Hadits-Hadits Shahih dan Hadits-Hadits yang Tidak Diamalkan



الأحاديث الصحيحة والأحاديث التي لا يعمل بها

Hadits-Hadits Shahih dan Hadits-Hadits yang Tidak Diamalkan

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Hadits-Hadits Shahih dan Hadits-Hadits yang Tidak Diamalkan ini masuk dalam Kategori Ilmu Hadits

السؤال:

Pertanyaan:

كم عدد الأحاديث التي أجمع العلماء على صحتها وفي أي الكتب موجودة، وما هي أنواع الحديث التي لا يعمل بها، وهل يوجد كتب احتوت على هذه الأحاديث ما هي؟

Berapakah jumlah hadits yang telah disepakati oleh para ulama atas kesahihannya dan di dalam kitab apa saja ia berada? Serta apa saja jenis-jenis hadits yang tidak diamalkan? Dan apakah ada kitab-kitab yang memuat hadits-hadits (yang tidak diamalkan) ini, apa saja kitab tersebut?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فلا يمكن تحديد عدد الأحاديث التي أجمع العلماء على صحتها، فإنها متناثرة في دواوين السنة المختلفة، وإن كان أعظمها هي أحاديث الصحيحين، فقد أجمعت الأمة على تلقيهما بالقبول، قال الإمام النووي: اتفق العلماء رحمهم الله على أن أصح الكتب -بعد القرآن العزيز- الصحيحان، البخاري ومسلم، وتلقتهما الأمة بالقبول. انتهى.

Maka tidaklah mungkin untuk membatasi jumlah hadits yang disepakati oleh para ulama atas kesahihannya, karena sesungguhnya hadits-hadits tersebut tersebar di berbagai macam kitab induk As-Sunnah (diwan-diwan sunnah) yang berbeda-beda. Walaupun yang paling agung di antaranya adalah hadits-hadits yang terdapat dalam Ash-Shahihain (Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim), di mana umat telah bersepakat untuk menerima keduanya dengan kepasrahan penuh (talakki bil kabul). Imam An-Nawawi berkata: “Para ulama rahimahullah telah sepakat bahwasanya kitab yang paling shahih —setelah Al-Qur’an al-Aziz— adalah Ash-Shahihain; Al-Bukhari dan Muslim, dan umat telah menerima keduanya dengan kepasrahan penuh.” Selesai penuturan beliau.

ثم إن أهل العلم وضعوا ضوابط للحديث الصحيح فأي حديث توفرت فيه تلك الضوابط فهو صحيح، ولو لم يكن في الصحيحين، ولمزيد من الفائدة حول هذا الموضوع تراجع الفتوى بالفتوى الأخرى هنا.

Kemudian sesungguhnya para ahli ilmu telah meletakkan parameter (dhabith) bagi hadits shahih; maka hadits apa saja yang terpenuhi di dalamnya parameter-parameter tersebut, statusnya adalah shahih, walaupun ia tidak terdapat di dalam Ash-Shahihain. Dan untuk faedah yang lebih banyak seputar tema ini, silakan merujuk pada fatwa lainnya di sini :

وأما أنواع الحديث التي لا يعمل بها، فهي الأحاديث المنسوخة، وكذا ما كان موضوعاً أو شديد الضعف، أما الضعيف فللعماء تفصيل في العمل به، فقد جوز بعض العلماء العمل به في فضائل الأعمال بشروط، منها: أن يندرج تحت أصل معمول به وأن لا يعتقد ثبوته عند العمل به وإنما يعتقد الاحتياط وأن لا يشتد ضعفه.

Adapun jenis-jenis hadits yang tidak diamalkan, maka mereka adalah hadits-hadits yang mansukh (dihapus hukumnya), dan begitu pula apa yang berstatus maudhu’ (palsu) atau syadidudh dha’fi (sangat lemah). Adapun hadits dha’if (lemah), maka bagi para ulama terdapat rincian dalam mengamalkannya; di mana sebagian ulama membolehkan mengamalkannya dalam konteks fadhailul a’mal (keutamaan amal) dengan beberapa syarat, yang di antaranya adalah: Hadits tersebut bernaung di bawah hukum asal yang telah diamalkan, tidak meyakini ketetapan sabdanya (tsubut) ketika mengamalkannya melainkan hanyalah meyakini sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyat), serta tidak tergolong sangat lemah kelemahannya.

وأما الكتب التي اعتنت بجمع الأحاديث الضعيفة والموضوعة فكثيرة، منها: كتاب (الموضوعات) و(العلل المتناهية) وكلاهما لابن الجوزي، وكتاب (تنزيه الشريعة المرفوعة عن الأحاديث الشنيعة الموضوعة) لابن عراق، وكتاب (اللآلئ المصنوعة) للسيوطي، وكتاب (الفوائد المجموعة) للشوكاني، و(وسلسلة الأحاديث الضعيفة والموضوعة) للألباني.

Dan adapun kitab-kitab yang menaruh perhatian dalam menghimpun hadits-hadits dha’if dan maudhu’ sangatlah banyak, yang di antaranya adalah: Kitab Al-Maudhu’at dan kitab Al-Ilal al-Mutanahiyah yang mana keduanya merupakan karya Ibnu al-Jauzi; kitab Tanzihus Syari’ah al-Marfu’ah ‘an al-Ahadits as-Syani’ah al-Maudhu’ah karya Ibnu ‘Arrak; kitab Al-La’ali al-Masnu’ah karya As-Suyuthi; kitab Al-Fawaid al-Majmu’ah karya As-Syaukani; serta kitab Silsilah al-Ahadits ad-Dha’ifah wal Maudhu’ah karya Al-Albani.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : Islamweb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.