تأثير الألفاظ الأعجمية في اللغة العربية
Pengaruh Lafaz-Lafaz Asing dalam Bahasa Arab (Bagian Pertama)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Pengaruh Lafaz-Lafaz Asing dalam Bahasa Arab ini masuk dalam Kategori Bahasa Arab
تاريخ اللغة العربية وثيق الصلة بتأثيرات اللغات الأخرى، وهو ما يُظهره التفاعل اللغوي الذي حدث عبر العصور، فمنذ أقدم الأزمنة، تفاعل العرب مع أعاجم مختلفين، مما أدى إلى تبادل لغوي أثّر في مفرداتهم وطرق تعبيرهم.
Sejarah bahasa Arab sangat erat kaitannya dengan pengaruh bahasa-bahasa lain, yang ditunjukkan oleh interaksi linguistik yang terjadi sepanjang zaman. Sejak masa yang paling kuno, bangsa Arab telah berinteraksi dengan various bangsa non-Arab (Ajam), yang menyebabkan terjadinya pertukaran bahasa yang memengaruhi kosakata dan cara pengungkapan mereka.
ورغم أن بعض الباحثين يرفض الاعتراف بهذا التبادل، فإن الأدلة التاريخية واللغوية تثبت أنه موجود، وأنه اتخذ أشكالاً لطيفة من التغلغل، والانسجام مع لغة العرب من غير أن يؤثر في مبانيها، وأساليبها، وكان أشبه بالإثراء من الإحلال.
Meskipun sebagian peneliti menolak untuk mengakui pertukaran ini, bukti-bukti sejarah dan kebahasaan membuktikan keberadaannya, dan bahwasanya ia mengambil bentuk peresapan yang halus serta keselarasan dengan bahasa Arab tanpa memengaruhi struktur bangunan kata (mabani) maupun gaya bahasanya (asalib). Hal itu lebih menyerupai pengayaan (itsra) daripada penggantian (ihlal).
وقد زاد هذا التفاعل بشكل كبير بعد انتشار الإسلام، حيث انفتحت العرب على ثقافات جديدة، مما أدى إلى تلاقح وتمازج بين لغات الشعوب والأمم، التي دخلت في دين الله أفواجاً.
Dan interaksi ini meningkat secara signifikan setelah tersebarnya Islam, di mana bangsa Arab terbuka terhadap budaya-budaya baru, yang menyebabkan terjadinya saling silang dan perpaduan antara bahasa-bahasa bangsa dan umat yang masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong.
يقول الأستاذ “الكرملي”: “خالط العربُ العجمَ منذ أقدم العصور، وإن أنكر هذه الحقيقة بعض ضعفاء الكتَّاب؛ لأن التاريخ يشهد على ذلك شهادةً لا ريب فيها؛ بيد أن هذا الاختلاط زاد زيادة عظيمة منذ انتشار الإسلام في العالم، فكثر الدخيل في لسانهم، وفشت اللغة الفاسدة بين المتكلمين فشواً خيف منه سوءُ العقبى، ولكن لما سهلت المطابع نشر المطبوعات والمؤلفات، أخذ اللفظ الفصيح يصارع القبيح حتى أصبحنا اليوم في مأمن من قتل هذا ذاك، وقد جرى العرب في نقل الألفاظ الأعجمية على طريقة تكاد تكون قياسية في أغلب الأحيان؛ ولهذا وضع اللغويون قواعد يجري عليها المعرّبون فكان في ذلك نفع عظيم”.
Profesor Al-Karmali berkata: “Bangsa Arab telah bercampur baur dengan bangsa non-Arab sejak zaman yang paling kuno, walaupun kebenaran ini diingkari oleh sebagian penulis yang lemah; karena sejarah mempersaksikan hal tersebut dengan persaksian yang tidak ada keraguan di dalamnya. Akan tetapi, percampuran ini meningkat dengan peningkatan yang sangat besar sejak tersebarnya Islam di dunia, sehingga banyak kata serapan (dakhil) dalam lisan mereka, dan tersebarlah bahasa yang rusak di antara para pembicara dengan penyebaran yang dikhawatirkan akan mendatangkan dampak yang buruk. Namun ketika mesin cetak mempermudah penerbitan cetakan dan karya tulis, lafaz yang fasih mulai bertarung melawan lafaz yang buruk, hingga hari ini kita berada dalam keamanan dari saling mematikan antara satu dengan yang lain. Dan bangsa Arab berjalan dalam menukil lafaz-lafaz asing berdasarkan metode yang hampir selalu bersifat kiasan (qiyasi) pada sebagian besar kondisi. Oleh karena itu, para ahli bahasa meletakkan kaidah-kaidah yang diikuti oleh para pentarab kata (mu‘arribun), maka di dalam hal tersebut terdapat manfaat yang besar.”
التفاعل اللغوي في العصر الجاهلي
Interaksi Linguistik pada Masa Jahiliyah
في العصر الجاهلي، كان العرب على اتصال وثيق مع الأمم المجاورة مثل الفرس، والأحباش، والروم، والسريان، أدى هذا الاحتكاك إلى تبادل لغوي طبيعي، حيث اقترض العرب بعض الألفاظ التي لم يكن لديهم بديل لها، وهذه الألفاظ تم إدخالها في أشعارهم وكلماتهم اليومية، حتى أصبحت جزءًا من لغتهم، ولا يعرف الكثيرون أصلها، فمثلاً: كانت قريش تقوم برحلات تجارية إلى اليمن والشام، وهذه الرحلات أوجدت كلمات مشتركة، فرضها التداخل مع الأمم الأخرى، وعكست التفاعل الثقافي، واللغوي، الذي كان قائمًا في ذلك الوقت، وقد أشار العلماء إلى أن التلاقح اللغوي ليس ظاهرة جديدة، بل هو جزء من تاريخ اللغة العربية، وهو حتمي تمليه تداخلات الشعوب، وتواصل البشر.
Pada masa Jahiliyah, bangsa Arab berada dalam hubungan yang erat dengan bangsa-bangsa tetangga seperti Persia, Habasyah (Etiopia), Romawi, dan Suriah (Siryani). Gesekan ini menyebabkan terjadinya pertukaran bahasa yang alami, di mana bangsa Arab meminjam sebagian lafaz yang tidak mereka miliki penggantinya. Lafaz-lafaz ini kemudian dimasukkan ke dalam syair-syair mereka dan kata-kata harian mereka, hingga menjadi bagian dari bahasa mereka, dan banyak orang tidak mengetahui asal-usulnya. Sebagai contoh: kaum Quraisy biasa melakukan perjalanan dagang ke Yaman dan Syam, dan perjalanan-perjalanan ini melahirkan kata-kata bersama, yang dipaksakan oleh perbauran dengan bangsa-bangsa lain, serta merefleksikan interaksi budaya dan bahasa yang terwujud pada waktu tersebut. Para ulama telah menunjukkan bahwa saling silang bahasa (talaquh lughawi) bukanlah fenomena baru, melainkan merupakan bagian dari sejarah bahasa Arab, dan ia merupakan suatu keniscayaan yang didiktekan oleh perbauran bangsa-bangsa dan komunikasi antarmanusia.
Bersambung ke bagian berikutnya In sya Allah
Sumber : Islamweb
Leave a Reply