الماء المتناثر ينجس باختلاطه بالماء النجس
Air yang Memercik Menjadi Najis Disebabkan Bercampur dengan Air Najis
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Air yang Memercik Menjadi Najis Disebabkan Bercampur dengan Air Najis ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Thaharah
السؤال:
Pertanyaan:
عندما يجلس الإنسان علي الحمام الأفرنجي فإن الماء المتساقط من الشطاف علي ماء الحمام النجس نفسه قد يؤدي إلي تناثر أو طرطشة من ذلك الماء و قد يلامس ذلك الماء المتناثر الجسم فما حكم ذلك الماء؟
Ketika seseorang duduk di atas toilet duduk (kloset duduk), sesungguhnya air yang jatuh dari semprotan cebok (bidet spray) ke atas air toilet yang najis itu sendiri terkadang menyebabkan terjadinya percikan atau cipratan dari air tersebut, dan terkadang air yang memercik itu mengenai tubuh. Maka apakah hukum air tersebut?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فإن الماء الذي يتناثر من داخل الحمام المختلط بالنجاسة يعتبر نجسا، محقق النجاسة، لأنه ماء راكد في محل النجاسة ولا يمكن بحال من الأحوال انفكاكه عنها، لذا، فإن الاحتراز منه واجب، فإن أصاب الثوب أو البدن وجب غسل مكان الإصابة، لأن الله سبحانه وتعالى يقول: [وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ ] (المدثر: 4).
Maka sesungguhnya air yang memercik dari bagian dalam toilet yang telah bercampur dengan najis dianggap sebagai air najis, yang telah nyata kenajisannya. Hal itu dikarenakan ia merupakan air yang diam (genangan air) di tempat najis dan tidak mungkin dalam kondisi apa pun untuk terpisah darinya. Oleh karena itu, sesungguhnya berhati-hati (menjaga diri) darinya adalah wajib. Jika air tersebut mengenai pakaian atau badan, maka wajib membasuh tempat yang terkena percikan tersebut, karena Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman: “Dan pakaianmu bersihkanlah.” (Al-Muddatstsir: 4).
ولمزيد الفائدة يرجى مراجعة الفتوى بالفتوى الأخرى هنا.
Dan untuk faedah yang lebih banyak, silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : Islamweb
Leave a Reply