى الأخرى هنا بهذا الشأن.

Adapun perlakuanmu terhadapnya, maka wajib dilakukan dengan kelembutan (rifq) yang dicintai oleh Allah, serta merutinkan nasihat. Dan engkau dapat melihat pada fatwa lainnya di sini mengenai urusan ini :

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.