يجوز أكل ذبائح أهل الكتاب بشروط
Boleh Memakan Sembelihan Ahli Kitab dengan Beberapa Syarat
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Boleh Memakan Sembelihan Ahli Kitab dengan Beberapa Syarat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Sosial Kemasyarakatan
السؤال:
Pertanyaan:
ما حكم شراء لحوم الدجاج والبقر من المحلات العامة في بلاد الغرب؟ ما رأيكم في الفتوى التى نشرت في مجلة البيان؟ تقول بأن النصراني يجب عليه أن يذكي أو يذبح مثل المسلم لكي تحل ذبائحهم، والمعلوم هنا بأنهم يذبحون باستعمال المكائن. وجزاكم الله خيرا
Apakah hukum membeli daging ayam dan sapi dari toko-toko umum di negeri Barat? Bagaimana pendapat Anda mengenai fatwa yang diterbitkan di majalah Al-Bayan? Fatwa tersebut menyatakan bahwasanya orang Nasrani wajib melakukan penyembelihan secara syar’i (dzakah) atau menyembelih seperti layaknya seorang muslim agar sembelihan mereka menjadi halal, padahal sudah maklum di sini bahwasanya mereka menyembelih dengan menggunakan mesin-mesin otomatis. Dan semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فقد دل الكتاب والسنة وإجماع المسلمين على جواز أكل ذبائح أهل الكتاب ، قال الله تعالى: (اليوم أحل لكم الطيبات وطعام الذين أوتوا الكتاب حل لكم وطعامكم حل لهم…) [المائدة: 5].
Maka sungguh Al-Kitab, As-Sunnah, serta ijma’ (konsensus) kaum muslimin telah menunjukkan atas kebolehan memakan hewan sembelihan Ahli Kitab. Allah Ta’ala berfirman: “Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal (pula) bagi mereka…” [Al-Ma’idah: 5].
فما ذبحوه بطريقة الذبح المعروفة التي هي قطع الودجين والبلعوم، فهو حل لنا وما أزهقوا روحه بطريقة أخرى كالصعق الكهربائي والخنق ونحو ذلك، فهو ميتة لا يحل أكله لقول الله تعالى: (حرمت عليكم الميتة والدم ولحم الخنزير) [المائدة: 3] إلى آخر الآيات من سورة المائدة.
Oleh karena itu, apa saja yang mereka sembelih dengan metode penyembelihan yang telah dikenal, yaitu dengan memutus dua urat leher (wadajain) dan kerongkongan (bal’um), maka ia statusnya halal bagi kita. Namun, apa saja yang mereka hilangkan nyawanya dengan metode lain seperti sengatan listrik (stunning), pencekikan, dan yang sejenis dengan itu, maka ia berstatus bangkai (maitah) yang tidak halal dimakan; karena firman Allah Ta’ala: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi…” [Al-Ma’idah: 3] sampai akhir ayat-ayat dari surah Al-Ma’idah.
وهم في هذا الباب كالمسلمين وليسوا أعلى منهم بحيث تحل ميتتهم ولا تحل ميتة المسلمين. وبهذا تعلم أن ما نشرته مجلة البيان في هذا الصدد صحيح لا غبار عليه.
Dan mereka di dalam bab ini kedudukannya sama seperti kaum muslimin, dan posisi mereka tidaklah lebih tinggi di atas kaum muslimin sekira bangkai mereka menjadi halal sedangkan bangkai kaum muslimin tidak halal. Dan dengan penjelasan ini, engkau dapat mengetahui bahwasanya apa yang diterbitkan oleh majalah Al-Bayan dalam konteks ini adalah benar serta tidak ada keraguan di dalamnya (laa ghubara ‘alaihi).
والله تعالى أعلم.
Wallahu Ta‘ala a’lam.
Sumber : Islamweb
Leave a Reply